Salat sunnah awwabin merupakan salah satu ibadah yang memang belum banyak umat muslim kenal dibandingkan dhuha atau tahajud. Padahal, amalan sunnah dari salat ini memiliki kedudukan istimewa karena berkaitan dengan sifat awwab. Awwab sendiri berarti hamba yang senantiasa kembali kepada Allah SWT bersama taubat, syukur serta ketaatannya.
Baca Juga: Sholat Sunnah Kifaratul Bauli, Tata Cara Pelaksanaan dan Manfaatnya
Melaksanakan salat awwabin dapat menjadi cara menyempurnakan ibadah wajib sekaligus memperbanyak amal saleh. Hanya saja, dalam praktik sehari-hari terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu pelaksanaannya. Karena itu, supaya lebih maksimal, mari memahami hakikat, tata cara dan keutamaannya terlebih dahulu.
Mengenal Salat Sunnah Awwabin
Salat awwabin adalah salah ibadah sunnah yang namanya berasal dari bahasa Arab awwabin, artinya orang-orang yang kembali kepada Allah. Bisa juga kita maknai dengan orang-orang yang banyak bertaubat. Makna tersebut menunjukkan bahwa ibadah ini identik dengan upaya seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada-Nya melalui salat sunnah.
Di kalangan ulama terdapat perbedaan pendapat mengenai awwabin. Sebagian ulama berpendapat bahwa salat dikerjakan setelah salat Magrib hingga sebelum masuk waktu Isya. Pendapat tersebut menggunakan dasar pada beberapa riwayat yang menyebutkan sejumlah keutamaan salat setelah Magrib.
Sementara itu, sebagian ulama lainnya menjelaskan bahwa awwabin sebenarnya merupakan nama lain dari salat duha. Pendapat tersebut merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan. “Salatnya orang-orang awwabin adalah ketika anak unta merasa kepanasan.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut beberapa ulama pahami sebagai penjelasan bahwa waktu terbaik salat dhuha adalah ketika matahari mulai terasa panas. Umumnya saat hari menjelang siang. Karena itu, istilah salat awwabin dalam literatur Islam memiliki dua pemahaman. Meski begitu, mereka sama-sama baik dan jadi pedoman penting di kalangan ulama.
Tata Cara Salat Awwabin
Secara umum, salat sunnah awwabin bisa umat Muslim kerjakan dua rakaat setiap salam. Jumlah rakaatnya dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Meskipun terdapat beberapa riwayat yang menganjurkan pelaksanaan 4, 6, hingga 20 rakaat pada waktu antara Magrib dan Isya. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut.
Baca Juga: Hukum Baca Doa Iftitah pada Sholat Sunnah dan Keutamaannya
1. Niat Salat

Niat wajib kita serukan di dalam hati sebelum memulai salat. Ini sebagai bentuk kesengajaan untuk melaksanakan ibadah sunnah karena Allah SWT. Kehadiran niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Sehingga setiap amalan bisa berjalan semata-mata untuk mengharap rida-Nya. Bacaan niat salat awwabin seperti di atas.
2. Rakaat Pertama
Setelah takbiratul ihram, membaca Surah Al Fatihah kemudian berlanjut ke Surah Al Ikhlas sebanyak 6 kali. Ulama kemudian menganjurkan membaca Surah Al Falaq dan Surah An Nas. Khusus kedua surat ini masing-masing cukup satu kali saja. Setelah itu, berlanjut ke gerakan rukuk seperti biasa.
3. Rakaat Kedua dan Seterusnya
Rakaat kedua mengulangi bacaan seperti rakaat pertama hingga salam. Setelah itu, apabila ingin menambah rakaat, berdiri kembali dan mengerjakan dua rakaat berikutnya dengan niat yang sama. Pada dua rakaat selanjutnya, setelah membaca Al Fatihah boleh membaca surat pendek apa pun yang hapal.
Nah, pada dua rakaat terakhir, Islam menganjurkan membaca Al Kafirun setelah Al Fatihah di rakaat pertama. Sedangkan rakaat kedua membaca Surah Al Ikhlas setelah Al Fatihah sebelum mengakhiri salat dengan salam. Semuanya wajib berjalan dengan ikhlas dan tetap menjaga kekhusyukan selama salat berlangsung.
Keutamaan Salat Awwabin
Salat sunnah awwabin memiliki sejumlah keutamaan sebagaimana telah tercatat dalam beberapa riwayat hadis. Salah satunya yaitu bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah tercurahkan. Dengan memperbanyak ibadah sunnah, seorang muslim menunjukkan kesungguhannya dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Keutamaan lainnya meliputi:
1. Mendapatkan Pahala yang Besar
Dalam riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah, orang yang melaksanakan 4 rakaat setelah salat Magrib akan memperoleh pahala besar. Riwayat ini kemudian menjadi salah satu alasan mengapa banyak ulama menganjurkan memperbanyak ibadah setelah Magrib. Termasuk salat awwabin.
2. Menjadi Ciri Orang yang Gemar Bertaubat
Nama awwabin sendiri menunjukkan bahwa salat ini identik dengan sifat orang-orang yang selalu kembali kepada Allah. Melaksanakannya menjadi pengingat agar seorang muslim senantiasa memperbanyak taubat. Sekaligus memperbaiki amal dan meningkatkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Sholat Qadha Maghrib, Panduan Lengkap dan Tata Caranya
Secara keseluruhan salat sunnah awwabin merupakan amalan yang sangat baik untuk kita lakukan dalam keseharian. Dengan memahami pengertian, tata cara serta keutamaannya, salat sunnah awwabin akan menjadi motivasi besar untuk menambah pahala. Hal yang secara tidak langsung juga meningkatkan kualitas keimanan seorang hamba. (R10/HR-Online)

6 hours ago
13

















































