Tangis Salah Seorang Orang Tua Murid di Balik Kebijakan Merger SDN 3 Sukahurip Garut

10 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan emosional seorang ibu di platform Instagram. Sambil berurai air mata, ia meratapi nasib sekolah anaknya, SDN 3 Sukahurip, yang berlokasi di Kampung Cilongkrang, Desa Sukahurip, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sekolah yang diklaim telah berdiri selama 42 tahun tersebut, kini resmi ditutup dan dilebur (merger) oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Disdik Ciamis Berencana Merger Sekolah Dasar, Karena Kekurangan Siswa?

“Sakola di Sukahurip teu kabuka dei ya Allah. Nyungken bantosana ti pa Dedi, buka dei ie sakola ya Allah… murangkalih abi hoyong sakola dei didinya. Abi mohon (Sekolah di Sukahurip tidak dibuka lagi ya Allah. Minta bantuannya ke Pak Dedi, buka lagi sekolah ini ya Allah… anak saya ingin sekolah lagi di sana. Saya mohon),” ratap sang ibu dalam rekaman video yang viral tersebut.

Dalam narasi unggahannya, ia mengeluhkan bahwa penutupan sekolah dilakukan lantaran jumlah murid yang minim, yakni berkisar 60 siswa.

Kata Camat Soal Merger SDN 3 Sukahurip Garut

Merespons keluhan salah seorang orang tua murid, Camat Cigedug, Ma’mun Gunawan, tak membantah adanya penutupan sekolah tersebut. ia menjelaskan, bahwa sejak tahun 2025 lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Garut meminta agar camat mensosialisasikan merger siswa ke sekolah lain. 

Ma’mun menjelaskan, SDN 3 Sukahurip bisa dibilang sudah tidak laik pakai. Karena ketika hujan turun bangunan kelas kerap bocor, sehingga para murid harus keluar ruangan.

Baca Juga: Tak Lolos SPMB Negeri, CMB di Jabar Bisa Daftar ke Sekolah Swasta Kerja Sama

Selain faktor tadi, banyak penunjang yang memang membuat Disdik harus mengambil keputusan merger. Termasuk siswa yang hanya sekitar 50 orang, sehingga sangat dimungkinkan para murid masuk ke sekolah terdekat. 

“Keputusan merger ini murni kewenangan Dinas Pendidikan. Kalau tidak salah guru ASN di sekolah itu hanya 4 atau 5 orang. Selain itu, bangunan tidak laik dan siswa sedikit. Itu kajian mergernya,” jelasnya Jumat (3/7/2026).

Selain alasan tersebut, ia juga mengungkap faktor lainnya sehingga ada kebijakan merger SDN 3 Sukahurip Garut. Atas dasar perhitungan Dinas Pendidikan, ada sekolah yang lebih dekat dan laik dengan radius 500 meter.

“Jadi merger ini karena ada 2 sekolah terdekat. Terdekat ada SD Sindangsari yang hanya 500 meter. Malahan sekarang masyarakat sekarang sedang beresin jalan, karena banyak yang mau pindah ke Sindangsari,” tambahnya.

“Kondisi sekolahnya ya jika hujan turun bocor, siswa harus keluar sementara karena bocor itu. Cromebook hanya 9 unit, jadi sisanya harus pinjam dulu ke sekolah lain. Jumlah siswa memang ada sekitar 50 anak lebih, karena keputusan Disdik seperti itu akhirnya diterima oleh orang tua siswa,”tutupnya.

Klaim Sudah Lakukan Sosialisasi

Ma’mun menambahkan, instruksi sosialisasi dari Dinas Pendidikan sebenarnya sudah berjalan sejak November 2025 lalu melalui pihak kepala sekolah. Ia tidak menampik, bahwa pada awalnya gelombang penolakan dari orang tua murid SDN 3 Sukahurip sempat mencuat, karena faktor kedekatan emosional dengan sekolah lama.

Namun, setelah diberikan pemahaman secara persuasif mengenai masa depan dan kenyamanan belajar anak-anak, para orang tua siswa akhirnya bisa menerima keputusan tersebut.

“Bulan November 2025 sudah diminta sosialisasi oleh Dinas Pendidikan. Itu pun kepala sekolah yang memberi tahu, saya pun sosialisasikan. Memang sempat ada penolakan. Tapi setelah diberi pengertian, orang tua murid SDN 3 Sukahurip akhirnya sepakat untuk pindah,” jelasnya.

Baca Juga: Kesenjangan Fasilitas hingga Ancaman Merger Sekolah Disorot DPRD Kota Banjar 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdik Kabupaten Garut belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi yang dilayangkan melalui Sekretaris Disdik via pesan singkat WhatsApp pun belum mendapatkan respons. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |