Abu Hurairah dan pencuri makanan zakat merupakan salah satu kisah dalam hadits shahih yang mengandung banyak pelajaran. Abu Hurairah mendapatkan tugas dari Rasulullah untuk menjaga makanan dan harta zakat, namun mendadak harus menghadapi pencuri. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang menceritakan pengalaman tersebut terjadi di akhir bulan Ramadhan.
Baca Juga: Kisah Abu Mahdzurah, Pernah Menistakan Adzan hingga Jadi Muadzin Era Rasulullah
Peristiwa pencurian berulang menjadi semakin membingungkan bagi sahabat Nabi Muhammad itu. Namun justru melalui kejadian ini, hikmah baik mampu Abu Hurairah rasakan. Terutama terkait pengetahuan tentang tipu daya setan, keteguhan menjaga amanah hingga keutamaan membaca Ayat Kursi.
Awal Mula Kisah Abu Hurairah dan Pencuri Makanan Zakat
Cerita bermula ketika Rasulullah SAW memberikan tugas kepada Abu Hurairah RA untuk menjaga gudang penyimpanan makanan zakat fitrah. Saat itu, Abu Hurairah RA bertanggung jawab memastikan harta zakat tetap aman. Terhindar dari jangkauan orang-orang yang tidak berhak mengambilnya.
Pada suatu malam, Abu Hurairah melihat seseorang datang secara diam-diam menuju tempat penyimpanan tersebut. Ia mulai mengambil makanan zakat bahkan memasukkannya ke dalam wadah besar. Melihat kejadian itu, Abu Hurairah langsung menangkap sang pencuri. Ia berniat membawa pencuri menghadap Rasulullah agar mendapatkan keputusan atas perbuatannya.
Namun, sang pencuri mulai memohon agar dilepaskan. Pencuri mengaku berada dalam kondisi sangat miskin dan memiliki banyak tanggungan keluarga. Sehingga terpaksa mengambil makanan yang ada di gudang karena kebutuhan. Mendengar alasan itu, Abu Hurairah merasa iba dan akhirnya membebaskannya.
Baca Juga: Kisah Aidz bin Amr, Sosok Sahabat Nabi yang Berani Hadapi Penguasa Keji
Keesokan paginya, Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Hurairah mengenai kejadian malam sebelumnya. Setelah mendengar penjelasan Abu Hurairah, Rasulullah SAW tersenyum. Lantas mengatakan bahwa orang tersebut telah berbohong dan akan kembali. “Ia telah berbohong dan nanti akan datang lagi,” ucap Rasulullah.
Malam Kedua Peristiwa Terulang dengan Tipu Daya
Kisah Abu Hurairah dan pencuri makanan zakat berlanjut pada hari kedua. Sesuai perkataan Rasulullah SAW, pencuri tersebut benar-benar datang pada malam berikutnya. Kali ini Abu Hurairah sudah lebih waspada karena mengetahui kemungkinan orang itu akan mengulangi perbuatannya.
Ketika pencuri tersebut lagi-lagi mengambil makanan zakat, Abu Hurairah langsung menangkapnya. Ia mengatakan bahwa kali ini tidak akan membiarkannya pergi dan akan membawanya kepada Rasulullah SAW. Namun, pencuri itu menggunakan cara yang sama seperti kemarin malam.
Ia memohon belas kasihan dengan alasan kelaparan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya besok. Karena merasa kasihan, Abu Hurairah kembali melepaskannya. Pada pagi hari berikutnya, Abu Hurairah kembali menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW lagi-lagi menjelaskan bahwa pencuri itu telah berbohong dan kemungkinan besar akan datang nanti.
Peristiwa Malam Ketiga Setan yang Membawa Hikmah Besar
Di malam ketiga, Abu Hurairah sudah yakin bahwa pencuri makanan zakat tersebut akan beraksi lagi. Benar saja, sosok itu muncul, seperti biasa mulai mengambil sejumlah bahan makanan. Kali ini Abu Hurairah tidak langsung percaya dengan alasan yang ia berikan. Setelah menangkap, Abu Hurairah menegaskan akan membawanya kepada Rasulullah SAW.
Karena tidak dapat melarikan diri, pencuri tersebut akhirnya menawarkan sebuah rahasia. Ia meminta agar Abu Hurairah melepaskannya. Lantas sebagai gantinya sang pencuri akan mengajarkan sebuah amalan dengan manfaat besar. Ia mengatakan bahwa sebelum tidur, seseorang hendaknya membaca Ayat Kursi dari Surah Al Baqarah ayat 255 hingga selesai.
Ia menjelaskan bahwa dengan membaca Ayat Kursi, Allah akan memberikan penjagaan. Sehingga setan tidak akan mendekati orang tersebut hingga pagi hari. Abu Hurairah kemudian membebaskannya. Keesokan harinya, ia tergesa-gesa melaporkan kejadian semalam kepada Rasulullah SAW.
Penjelasan Rasulullah SAW tentang Keutamaan Ayat Kursi
Selepas mendengar cerita Abu Hurairah, Rasulullah SAW menjelaskan identitas sebenarnya dari pencuri makanan zakat tersebut. Ia mengatakan bahwa apa yang pencuri sampaikan memang benar, tetapi sosoknya adalah pendusta besar. Rasulullah SAW kemudian memberitahu Abu Hurairah bahwa selama tiga malam itu ia sebenarnya berhadapan dengan setan yang menyamar.
Dari kisah ini, umat Islam mendapatkan pelajaran penting mengenai keutamaan Ayat Kursi. Meskipun informasi tersebut berasal dari setan, Rasulullah SAW membenarkan bahwa membaca Ayat Kursi sebelum tidur merupakan amalan penting. Bahkan dapat menjadi perlindungan dari gangguan setan dengan izin Allah.
Baca Juga: Kisah Jabir bin Abdullah, Anak Syuhada Uhud dan Sahabat Karib Rasulullah
Cerita Abu Hurairah dan pencuri makanan zakat menunjukkan bahwa setan memiliki berbagai cara untuk menipu manusia. Hikmah peristiwa Abu Hurairah dan pencuri makanan zakat mengingatkan umat Islam agar selalu berhati-hati terhadap tipu daya setan. Sekaligus memperbanyak amalan perlindungan, termasuk membaca Ayat Kursi sebelum tidur. (R10/HR-Online)

2 hours ago
3

















































