Laki-laki wajib tahu apa saja amalan yang dilarang saat ihtilam. Hal ini penting karena ada beberapa amalan ibadah yang dilarang ketika seseorang sedang mengalami ihtilam atau hadas besar. Jika melanggar, maka ibadah menjadi tidak sah bahkan berdosa apabila melakukannya secara sengaja tanpa bersuci terlebih dahulu.
Baca Juga: Hukum Baca Doa Iftitah pada Sholat Sunnah dan Keutamaannya
Sejumlah Amalan yang Dilarang Saat Ihtilam
Ihtilam atau mimpi basah merupakan kondisi di mana seseorang mengeluarkan air mani saat tidur. Baik itu karena mimpi maupun keluar tanpa sebab. Dalam hukum Islam, kondisi ini menyebabkan seseorang berada dalam keadaan junub. Sehingga wajib mandi junub sebelum melaksanakan ibadah tertentu.
Jika belum mandi, maka perlu menghindari sejumlah amalan sampai bersuci. Larangan-larangan itu bukan tanpa dasar. Melainkan punya tujuan besar dalam menjaga kesucian ibadah sekaligus menghormati syariat Islam sesuai yang Allah SWT tetapkan. Berikut beberapa amalan yang wajib laki-laki hindari saat ihtilam.
1. Sholat
Seseorang yang sedang junub akibat ihtilam haram melaksanakan sholat. Baik sholat fardhu maupun sunnah. Sebab, suci dari hadas besar merupakan salah satu syarat sah sholat dalam Islam. Jika tetap melaksanakan sholat tanpa mandi wajib terlebih dahulu, maka ibadahnya tidak sah dan wajib mengulang setelah bersuci.
Hal ini berlaku untuk semua jenis sholat, termasuk sholat wajib lima waktu, dhuha, tahajud, witir, hingga sholat jenazah. Karena itu, ketika mengalami mimpi basah dan mendapati keluarnya mani, maka wajib segera mandi junub. Apalagi jika waktu sholat hampir habis, pastikan bersuci menjadi prioritas utama.
2. Membaca Al Quran
Selanjutnya, saat seseorang sedang mengalami ihtilam juga dilarang melakukan amalan membaca ayat Al Quran. Baik itu dengan suara keras maupun pelan. Larangan ini berlaku sampai seseorang mandi besar dan kembali dalam keadaan suci. Selain membaca, menyentuh mushaf Al Quran secara langsung juga tidak boleh. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kitab suci Al Quran.
Namun, para ulama menjelaskan bahwa zikir, doa, atau ucapan yang mirip ayat Al Quran masih aman. Terlebih apabila niatnya bukan membaca Al Quran. Misalnya mengucapkan basmalah sebelum makan atau membaca kalimat istirja ketika mendapat musibah. Di era digital seperti sekarang, sebagian ulama juga membolehkan membaca Al Quran melalui ponsel tanpa menyentuh mushaf secara langsung.
Meski begitu, lebih utama bagi seseorang untuk segera mandi junub terlebih dahulu sebelum membaca. Ini akan lebih sempurna dalam menjaga kesucian serta meningkatkan nilai ibadah di mata Allah. Dengan keadaan tubuh yang suci, seorang Muslim dapat beribadah secara lebih tenang sekaligus nyaman.
Baca Juga: Sedekah Ilmu yang Bermanfaat sebagai Amal Jariyah Sepanjang Hayat
3. Masuk Masjid dan Berdiam Diri
Seseorang yang sedang junub akibat ihtilam haram menetap atau berdiam diri di dalam masjid, termasuk untuk i’tikaf. Amalan yang dilarang saat ihtilam bertujuan menjaga kesucian rumah Allah serta menghormati tempat ibadah umat Islam. Meski begitu, sebagian ulama memperbolehkan seseorang yang junub melewati masjid apabila memang ada keperluan. Misalnya mengambil barang yang tertinggal.
4. Tawaf
Terakhir, tawaf juga termasuk ibadah yang tidak boleh ketika seseorang sedang dalam keadaan junub akibat ihtilam. Baik tawaf rukun, tawaf wajib, maupun tawaf sunah, semuanya mensyaratkan kesucian dari hadas besar dan kecil. Tawaf memiliki kedudukan yang mirip dengan sholat karena sama-sama membutuhkan keadaan suci.
Cara Mandi Besar Setelah Ihtilam
Setelah mengalami ihtilam, seorang Muslim wajib melakukan mandi besar atau mandi junub agar kembali suci. Cara mandi wajib sebenarnya cukup sederhana. Pertama, niat mandi junub di dalam hati untuk menghilangkan hadas besar. Setelah itu, membersihkan najis atau kotoran yang ada pada tubuh terlebih dahulu.
Kemudian berwudhu seperti wudhu untuk sholat. Jika sudah, siram kepala sebanyak tiga kali hingga air merata ke pangkal rambut. Lanjutkan dengan siram seluruh tubuh mulai dari sisi kanan lalu sisi kiri hingga tidak ada bagian tubuh yang terlewat terkena air. Hal terpenting dalam mandi wajib adalah memastikan seluruh bagian tubuh terkena air secara merata.
Baca Juga: Bacaan Doa Ismul Adzom dan Cara Mengamalkannya
Mengetahui amalan yang dilarang saat ihtilam sangat penting bagi setiap Muslim. Dengan memahami aturan ini, seorang Muslim dapat menjaga kesucian diri sekaligus meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari. Selain itu, pengetahuan tentang amalan yang dilarang saat ihtilam juga membantu seseorang lebih berhati-hati. Khususnya dalam menjalankan amalan agar tidak melanggar ketentuan agama. (R10/HR-Online)

7 hours ago
9

















































