Pemain Keturunan Eropa Kembali Jadi Target, Media Vietnam Ungkap Strategi Baru Timnas Indonesia

10 hours ago 7

Gelombang naturalisasi Timnas Indonesia memasuki babak baru yang lebih strategis di bawah komando pelatih anyar, John Herdman. Transformasi kebijakan PSSI dalam menjaring talenta pemain keturunan Eropa kini tidak hanya menjadi buah bibir di dalam negeri. Namun naturalisasi tersebut juga memicu sorotan tajam dari media mancanegara, termasuk media asal Vietnam, Soha.

Baca Juga: OTW ke Belanda, Maarten Paes Bisa Langsung Jadi Kiper Utama Ajax Amsterdam?

Dalam laporan khususnya, Soha menyoroti pergeseran paradigma PSSI yang dinilai kian profesional dan terukur. Jika sebelumnya proses naturalisasi sering dianggap bersifat spontan, era Herdman menandai dimulainya sistem pemantauan berbasis data dan analisis mendalam. Sehingga memastikan setiap pemain yang dipanggil memiliki standar kualitas Eropa yang mumpuni.

Empat Pemain Keturunan Eropa yang Masuk Radar PSSI

Media Vietnam tersebut melaporkan, bahwa Indonesia tengah mempersiapkan “amunisi” baru. Soha menyebut, bahwa PSSI tengah membidik empat nama potensial yang merumput di liga-liga elit di Benua Biru. Narasi yang berkembang menunjukkan bahwa PSSI kini lebih selektif, mengutamakan kecocokan taktis daripada sekadar kuantitas.

Pemain pertama yang masuk radar pantauan adalah Pascal Struijk (Leeds United). Pilar pertahanan tangguh yang berkompetisi di Inggris ini memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu. Kehadirannya diprediksi akan mengubah wajah lini belakang Garuda. Namun, tantangan besar menghadang, karena Struijk secara terbuka menyatakan masih memprioritaskan panggilan dari Timnas Belanda.

Pemain keturunan Eropa yang berpotensi PSSI naturalisasi adalah Jenson Seelt. Bek muda berbakat yang kini membela klub Bundesliga, Wolfsburg. Memiliki darah Maluku dari sang ayah, Seelt dipandang sebagai aset jangka panjang yang sangat potensial untuk mengawal pertahanan Indonesia di masa depan.

Baca Juga: Elkan Baggott Tampil Kembali dengan Ipswich Town, Sinyal Balik ke Timnas Indonesia?

Selanjutnya yaitu Dean Zandbergen (VVV Venlo). Untuk mempertajam daya gedor, nama Zandbergen muncul sebagai kandidat kuat. Penyerang jangkung bertinggi badan 188 cm ini memiliki akar dari Depok, Jawa Barat. Keunggulannya dalam duel udara diharapkan menjadi solusi bagi variasi serangan tim asuhan Herdman.

Nama terakhir adalah Laurin Ulrich (FC Magdeburg). Nama yang paling mencuri perhatian ini adalah mantan kapten timnas junior Jerman ini. Gelandang yang memiliki koneksi Indonesia melalui kakeknya tersebut, dikenal memiliki teknik tinggi dan visi bermain yang mampu meningkatkan kreativitas di sektor tengah.

Apresiasi dari Soha

Soha memberikan apresiasi khusus terhadap perubahan pola rekrutmen PSSI. Mereka menilai bahwa sistem seleksi saat ini jauh lebih rapi dan terencana. Pemain keturunan yang bermain di liga Eropa ini tidak lagi didatangkan secara “sewenang-wenang”. Melainkan melalui proses analisis menyeluruh, untuk memastikan mereka benar-benar mampu menaikkan level kompetitif skuad Garuda.

“Ini merupakan langkah maju baru bagi PSSI. Sistem perekrutannya jauh lebih terorganisir. Pemain dianalisis secara mendalam untuk memastikan kualitasnya tinggi, bukan praktik naturalisasi tanpa arah seperti tahun-tahun sebelumnya,” tulis Soha dalam laporannya.

Baca Juga: Bursa Transfer 2026, Juventus Pertimbangkan Pulangkan Emil Audero ke Allianz Stadium

Berburu pemain keturunan yang membela klub Eropa ini, John Herdman tampaknya ingin menegaskan bahwa Timnas Indonesia tidak hanya ingin sekadar bersaing di Asia Tenggara. Namun pelatih anyar ini benar-benar membangun pondasi kuat untuk berbicara banyak di kancah internasional yang lebih luas. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |