Hari Kedua Pencarian Nelayan Hilang di Pangandaran, Tim SAR Gabungan Sisir Pantai Barat hingga Radius 3 Kilometer

5 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian terhadap nahkoda perahu, yang dinyatakan hilang saat mau mencari ikan pada Senin (10/8/2026). Dalam pencarian di hari kedua, Selasa (11/8/2026) terhadap nelayan yang hilang bernama Suprianto ini, tim menurunkan perahu nelayan untuk melakukan penelusuran di sepanjang Pantai Barat Pangandaran.

Baca Juga: Warga Negara Asing Berlabuh di Pangandaran Gunakan Yacht, Petugas Lakukan Pemeriksaan

Suprianto dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya bersama enam orang lainnya terbalik akibat dihantam gelombang saat hendak mencari ikan. Peristiwa tersebut terjadi di depan Villa Kuda, Pantai Barat Pangandaran. Saat itu, perahu baru bertolak dari bibir pantai untuk mencari ikan layur. Namun, ketika berada di laut, perahu dihantam gelombang pecah yang diperkirakan mencapai ketinggian sekitar tiga meter hingga akhirnya terbalik.

Dari tujuh orang yang berada di dalam perahu, enam orang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju tepi pantai. Sementara Suprianto diduga tergulung ombak dan hingga kini belum ditemukan. Informasi mengenai kronologi awal tersebut sebelumnya disampaikan saksi mata Warsono dan Ketua SAR Baracuda Sakio.

Setelah kejadian, tim SAR langsung melakukan pencarian nelayan yang hilang di sekitar lokasi dengan menyisir Pantai Barat Pangandaran. Namun, hingga pencarian hari pertama dihentikan karena kondisi mulai gelap, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Suprianto. Operasi pencarian kemudian dilanjutkan pada Selasa pagi.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Pangandaran Sebabkan Pohon Tumbang dan Perahu Rusak

Pencarian Nelayan Hilang di Pangandaran Masuk Hari Kedua

Memasuki hari kedua, pencarian tidak hanya mengandalkan personel SAR. Sejumlah perahu nelayan turut dikerahkan untuk membantu menyisir perairan sepanjang Pantai Barat Pangandaran.

Ketua Paguyuban Perahu Wisata Pesiar, Miswan mengatakan, perahu nelayan akan dikerahkan secara bergiliran mulai pagi hingga sore hari. Langkah tersebut dilakukan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang dinilai kurang memungkinkan untuk melakukan pencarian secara terus-menerus. Terlebih arusnya juga cukup kencang.

“Hari ini dua perahu sudah sweping ke tengah. Arusnya sendiri sudah berubah ke arah barat. Kita susuri arah arus yang biasa jika ada kejadian yang sama,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian Selasa (11/8/2026).

Selain pencarian nelayan yang hilang melalui jalur laut Pangandaran, penyisiran di darat juga telah dilakukan sejak Senin malam. Tim menyusuri sejumlah lokasi yang dinilai memungkinkan menjadi tempat korban terbawa arus, di antaranya Blok Karangluhur dan Cikenong.

Namun, hingga pencarian memasuki hari kedua, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan keberadaan Suprianto masih belum diketahui.

Miswan memperkirakan korban kemungkinan telah terbawa keluar dari lokasi awal kejadian. Perkiraan itu didasarkan pada kondisi perairan yang cukup dingin, serta derasnya arus laut yang dapat menyebabkan seseorang terbawa menjauh dari titik awal.

Berkaca dari kejadian laka laut itu, ia mengimbau kepada nelayan untuk menggunakan  life jacket, sesuai dengan SOP. “Setiap nakhoda atau penumpang diharuskan menggunakan life jacket, demi keamanan,” katanya.

Baca Juga: Perahu Terbalik Dihantam Ombak, Seorang Nelayan Dinyatakan Hilang

Sementara itu, Kepala POS SAR Basarnas, Edwin Purnama mengatakan, radius pencarian hari kedua nelayan hilang di Pantai Barat Pangandaran hingga 3 kilometer jauhnya. “Arusnya cukup deras, tapi kita tetap optimalkan pencarian,” katanya. (Ala Heryana/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |