Kondisi disfungsi saluran Eustachius Patulous pada telinga bisa terjadi saat saluran Eustachius tetap terbuka. Kasusnya berbeda dari sumbatan saluran Eustachius. Normalnya, saluran tersebut tertutup dan terbuka saat menelan atau menguap. Pada kondisi patulous, suara dari dalam tubuh bisa terdengar lebih keras sehingga menimbulkan keluhan yang cukup mengganggu.
Baca Juga: Gangguan Telinga Otitis Eksterna Difusa Karena Infeksi Bakteri
Gejala Disfungsi Saluran Eustachius Patulous
Tidak berfungsinya saluran Eustachius Patulous ini dapat membuat suara sendiri terdengar sangat keras. Kondisinya disebut autophony. Suara napas juga bisa terdengar dari dalam telinga, begitu pula suara saat mengunyah akan terasa lebih jelas lagi.
Keluhan lainnya dari disfungsi saluran Eustachius Patulous ini berupa rasa penuh pada telinga. Telinga juga bisa terasa tidak nyaman. Pada sebagian penderitanya tentu akan mengalami telinga yang berdenging. Meski begitu, gejalanya dapat muncul tiba-tiba dan bisa terasa lebih berat setelah melakukan aktivitas fisik.
Baca Juga: Penyebab Telinga Berdengung Membuat Tidak Nyaman, Apa Saja?
Berbagai peneliti menyebut bahwa penyebab kondisi ini belum sepenuhnya diketahui. Akan tetapi, menurut Stanford Health Care, beberapa faktor bisa berhubungan dengan keluhannya. Contohnya saja lewat penurunan berat badan, alergi, refluks asam lambung, serta perubahan hormon. Tak hanya itu, riwayat terapi radiasi juga ternyata bisa berkaitan dengan kondisi tersebut.
Faktor yang Bisa Memicu Keluhan
Sebagai informasi, ada beberapa hal guna mengurangi pemicu kondisi ini. Salah satunya ialah menjaga kondisi tubuh tetap stabil. Dalam hal ini, konsumsi asupan cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga keseimbangan tubuh. Sebab, tubuh yang kekurangan cairan bisa membuat keluhan disfungsi saluran Eustachius Patulous terasa lebih mengganggu. Oleh sebab itu, jaga selalu kesehatan secara teratur.
Tak kalah penting, perhatikan dan kurangi aktivitas berat jika keluhan sering muncul setelah berolahraga. Beberapa penderita mungkin akan merasakan gejala lebih ringan setelah berbaring. Dalam hal ini, penderita juga bisa mencatat pola munculnya gejala untuk membantu dokter saat melakukan pemeriksaan.
Kemudian, jangan menyepelekan jika ada masalah pada hidung dan tenggorokan. Sebab alergi dan refluks bisa berkaitan dengan gangguan saluran Eustachius. Oleh sebab itu, penanganan kondisi lebih awal harus dilakukan sesuai anjuran tenaga medis. Hindari penggunaan obat tanpa melakukan pemeriksaan.
Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Disfungsi saluran eustachius patulous tidak selalu bisa dicegah. Penyebabnya memang sering kali muncul tiba-tiba dan tidak secara pasti penderitanya ketahui. Akan tetapi, penderitanya bisa memperhatikan faktor yang bisa memperburuk keluhan. Dalam hal ini, menjaga berat badan tetap stabil sangat penting, terutama jika keluhan berkaitan dengan penurunan berat badan.
Selain itu, jaga selalu kesehatan hidung dan tenggorokan. Jika terjadi alergi yang terus berulang sebaiknya lakukan pemeriksaan cepat. Langkah tersebut tentunya bisa membantu mengendalikan faktor yang mungkin berkaitan dengan gangguan saluran Eustachius.
Jika keluhan terus berlangsung secara terus-menerus, pergi ke dokter menjadi langkah tepat. Dokter tentunya akan memeriksa telinga dan menilai pergerakan gendang telinga. Melalui diagnosis yang tepat, itu akan membantu menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Dampak Buruk Menggunakan Headset, Awas Jangan Keseringan!
Disfungsi saluran eustachius patulous bisa terjadi saat saluran Eustachius tetap terbuka. Kondisi ini dapat membuat suara sendiri dan napas terdengar lebih keras dari biasanya. Meski begitu, penyebab dari disfungsi saluran Eustachius Patulous belum jelas. Oleh sebab itu, menjaga kondisi tubuh, memperhatikan pemicu, serta menangani alergi dan refluks bisa membantu mengurangi keluhannya. (R10/HR-Online)

10 hours ago
7

















































