Farhan Sebut Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung Butuh 4 Ribu PJU

10 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Persoalan penerangan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Dengan panjang ruas mencapai 18,46 kilometer, pembenahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalur utama tersebut membutuhkan penanganan terpadu dan dukungan lintas instansi.

Baca Juga: Peralihan Aset Jalan Beserta Teras Cihampelas Rampung, KDM Targetkan Kawasan Bersih Oktober Ini!

Pemkot Bandung kini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Pusat, hingga DPR RI, untuk mempercepat penataan dan perbaikan PJU di sepanjang jalan tersebut.

Wali Kota Bandung Sebut Sudah Ada Kesepakatan Pembenahan PJU di Jalan Soekarno-Hatta

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembenahan PJU di Jalan Soekarno-Hatta sudah ada kesepakatan. Kesepakatan tersebut antara Pimpinan DPR RI Saan Mustopa dan Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda, bersama Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, dan Kota Bandung sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi.

Selain penataan PJU di Kota Bandung, pihaknya tengah mengusulkan alokasi dana APBN untuk perbaikan sejumlah ruas jalan daerah, yang terhubung langsung dengan Jalan Soekarno-Hatta.

“Sudah ada kesepakatan antara Kementerian PU, Dishub Jabar dan Kota Bandung, sehingga PJU di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta jadi prioritas. Kami sedang berupaya agar perbaikan jalan menuju Jalan Soekarno-Hatta bisa dapat dana APBN,” kata Farhan, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Diambil Alih Pemprov Jawa Barat, Penataan Jalan dan Pembongkaran Teras Cihampelas Tunggu Keputusan

Farhan menyebut, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta membutuhkan 4.000 titik pembenahan PJU di sisi kiri, kanan, dan tengah. Pembenahan PJU itu juga termasuk di Jalan Layang atau Flyover Kopo, yang saat baru memiliki penerangan di area bawah alias downlight.

“Hampir 4.000 titik karena ada di kiri, kanan, dan tengah. Termasuk yang Flyover Kopo karena sekarang downlight-nya saja,” ucapnya.

Terapkan Sistem Managed Service untuk Deteksi Otomatis Kerusakan Lampu Jalan

Lebih lanjut, Farhan menambahkan, pihaknya segera menerapkan managed service untuk mengatasi keterlambatan penanganan PJU padam. Sebab, penanganan PJU yang padam selama ini, begitu bergantung pada aduan manual masyarakat via layanan 112. Kemudian juga, ada survei hingga perbaikan.

“Kami sedang mengembangkan managed service. Karena penanganan lampu rusak butuh waktu seharian dari laporan 112, baru berlanjut survei dan tindakan,” ucapnya.

Ia menargetkan, skema kemitraan antara Pemkot Bandung dengan swasta bisa terjalin tahun ini, dengan masa berlaku kontrak mengikuti masa jabatan kepala daerah. Inovasi ini, memungkinkan untuk mengintegrasikan dashboard pemantauan kondisi PJU secara real-time ke dalam Bandung Command Center serta ATCS Dishub Kota Bandung.

“Harus tahun ini kesepakatannya sesuai masa jabatan kepala daerah. Ini kerja sama pemerintah dengan swasta. Kalau ini sudah berjalan bisa terhubung dengan Bandung Command Center atau ATCS Dishub Kota Bandung,” tuturnya.

Baca Juga: Minimalisasi Kecelakaan, Pemprov Jawa Barat Bakal Bangun JPO dan Benahi JPU Jalan Soekarno-Hatta

Ia memastikan, penerapan teknologi ini bisa mendeteksi titik kerusakan secara instan. Selain itu juga, merespons perbaikan di lapangan tanpa menunggu prosedur survei yang memakan waktu lama. “Dalam waktu singkat bisa memantau (PJU) mana yang rusak, dan ketika itu juga pihak terkait bisa langsung melakukan perbaikan,” pungkasnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |