Penemuan Mengejutkan Kawah Meteor di Google Maps oleh Warga Sipil

4 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Penemuan kawah meteor di Google Maps oleh warga Kanada bernama Joël Lapointe sangat mengejutkan dunia astronomi belakangan ini. Pria tersebut awalnya hanya merencanakan perjalanan berkemah melintasi wilayah terpencil Côte-Nord di Quebec melalui layar komputernya. Namun ia justru melihat formasi lubang melingkar raksasa selebar lima belas mil yang mencurigakan pada peta digital tersebut.

Baca juga: Penemuan Molekul Gula Erythrulose di Antariksa, Dekat Pusat Galaksi Bima Sakti

Temuan unik warga ini segera ia laporkan kepada peneliti profesional untuk proses verifikasi geologis secara lebih mendalam. Profesor Gordon Osinski dari Western University kemudian memimpin sebuah tim ekspedisi menuju lokasi terpencil di Kanada tersebut. Perjalanan menuju situs itu sangatlah berat karena medan yang mereka lalui tergolong amat kasar dan penuh rintangan.

Eksplorasi Kawah Bukti Hantaman Meteor Kuno di Aplikasi Google Maps

Tim ilmuwan ini menemukan tebing raksasa berupa batuan lelehan akibat benturan hebat benda langit purba di area sana. Asteroid raksasa itu diyakini menghantam planet bumi dengan kecepatan sangat tinggi pada jutaan tahun silam. Ledakan dahsyat tersebut mampu melelehkan puluhan kilometer kubik kerak permukaan planet menjadi cairan panas bersuhu amat tinggi.

Cairan panas itu lalu mendingin kembali dan berubah wujud menjadi batuan padat khas lokasi jatuhnya asteroid angkasa. Tim ahli juga mengamati keberadaan fitur batuan unik berbentuk kerucut pecah pada area kawah kuno tersebut. Jejak kerucut pecah ini terbentuk ketika gelombang kejut raksasa dari benturan benda angkasa menjalar menembus lapisan tanah keras.

Baca juga: Senyawa yang Menyebabkan Ozon Berlubang dan Rusak

Kondisi alam sekitar lokasi penemuan sungguh menantang sehingga menyulitkan pendaratan pesawat amfibi pengangkut para ilmuwan. Tim peneliti bahkan terpaksa turun ke air sejauh 50 meter dari garis pantai wilayah tersebut. Mereka harus berjalan mengarungi perairan sambil membawa seluruh peralatan berat demi mencapai daratan untuk mulai bekerja keras.

Penamaan Formasi Uhackatik dan Arti Penting Temuan Bagi Sains

Berdasarkan analisis awal, para peneliti meyakini bahwa lubang raksasa itu terbentuk sekitar 390 juta tahun silam. Formasi geologis langka ini kemudian resmi mendapat julukan Uhackatik setelah tim peneliti berkonsultasi dengan komunitas penduduk lokal. Pemberian nama tersebut amat menghormati nilai budaya Innu Council of Ekuanitshit yang telah lama menghuni kawasan itu.

Baca juga: Mass Balance Uji Laboratorium Kimia Otonom di Luar Angkasa

Dunia ilmu pengetahuan mencatat peristiwa ini sebagai tonggak penting bagi sejarah observasi meteorit di negara Kanada. Sebelumnya, wilayah ini tercatat hanya memiliki tiga puluh satu lubang raksasa yang secara resmi telah dikonfirmasi oleh ahli. Temuan dari masyarakat awam ini menambah koleksi berharga bagi riset geologi mengenai benda luar angkasa secara global.

Gordon Osinski akan mempresentasikan capaian luar biasa ini pada sebuah konferensi tingkat internasional di negara Jerman. Pengakuan secara resmi masih membutuhkan proses pengujian laboratorium yang lebih komprehensif dari sampel bebatuan di lokasi tersebut. Mungkin saja eksplorasi Google Maps Anda kelak berujung pada penemuan jejak meteor pembentuk kawah di lokasi lainnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |