Penemuan Fosil Urokodia aequalis, Ungkap Evolusi Taring Laba-laba

10 hours ago 11

Fosil Urokodia aequalis ditemukan di China bagian selatan. Lebih tepatnya di Chengjiang dalam kawasan provinsi Yunnan. Penemuan fosil ini bisa membantu ilmuwan untuk mengetahui misteri kuno mengenai bagaimana pembentukan taring chelicerata untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Penemuan Fosil Bicharracosaurus dionidei di Argentina, Punya Struktur Tubuh Unik

Hewan dengan kelompok chelicerata itu sendiri bukan hanya laba-laba saja. Akan tetapi juga kepiting kapal kuda dan kalajengking. Hewan ini memiliki ciri khas tersendiri berupa mulut yang kuat. Organ tersebut terkenal memiliki taring atau capit untuk melumpuhkan mangsanya. Karena kemampuan tersebut, kelompok hewan ini dapat bertahan hidup di hampir seluruh habitat.

Fosil Urokodia aequalis Ditemukan di China

Tim ilmuwan berhasil menemukan fosil langka ini dan mengungkap usianya berkisar 518 juta tahun. Situs yang jadi lokasi penemuannya sendiri terkenal sebagai salah satu situs paleontologi terpenting di dunia. Penemuan ini sendiri sudah terpublikasi di jurnal ilmiah Nature.

Dalam penemuan ini, ilmuwan bisa mengetahui bagaimana asal-usul revolusi taringnya. Hal ini karena asal-usul tersebut kerap jadi perdebatan kalangan ilmuwan. Ternyata capitnya berupa sepasang organ tubuh yang kecil dan letaknya di bagian belakang mata fosilnya. Struktur tersebut sekilas mirip taring yang ada di laba-laba modern.

Penggunaan Teknologi Tomografi Sinar-X

Untuk bisa meneliti fosil ini, kalangan ilmuwan memanfaatkan teknologi mutakhir. Sebagaimana penjelasan dari Profesor Yu Liu yang berasal dari Yunnan University, kalangan ilmuwan memanfaatkan teknologi berupa tomografi sinar-X. Penggunaan teknologi ini sangat ampuh dalam memindai bagian dalam fosil Urokodia aequalis.

Baca Juga: Penemuan Tempurung Otak Dinosaurus di Tailan, Ungkap Evolusi Predator Purba

Sesuai dengan penjelasannya, teknologi ini juga membantu ilmuwan untuk mengamati jaringan lunak yang nyatanya masih terawetkan di batuan hingga ratusan juta tahun lamanya. Dalam hal ini, pemindaian sinar-X pun tak hanya berguna untuk memperlihatkan struktur capitnya saja. Akan tetapi, teknologi tersebut juga mampu mengungkap lokasi organ pernapasan di kaki fosil yang rupanya mirip paru-paru buku.

Ungkap Anatomi Hewan Purba

Saat meneliti fosil ini, ilmuwan juga memiliki dugaan tersendiri tentang fungsi organ pernapasan tadi. Ternyata organnya berguna dalam membantu hewan purba supaya bisa bernapas di lingkungan laut. Hal inilah yang membuat hewan purba tersebut tetap bisa bernapas dengan baik.

Perlu untuk diketahui bahwa penemuan jaringan lunak di fosil yang usianya sudah sangat lama termasuk langka. Karena penemuan fosil Urokodia aequalis tersebut pun, ilmuwan jadi mendapatkan wawasan baru tentang anatomi hewan purba. Hal inilah yang membuat penemuan tersebut sangatlah penting bagi ilmuwan.

Evolusi Taring Laba-laba

Masih berbicara mengenai anatomi hewan purba, ternyata ilmuwan juga menduga adanya evolusi taring laba-laba tersebut. Evolusinya kemungkinan besar mulai dari struktur kaki dengan banyak segmen. Lalu mengalami penyusutan sehingga bentuknya jadi capit berukuran pendek. Hal inilah yang terlihat pada Urokodia.

Setelah itu, berevolusi lagi jadi capit atau taring sempurna. Taring tersebut terlihat pada fosil chelicerata lainnya. Misalnya saja kalajengking, laba-laba dan kepiting tapal kuda.

Kehidupan Laut Purba pada Era Kambrium

Ilmuwan sangat antusias dalam meneliti temuan fosil Urokodia aequalis yang satu ini. Hal ini karena temuan tersebut nyatanya tak hanya memberi petunjuk tentang evolusi laba-laba saja. Akan tetapi, temuan ini juga mampu menunjukkan bagaimana kekayaan kehidupan laut purba saat era Kambrium.

Ternyata Urokodia termasuk bagian ekosistem kuno yang di dalamnya ada lebih dari 200 jenis hewan berbeda. Hidupnya di lautan sekitar 500 juta tahun yang lalu. Hal ini berarti periodenya jauh sebelum ada manusia maupun dinosaurus.

Sesuai dengan penjelasan Profesor Mark Williams yang berasal dari University of Leicester, fosil dari situs Chengjiang memberi gambaran tentang proses evolusi kehidupan. Proses tersebut berkaitan dengan masa awal kemunculan hewan di planet Bumi. Ilmuwan pun bisa lebih mudah untuk memahami bagaimana evolusi hewan modern maupun mengetahui asal-usul keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Temuan Fosil Jian changmaensis, Predator dengan Empat Sayap

Fosil Urokodia aequalis tengah diteliti oleh kalangan ilmuwan. Dari penelitian fosil Urokodia aequalis tersebut, ilmuwan bisa ungkap misteri evolusi taring yang dimiliki laba-laba purba. Organ tersebut membuat hewan ini bisa hidup dengan baik di berbagai jenis habitat. Untuk mengungkap informasi menarik dan penting lainnya, ilmuwan tentu masih membutuhkan penelitian secara lebih lanjut. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |