Krisis Air Bersih di Bojonggambir Tasikmalaya, Polsek Salurkan Bantuan Ribuan liter Air Bersih, Warga Harapkan Sumur Bor 

6 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya memicu krisis air bersih yang kian meluas, salah satunya di Kecamatan Bojonggambir. Menanggapi kondisi tersebut, Polsek Bojonggambir bersama Pemerintah Kecamatan menyalurkan bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih untuk meringankan beban masyarakat terdampak pada Jumat, 3 Juli 2026.

Baca juga: Waspada! Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumedang Meningkat Selama Juni 2026, BPBD Minta Warga Siaga

Kegiatan bakti sosial yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dipusatkan di Dusun Kostasari, Desa Pedangkamulyan. Aksi kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di wilayah hukum Tasikmalaya.

Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan Parah

Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus Sukmana, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini menyasar warga di dua desa yang mengalami dampak kekeringan paling parah di Kecamatan Bojonggambir. Bantuan tangki air ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan domestik warga untuk sementara waktu.

“Kami menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih yang dialokasikan untuk lima dusun di Desa Kertanegla dan Desa Pedangkamulyan. Ini merupakan wujud kepedulian kepolisian dalam momen HUT Bhayangkara untuk membantu masyarakat yang sedang kesulitan air bersih,” ungkapnya Jumat (3/7/2026).

Proses distribusi dilakukan menggunakan armada tangki dan langsung dibagikan kepada warga yang telah mengantre dengan membawa jerigen serta ember sejak pagi hari.

Camat Bojonggambir, Ucu Mulyana, menyatakan bahwa penanganan dampak kemarau ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Pihak kecamatan bergerak bersama TNI, Kepolisian, sektor swasta, serta Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui BPBD dan PDAM Tirta Sukapura.

“Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan air bersih sampai ke titik-titik yang paling membutuhkan. Upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga selama musim kemarau ini akan terus kami optimalkan,” kata Ucu Mulyana.

Selama krisis air berlangsung, warga setempat terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon guna konsumsi. Sementara untuk keperluan mandi dan mencuci, sebagian besar warga harus menempuh jarak lebih dari 2 kilometer menuju Sungai Cipalu.

Baca juga: Kemarau Dua Bulan, 700 Kepala Keluarga di Kertanegla Tasikmalaya Krisis Air Bersih hingga Antre di Masjid

Meski sangat terbantu dengan adanya pasokan air gratis, masyarakat mengharapkan adanya solusi yang bersifat permanen dari pemerintah daerah agar krisis musiman ini tidak terus berulang setiap tahun.

Apresiasi Warga

Ihsan, salah seorang warga penerima bantuan, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dari Polsek Bojonggambir dan instansi terkait. Namun, ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur air yang lebih stabil di desa mereka.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polsek Bojonggambir, Pak Camat, PDAM, dan Bupati atas bantuan air ini. Tapi kalau bisa, kami sangat mengharapkan adanya solusi jangka panjang seperti pembuatan sumur bor di pemukiman warga,” tutur Ihsan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Desa Pedangkamulyan, Nanang Romansyah, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah desa sebenarnya telah melayangkan usulan resmi terkait pembangunan sumur bor kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Usulan tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan agar warga di beberapa titik rawan, seperti Dusun Awilega, Kostabaru, dan Kostasari, tidak perlu lagi berjalan jauh atau bergantung pada bantuan tangki saat musim kemarau tiba. (Apip/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |