Bonsai pohon kersen merupakan salah satu pilihan menarik bagi pecinta budidaya tanaman. Bagaimana tidak, pohon kersen memiliki karakter unik dan mudah membentuknya untuk menciptakan bonsai menawan. Tidak heran jika tanaman yang sering menjadi pohon peneduh ini mulai banyak dilirik penghobi pemula maupun berpengalaman.
Baca Juga: Jenis Bonsai Waru Bernilai Jual Tinggi, Potensi Cuan dari Hobi Tanaman Hias
Bonsai Pohon Kersen dan Daya Tariknya
Kersen (Muntingia calabura) atau populer juga dengan nama seri dan talok adalah pohon tropis asal Amerika. Kini kersen telah menyebar luas di berbagai wilayah, termasuk Indonesia. Pohonnya dapat tumbuh hingga sekitar 12 meter, meskipun umumnya hanya mencapai tinggi 3–6 meter. Kersen bersifat hijau abadi sehingga tetap rimbun sepanjang tahun.
Cabangnya tumbuh mendatar dengan ujung yang sedikit menggantung sehingga membentuk tajuk yang teduh. Daunnya tersusun berseling, berbentuk lonjong hingga lanset dengan tepi bergerigi halus. Secara umum permukaan bawah daun terdapat rambut berwarna keabu-abuan. Bunganya berwarna putih dengan lima helai mahkota dan muncul di ketiak daun.
Pasca penyerbukan, bunga berkembang menjadi buah bulat kecil berdiameter sekitar 1–1,5 cm. Awalnya, buah berwarna hijau kemudian menjadi merah cerah ketika matang. Buahnya memiliki rasa manis dengan ribuan biji kecil di dalamnya. Mereka cenderung manis hingga jadi incaran anak-anak.
Baca Juga: Unik dan Cantik, Ini Jenis Tanaman Liar yang Bisa di Bonsai
Selain sebagai pohon peneduh, kersen sangat cocok untuk bonsai karena memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, pertumbuhannya tergolong cepat sehingga pembentukan batang dan percabangan tidak memerlukan waktu terlalu lama. Kedua, tanaman ini sangat responsif terhadap pemangkasan. Artinya mudah menghasilkan tunas baru yang rapat.
Di samping itu, batangnya perlahan membentuk tekstur kasar seiring bertambahnya usia. Hasilnya mampu memberikan kesan tua yang menjadi salah satu nilai estetika bonsai. Terakhir, kemampuannya berbunga dan berbuah dalam ukuran mini membuat tampilan bonsai semakin menarik sekaligus alami.
Cara Membuat Bonsai Kersen
Pembuatan bonsai pohon kersen terbilang mudah. Banyak orang mampu melakukannya melalui teknik sederhana. Kendati begitu, proses dari awal sampai akhir tetap harus cermat demi memperoleh hasil yang benar-benar bagus. Sebagai panduan, berikut ini langkah-langkah umum yang bisa diikuti.
1. Pemilihan Bakalan Bonsai
Proses berawal dari memilih bahan tanaman yang tepat. Bibit dapat berasal dari biji, stek, atau tanaman yang tumbuh liar. Namun, untuk memperoleh karakter bonsai yang lebih menarik, banyak penghobi memilih pohon muda. Terutama yang telah memiliki pangkal batang besar serta bentuk alami.
Idealnya, bakal bonsai memiliki tinggi sekitar 30–80 cm dengan diameter pangkal batang 2–5 cm. Untuk calon bonsai berukuran sedang hingga besar, diameter batang dapat mencapai 6–10 cm agar menghasilkan kesan kokoh. Pilih tanaman sehat, bebas hama, memiliki akar yang baik dan sudah menunjukkan percabangan awal.
2. Pruning
Tahap berikutnya adalah pruning atau pemangkasan. Pangkas cabang yang tumbuh saling bersilangan, terlalu rapat, atau mengarah ke bagian dalam tajuk. Sisakan cabang utama yang akan membentuk struktur bonsai pohon kersen. Pemangkasan pucuk secara berkala akan merangsang munculnya cabang-cabang baru. Sehingga tajuk menjadi lebih padat dan proporsional.
3. Pengawatan
Setelah struktur dasar terbentuk, lakukan pengawatan menggunakan kawat aluminium atau tembaga. Tujuannya untuk mengarahkan posisi batang maupun cabang. Pengawatan sebaiknya berlangsung saat cabang masih lentur agar lebih mudah tanpa patah. Kawat biasanya terpasang selama 2–4 bulan. Kemudian melepasnya sebelum meninggalkan bekas permanen pada kulit batang.
4. Pemangkasan Akar
Pemangkasan akar juga penting ketika pohon kersen pindah ke pot bonsai. Kurangi sekitar 20–40% bagian akar. Terutama akar yang terlalu panjang atau rusak. Setelah itu, tanam menggunakan media yang poros. Misalnya campuran pasir malang, sekam bakar dan kompos atau tanah humus. Ini bertujuan agar drainase tetap baik sekaligus menyediakan unsur hara yang cukup.
5. Perawatan Rutin
Perawatan selanjutnya meliputi penyiraman setiap hari sesuai kondisi cuaca. Jangan lupa melakukan pemupukan ringan setiap 3–4 minggu. Pastikan juga pemangkasan tunas baru secara rutin. Karena pertumbuhannya cukup cepat, bonsai kersen memerlukan perawatan konsisten agar bentuk tajuk tetap terjaga.
Baca Juga: Rahasia Budidaya Bonsai Kimeng, Peluang Usaha Tanaman Hias Bernilai Tinggi
Dengan perawatan tepat, pembentukan dasar bonsai pohon kersen biasanya memerlukan waktu sekitar 1–2 tahun saja. Sementara itu, untuk memperoleh karakter batang yang benar-benar tua dan artistik umumnya membutuhkan 3–5 tahun atau lebih. Biasanya, produk bonsai pohon kersen jadi memiliki nilai koleksi yang semakin meningkat seiring bertambahnya usia. (R10/HR-Online)

10 hours ago
10

















































