harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons santai terkait isu adanya protes dari masyarakat melalui media sosial mengenai rekayasa arus lalu lintas di kawasan Jalan Diponegoro, tepat di depan Gedung Sate, Kota Bandung.
Ia memastikan kondisi di lapangan saat ini aman kondusif dan masyarakat justru mulai merasakan kemudahan akses transportasi.
Dedi meluruskan anggapan miring publik dan menilai keluhan dari pengguna jalan sudah tidak ada lagi di lapangan.
Pemprov Jawa Barat telah mendesain rekayasa arus lalu lintas sedemikian rupa agar pergerakan kendaraan menjadi lebih efisien.
Menurutnya, penolakan atau protes yang sempat muncul dari warga di masa lalu terjadi hanya karena adanya asumsi awal bahwa akses Jalan Diponegoro akan tertutup total.
Namun, setelah sistem arus melingkar resmi beroperasi, tata kelola lalu lintas di kawasan pusat pemerintahan itu kini diklaim jauh lebih tertib.
“Yang protes yang di mana. Perasaan sekarang sudah tidak protes, baik-baik saja. Dulu protes karena asumsinya ditutup, tetapi sekarang jalannya melingkar dan lebih nyaman,” kata Dedi dikutip Kamis (16/07/2026).
Baca Juga: Tindak Lanjuti Sidak Dedi Mulyadi, Disnakertrans Jawa Barat Periksa 11 Pabrik Kapur di Citatah
Rekayasa Jalan Diponegoro Kota Bandung, Potong Jalur Menuju Jalan Layang Pasupati
Dedi berujar, perubahan arus ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi para pengendara yang datang dari arah Jalan Diponegoro.
Sistem baru ini berhasil memangkas waktu tempuh kendaraan karena memotong rute perjalanan yang sebelumnya dinilai berputar-putar.
“Yang dulu dari Diponegoro tidak bisa langsung ke Jembatan Pasupati, tidak usah lewat depan Hotel Pullman lagi, bisa lurus,” ujarnya.
Kini, para pengguna jalan yang ingin menuju ke arah Jalan Layang Pasupati atau Mochtar Kusumaatmadja bisa langsung tanpa harus melewati area depan Hotel Pullman lagi.
Dedi mengaku sudah membuktikan sendiri efektivitas dari perubahan arus tersebut dengan melintasi jalur melingkar baru itu sebanyak tiga kali.
“Justru sekarang itu akses dari Jalan Diponegoro ke Pasupati tidak usah memutar lagi, jadi sudah nyaman. Saya sudah tiga kali lewat situ dan rasanya lebih nyaman,” tuturnya.
Pemprov Jawa Barat berharap masyarakat dapat memahami tujuan jangka panjang dari penataan arus lalu lintas di sekitar ikon Kota Bandung ini.
Evaluasi berkala akan terus berjalan demi memastikan kenyamanan dan kelancaran mobilitas warga di area perkotaan tetap terjaga.
Sebagai informasi, Pemprov Jawa Barat mengalihkan Jalan Diponegoro yang berada di antara Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.
Baca Juga: Temukan Belasan Pabrik Kapur Ilegal di Cipatat, Dedi Mulyadi Siapkan Skenario Alih Profesi Karyawan
Para pengendara kendaraan bermotor dari arah Jalan Supratman-Pusdai-Citarum-Cilaki mengarah ke Jalan Trunojoyo-Cilamaya serta sebaliknya bisa melintasi Jalan Sentot Alibasyah, Surapati, dan Majapahit. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

10 hours ago
9

















































