Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa merupakan film horor Indonesia terbaru garapan Soraya Intercine Films. Film horor ini akan tayang di bioskop pada tahun 2026. Cerita berfokus pada aksi balas dendam Suzzanna setelah ayahnya menjadi korban santet dari penguasa yang kejam. Konflik berkembang saat ia berhadapan dengan pilihan sulit antara cinta, kekuatan hitam, dan juga hukum karma.
Baca Juga: Jangan Seperti Bapak, Film Drama Action yang Dibintangi Oleh Zee Asadel
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Film Horor Terbaru Produksi Soraya Intercine Films
Suzzanna Santet Dosa di Atas Dosa menjadi film horor Indonesia terbaru yang merupakan hasil produksi Soraya Intercine Films. Rencananya, film tersebut bakal tayang di bioskop pada tahun 2026 ini. Proyek ini kabarnya merupakan produksi paling mahal garapan rumah produksi Soraya Intercine Films. Skala cerita dan teknis juga lebih besar dari film Suzzanna sebelumnya.
Film ini menggandeng Azhar Kinoi Lubis sebagai sutradara dengan pendekatan horor drama yang lebih gelap. Cerita tidak hanya menampilkan teror, tetapi juga konflik batin yang kuat. Unsur balas dendam menjadi pondasi utama alur kisah. Produksi film juga berlangsung dengan detail visual yang serius sejak tahap awal.
Soraya Intercine Films aktif membagikan perkembangan film melalui akun Instagram resmi @sorayaintercinefilms. Mereka membagikan informasi seputar poster, teaser, dan cuplikan adegan secara berkala. Strategi promosi ini menyasar penonton lama dan generasi baru. Film ini juga ramai jadi perbincangan sejak pengumuman awal produksinya.
Sinopsis Utama dan Konflik Cerita
Cerita Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa berpusat pada sosok Suzzanna yang hidup sederhana di sebuah desa. Bisman seorang penguasa wilayah yang terkenal kejam mencintai Suzzanna. Ambisi Bisman mendorongnya melakukan santet terhadap ayah Suzzanna hingga meninggal. Peristiwa itu menjadi titik awal dendam yang membara.
Baca Juga: Film Kuyank, Prekuel Saranjana yang Mengungkap Asal-Usul Teror
Suzzanna kemudian mempelajari ilmu hitam demi membalas kematian ayahnya. Namun rencana tersebut tidak berjalan mudah seperti yang ia bayangkan. Kekuatan Bisman ternyata jauh lebih besar dan berbahaya. Ya, risiko besar senantiasa membayangi setiap langkah Suzzanna.
Di tengah perjalanan balas dendam, Suzzanna bertemu Pramuja. Pramuja adalah pria taat agama yang tidak mengetahui masa lalu kelam Suzzanna. Hubungan keduanya kemudian berkembang perlahan dan penuh konflik batin. Suzzanna terjebak antara cinta dan dendam yang belum tuntas.
Comeback Luna Maya dan Reza Rahadian
Luna Maya kembali mendapat kepercayaan memerankan karakter Suzzanna. Peran ini menjadi kelanjutan dari dua film sebelumnya yang rilis pada 2018 dan 2023 lalu. Kali ini Suzzanna tampil sebagai manusia seutuhnya, bukan sosok hantu. Pendekatan karakter juga tampak lebih emosional dan realistis.
Bahkan, Luna Maya menjalani pelatihan khusus untuk meniru gestur dan intonasi mendiang Suzzanna. Detail suara dan ekspresi menjadi perhatian utama produksi. Pendekatan ini juga bertujuan menghadirkan rasa autentik bagi penonton. Harapannya, karakter Suzzanna bisa terasa hidup dan relevan.
Reza Rahadian turut bergabung sebagai Pramuja dalam Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Ini menjadi kolaborasi pertamanya dengan Soraya Intercine Films setelah 12 tahun. Reza menghadirkan karakter religius dengan konflik moral yang kuat. Hubungan Pramuja dan Suzzanna menjadi inti drama film ini.
Daftar Pemain
Luna Maya
Reza Rahadian
Clift Sangra
Iwa K
Nunung
Djenar Maesa Ayu
Andy /rif
Adi Bing Slamet
Ence Bagus
Azis Gagap
Yati Surachman
El Manik
Budi Bima
Trailer, Promosi, dan Respons Publik
Trailer resmi film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa rilis pada 26 Januari 2026 lalu. Durasi trailer berkisar 3 hingga 4 menit dan pertama kali diperkenalkan di acara Indonesia Comic Con. Cuplikan tersebut menampilkan nuansa gelap dengan tempo lambat. Atmosfer horor berangsur secara bertahap.
Dalam trailer, Suzzanna terlihat berada dalam kondisi lemah di rumah Pramuja. Adegan kemudian bergeser ke kilas balik masa lalu yang penuh tekanan. Kematian ayah Suzzanna tampak tragis dan intens. Elemen santet juga tampil dengan visual yang lebih modern.
Respons publik terhadap trailer terbilang positif. Banyak penonton memuji sinematografi dan kualitas efek visual. Diskusi tentang alur cerita ramai di media sosial. Akun Instagram @sorayaintercinefilms menjadi pusat interaksi warganet.
Jadwal Tayang dan Skala Produksi
Film ini akan tayang pada 18 Maret 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan momen libur Lebaran. Strategi ini terbilang sangat tepat untuk menjangkau penonton keluarga dewasa. Antusiasme penonton kemungkinan besar juga sangat tinggi.
Produksi film ini melibatkan pembangunan set rumah bergaya tahun 1982 di Pangandaran. Adegan besar menggunakan practical effect, termasuk pembakaran rumah dan peledakan mobil. Teknologi CGI diterapkan untuk menyempurnakan detail wajah karakter. Semua elemen digarap dengan standar tinggi.
Baca Juga: Na Willa Siap Tayang Lebaran 2026, Adaptasi Novel Favorit Reda Gaudiamo
Film ini menjadi judul ketiga Suzzanna hasil produksi Soraya Intercine Films. Pendekatan cerita Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa lebih berani dan emosional. Unsur horor bersanding dengan drama moral yang kuat. Besar harapan film ini mampu memberi pengalaman berbeda bagi penonton horor Indonesia. Apakah rencana balas dendam Suzzanna akan berhasil? Ketahui jawabannya dengan menyaksikan film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ketika Lebaran nanti, ya! (R10/HR-Online)

6 hours ago
4

















































