Shalat Sunnah Mutlak, Aturan Pelaksanaan dan Keutamaannya

8 hours ago 9

Shalat sunnah mutlak merupakan salah satu amalan yang cukup penting namun jarang umat muslim pahami. Ibadah sunnah ini mampu memperbanyak pahala di luar shalat wajib. Bahkan, pelaksanaannya cukup fleksibel, artinya bisa menjadi aktivitas rutin yang dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

Baca Juga: Salat Sunnah Awwabin, Keutamaan dan Cara Mengerjakannya dengan Benar

Mengenal Shalat Sunnah Mutlak

Bagi yang belum tahu, shalat mutlak adalah ibadah sunnah tidak terikat waktu, sebab, ataupun ibadah wajib tertentu. Berbeda dengan Dhuha, Tahajud, Tahiyatul Masjid, atau Istikharah yang memiliki ketentuan khusus, shalat ini bersifat lepas. Artinya umat muslim boleh melakukannya tanpa ada niat meminta sesuatu atau dengan batas waktu khusus.

Ibadah sunnah mutlak termasuk dalam kategori shalat tathawwu’. Dengan kata lain, melakukannya sebagai tambahan ibadah yang bertujuan memperbanyak amal saleh. Sekaligus meningkatkan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Karena tidak memiliki ketentuan khusus, niat shalat mutlak juga sederhana seperti berikut ini.

Jumlah Rakaat Bebas

Salah satu keistimewaan shalat sunnah mutlak adalah tidak adanya batas maksimal jumlah rakaat. Seorang muslim dapat melaksanakan ibadah ini sesuai kemampuan dan kesempatan masing-masing. Misalnya, bagi yang memiliki kelonggaran waktu dapat memperbanyak jumlah rakaat, begitu pun sebaliknya.

Meski demikian, pelaksanaannya tetap mengikuti tata cara shalat sunnah pada umumnya. Prosesnya yakni berlangsung dalam dua rakaat kemudian menutupnya dengan satu kali salam. Setelah selesai, seseorang dapat mengulanginya kembali dua rakaat demi dua rakaat apabila ingin menambah jumlahnya.

Baca Juga: Sholat Sunnah Kifaratul Bauli, Tata Cara Pelaksanaan dan Manfaatnya

Tidak ada ketentuan khusus mengenai bacaan surat setelah Surah Al Fatihah. Umat Islam dapat membaca surat-surat Al Quran selama mampu menghafal. Ini sama persis ketika melaksanakan shalat sunnah lainnya. Dengan fleksibilitas tersebut, shalat mutlak menjadi ibadah yang mudah umat amalkan, baik secara rutin maupun ketika senggang.

Waktu Pelaksanaan Terbaik dan yang Wajib Dihindari

Pada dasarnya, shalat sunnah mutlak dapat berlangsung pada siang maupun malam hari. Namun, banyak ulama menyebutkan bahwa waktu malam termasuk saat yang lebih utama untuk memperbanyak shalat sunnah. Hal itu karena malam merupakan waktu yang penuh ketenangan. Sehingga menjadi kesempatan terbaik untuk bermunajat kepada Allah SWT.

Meski dapat berlangsung hampir kapan saja, terdapat beberapa waktu yang wajib kita hindari. Ini karena termasuk waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat sunnah mutlak. Menghindari waktu-waktu terlarang adalah bagian dari adab dalam melaksanakan ibadah. Waktu-waktu tersebut meliputi:

  • Selepas shalat Subuh hingga matahari terbit.
  • Ketika matahari berada tepat di atas kepala (waktu istiwa) hingga mulai bergeser ke arah barat. Kecuali di hari Jumat menurut sebagian pendapat ulama.
  • Pasca melaksanakan shalat Ashar hingga matahari benar-benar terbenam.

Keutamaan Melakukan Shalat Mutlak

Sebagai bagian dari ibadah, shalat sunnah mutlak memiliki sejumlah keutamaan bagi seorang muslim yang mengerjakannya dengan ikhlas. Salah satu manfaat utamanya adalah menjadi penyempurna bagi ibadah wajib. Dalam berbagai penjelasan ulama, amalan-amalan sunnah dapat menjadi pelengkap apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan ibadah fardhu.

Selain itu, shalat mutlak juga menjadi sarana untuk memperbanyak amal kebaikan. Setiap gerakan shalat, mulai dari berdiri, rukuk, sujud hingga salam, bernilai ibadah. Sekaligus menjadi bagian dari catatan amal seorang muslim. Ibadah ini juga dapat membantu membangun kebiasaan menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui shalat di luar kewajiban lima waktu.

Semakin sering seseorang melaksanakan ibadah sunnah, kian besar pula kesempatan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kekhusyukan dalam beribadah. Karena tidak terbatas rakaat maupun waktu tertentu di luar waktu terlarang, melaksanakan shalat mutlak ideal dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti telah tertera sebelumnya, rutin melaksanakan shalat mutlak dapat membantu seseorang menjaga kedekatan dengan Allah SWT. Hasilnya hati menjadi lebih tenang dan terarah. Kebiasaan baik tersebut secara tidak langsung meningkatkan kesadaran untuk selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas. Dengan hati yang senantiasa terhubung kepada-Nya, seseorang lebih mudah mengendalikan hawa nafsu dan menghindari maksiat.

Baca Juga: Hukum Baca Doa Iftitah pada Sholat Sunnah dan Keutamaannya

Dengan memahami aturan serta keutamaan shalat sunnah mutlak, umat muslim diharapkan dapat melakukan ibadah ini secara optimal. Melalui ibadah sunnah sederhana namun penuh makna, shalat mutlak mampu menyempurnakan amalan wajib sehari-hari. Sekaligus mempererat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |