harapanrakyat.com,- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya, menggelar demo program unggulan Wali Kota di depan Kantor Balai Kota Tasikmalaya. Aksi ini sempat diwarnai dorongan antara massa dan aparat kepolisian yang berjaga di gerbang balai kota, Jumat (30/1/26).
Unjuk rasa ini menyoroti satu tahun kinerja Walikota Tasikmalaya. Mahasiswa menyuarakan kritik keras terhadap sejumlah program unggulan Pemkot Tasikmalaya yang dinilai belum berjalan optimal sesuai dengan visi dan janji kampanye kepala daerah.
Alasan Mahasiswa Demo Program Unggulan Wali Kota
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Abdul Aziz, mengatakan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap program prioritas yang selama ini digadang-gadang pemerintah daerah. Ia menyebut program seperti Tasik Pintar dan Tasik Nyaman belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami mempertanyakan misi dan program unggulan yang selama ini dikampanyekan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya, khususnya oleh Wali Kota. Program Tasik Pintar dan Tasik Nyaman, kami nilai sampai hari ini belum berjalan dengan baik,” tegasnya.
Abdul Aziz menegaskan, kehadiran massa aksi ke Balai Kota juga bertujuan mendesak agar Wali Kota Tasikmalaya turun langsung menemui mahasiswa dan memberikan penjelasan atas berbagai persoalan yang terjadi di daerah.
“Permasalahan yang ada di Kota Tasikmalaya hari ini tidak terlepas dari kebijakan Wali Kota. Salah satunya program Tasik Pintar yang seharusnya mampu menuntaskan angka lama sekolah hingga dua belas tahun,” jelasnya. “Namun berdasarkan data yang kami miliki, rata-rata lama sekolah di Tasikmalaya masih sekitar sembilan tahun. Ini bertolak belakang dengan realita di lapangan.”
Selain sektor pendidikan, massa PMII juga menyoroti program kesehatan dan infrastruktur. Menurut mereka, program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) belum didukung oleh pelayanan publik yang optimal. “Bagaimana Germas bisa berjalan dengan baik jika pelayanan kesehatan dan pelayanan publik di Kota Tasikmalaya masih banyak masalah?” tambahnya.
Konsep Tasik Nyaman Dipertanyakan
Tak hanya itu, mahasiswa juga mempertanyakan konsep Tasik Nyaman yang dinilai belum selaras dengan kondisi infrastruktur dan lingkungan kota. “Bagaimana menciptakan Tasik Nyaman ketika pembangunan infrastruktur kerap berbenturan dengan kelestarian lingkungan. Program prioritas jangan hanya janji, tapi harus dibuktikan dengan langkah nyata,” tegas Abdul Aziz.
Baca juga: Warga di Tasikmalaya Keluhkan Suara Bising Aktivitas Penggilingan Batu
Lebih lanjut, Abdul Aziz mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan kali kedua dilakukan PMII Tasikmalaya. Sebelumnya, mereka telah mengajukan audiensi secara resmi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya, namun tidak mendapatkan respons yang jelas. “Ini sudah kedua kalinya kami melakukan aksi. Kami sudah menempuh prosedur administrasi, hampir tiga kali melayangkan surat audiensi. Tapi ketika kami datang ke Balai Kota, Wali Kota tidak dapat menemui kami dan tidak jelas didisposisikan kepada siapa,” pungkasnya. (Apip/R6/HR-Online)

9 hours ago
6

















































