harapanrakyat.com,- Pemkab Sumedang, Jawa Barat, meminta seluruh warga meningkatkan kesiapsiagaan bencana menyusul curah hujan yang masih tinggi dan terjadi secara merata di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Baca juga: Pasca Gempa Pemkab Sumedang Intensifkan Edukasi Mitigasi Bencana, Warga Diminta Tetap Waspada
Dengan karakter geografis yang didominasi perbukitan, Kabupaten Sumedang termasuk daerah rawan bencana, khususnya bencana basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Situasi ini menuntut langkah pencegahan dan mitigasi yang terencana serta berkesinambungan.
Kesiapsiagaan Bencana Pemerintah Sumedang
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menegaskan, pentingnya upaya antisipatif sejak dini guna menekan risiko bencana. Hal itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi, dan Penanganan Bencana Alam yang berlangsung di kawasan Tahura Gunung Kunci, Jumat (20/1/2026).
Menurut Bupati, rapat koordinasi tersebut menjadi wadah untuk menyatukan pandangan dan menyerap masukan dari berbagai pihak, termasuk Forkopimda, terkait langkah-langkah strategis menghadapi potensi bencana di wilayah Sumedang.
Salah satu fokus utama yang disepakati adalah penguatan sistem informasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah akan mengoptimalkan penyebaran prakiraan cuaca dari BMKG melalui BPBD dan Humas Pemda hingga menjangkau tingkat desa.
“Informasi cuaca harus sampai langsung ke masyarakat. Camat diminta meneruskan ke desa, RT, dan RW. Dengan begitu, warga bisa segera mengambil langkah aman, misalnya menghindari kawasan rawan longsor atau mengungsi sementara jika berada di lereng yang berisiko,” ujar Bupati.
Baca juga: Remaja Putri di Sumedang Jalani Perawatan di RSUD Usai Tak Sengaja Menelan Jarum Pentul
Selain itu, hasil rakor juga menekankan pentingnya tindakan teknis di lapangan. Sejumlah perangkat daerah seperti BPBD, Dinas PUTR, dan DLHK akan melakukan pengecekan langsung terhadap peta kawasan rawan bencana berdasarkan kajian BMKG, BRIN, dan ITB. “Pemeriksaan terhadap kondisi jalan dan pepohonan yang berpotensi membahayakan juga akan dilakukan,” ucapnya.
Bupati menjelaskan, patroli lapangan akan digelar secara terpadu untuk mengidentifikasi titik-titik rawan longsor. Langkah antisipasi seperti pembangunan tembok penahan, pemasangan rucuk bambu, hingga penebangan pohon yang berisiko tumbang akan dilakukan sebelum terjadi bencana.
Tak hanya soal bencana alam, Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan selama musim hujan. Salah satu upaya yang didorong adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna mencegah penyebaran demam berdarah.
“Kami menggerakkan PSN dengan 3M, yaitu menutup, menguras, dan mengubur. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta segera berobat jika mengalami keluhan kesehatan,” katanya.
Larangan Menanam Tanaman Semusim
Bupati turut mengimbau warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan untuk tidak menanam tanaman semusim di lereng rawan longsor. Pemerintah daerah saat ini tengah mengkaji skema insentif bagi masyarakat yang beralih menanam tanaman keras demi menjaga kestabilan tanah.
“Tanaman palawija memang cepat menghasilkan, tetapi berisiko terhadap lingkungan. Karena itu, kami sedang mengkaji pemberian insentif bagi warga yang menanam tanaman keras,” jelasnya.
Baca juga: Baznas Sumedang Salurkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Siswi SD di Talun
Pemkab Sumedang juga memastikan akan melakukan perawatan lanjutan terhadap tanaman hasil reboisasi. Tanaman yang sudah ditanam akan dipantau, dipupuk, dan diganti apabila ditemukan yang mati.
Sementara itu, terkait aktivitas pertambangan, Bupati menegaskan bahwa seluruh galian ilegal di wilayah Sumedang telah ditutup. Adapun tambang yang memiliki izin resmi akan terus diawasi agar beroperasi sesuai dengan ketentuan. “Penutupan galian ilegal sudah kami lakukan. Untuk yang berizin, pengawasan akan diperketat agar tetap taat aturan. Ini bagian dari komitmen kami menjaga lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (Aang/R6/HR-Online)

8 hours ago
5

















































