harapanrakyat.com,- Seiring masuknya musim kemarau, jumlah kejadian kebakaran yang melanda lahan dan semak belukar di wilayah Kabupaten Bandung Barat tercatat mulai bertambah.
Hanya dalam kurun waktu tujuh hari terakhir, tim pemadam kebakaran sudah bergerak menangani tiga lokasi kebakaran yang menyebar cepat karena udara yang kering dan tiupan angin cukup kuat.
Dalam Sepekan 3 Kali Kebakaran Lahan di Bandung Barat
Baca Juga: Waspada El Nino Kuat 2026! BMKG Peringatkan Ancaman Kekeringan Ekstrem hingga Oktober
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah menyebutkan, kondisi alam saat ini membuat rumput, ilalang, dan dedaunan berubah menjadi sangat kering.
Bahan yang mudah terbakar itu kini tersebar luas di mana‑mana, sehingga potensi menjalarnya api menjadi jauh lebih besar dibanding musim hujan.
“Baru sepekan ini saja kami sudah tiga kali dikerahkan memadamkan api di lahan terbuka. Cuaca yang panas memang memperbesar risiko itu,” katanya saat dihubungi Jumat (3/7/2026).
Salah satu kejadian terbaru berlangsung pada Selasa sore, 30 Juni 2026, di kawasan kebun warga Kampung Nantug, Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor. Api dengan cepat merambat tertiup angin melahap semak belukar hingga menghanguskan sekitar 1.000 meter persegi dari total luas lahan 1.500 meter persegi. Hingga saat ini petugas masih menelusuri penyebab pastinya.
Selain faktor alam yang kering, Siti mengingatkan bahwa sebagian besar kebakaran lahan di Bandung Barat sejatinya bermula dari kelalaian manusia. Kebiasaan membakar sampah atau membersihkan lahan dengan api lalu ditinggalkan.
Baca Juga: Waspada! Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumedang Meningkat Selama Juni 2026, BPBD Minta Warga Siaga
Selain itu, membuang sisa rokok sembarangan adalah pemicu yang paling sering ditemui di lapangan. Begitu bara api bertemu rumput kering dan angin, kobaran api tak lagi mudah dikendalikan.
“Sedikit saja ada percikan api, dengan kondisi sekarang itu bisa membesar seketika dan merambat jauh. Jaraknya pun bisa mendekati pemukiman warga jika tidak dicegah sejak dini,” tambahnya.
Perketat Kewaspadaan
Pihaknya pun mengimbau seluruh masyarakat untuk berhenti menggunakan api saat mengurus lahan, atau membuang sampah demi menjaga keselamatan bersama.
Baca Juga: Kemarau Picu Kebakaran Dua Hektare Lahan Gambut di Sumedang
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah mengeluarkan arahan khusus menyikapi ancaman ini. Melalui Surat Edaran yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat, seluruh pemerintah kabupaten dan kota diminta memperketat kewaspadaan. Serta menyusun langkah pencegahan dini.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman menjelaskan, petunjuk tersebut menjadi pedoman agar setiap instansi bergerak sesuai tugasnya masing‑masing. Sehingga potensi kebakaran lahan dapat diredam lebih awal sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 hours ago
7

















































