Memasuki pertengahan tahun 2026, industri minuman Nusantara menyaksikan kebangkitan kembali produk legendaris yang berpadu dengan inovasi modern. Anggur Kolesom, merupakan produk yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak tahun 1948.
Kini, minuman tersebut kembali menjadi sorotan utama. Baik karena inovasi produk premiumnya maupun fenomena viral di media sosial yang memicu kontroversi.
Sebagai bentuk adaptasi terhadap zaman, varian Anggur Kolesom Premium kini hadir dengan kemasan yang lebih mewah dan botol dengan desain emboss khusus.
Baca Juga: Wedang Dongo Keprabon, Kuliner Legendaris Solo yang Hangatkan Malam Sejak 1963
Keunggulan utama dari varian ini adalah kehadiran ginseng asli di dalam setiap botolnya yang diklaim mampu meningkatkan stamina, memperlancar aliran darah. Serta membantu relaksasi jika mengonsumsinya dengan takaran yang benar.
Tak hanya sekadar minuman tradisional, produk ini mulai merambah pasar gaya hidup kelas atas melalui kolaborasi dengan restoran ternama seperti Haidilao Hotpot dan Oma Elly.
Di Oma Elly, minuman ini bahkan digunakan sebagai bahan masakan untuk menu Seared Duck Breast. Sehingga menciptakan harmoni rasa yang unik antara masakan Italia dan rempah tradisional Indonesia.
Kontroversi Anggur Kolesom Jumbo dan Status Halal
Namun, popularitas ini juga dibarengi dengan isu miring. Baru-baru ini, media sosial ramai oleh video viral penjual “Kolesom Jumbo” di area publik. Meskipun Satpol PP Jakarta Selatan telah mengklarifikasi bahwa video itu hanyalah konten kreatif, dan bukan penjualan nyata di lokasi tersebut, fenomena ini menarik perhatian LPPOM MUI.
Direktur Utama LPPOM, Muti Arintawati, memberikan peringatan keras terkait kandungan alkohol dalam minuman sejenis yang mencapai 19,7 persen.
Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 10 Tahun 2018, minuman dengan kadar alkohol di atas 0,5 persen masuk kategori sebagai khamr yang hukumnya haram dan najis menurut syariat Islam. LPPOM menekankan bahwa klaim manfaat kesehatan atau popularitas di media sosial tidak bisa menjadi tolok ukur kehalalan suatu produk.
Baca Juga: Minuman Viral yang Bikin Heboh dan Disukai Kalangan Remaja
Mengenal Bahan Utama: Kolesom Jawa (Talinum paniculatum)
Di balik produk minumannya, tanaman Kolesom Jawa atau Ginseng Jawa sendiri memiliki nilai botani yang tinggi. Tanaman bernama latin Talinum paniculatum ini berasal dari Amerika Serikat bagian selatan dan Amerika Latin. Namun kini banyak ditemukan juga di Asia.
Selain sebagai tanaman hias, akarnya secara tradisional bermanfaat sebagai obat penambah vitalitas dan kebugaran. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun som jawa memiliki aktivitas biologi sebagai antibakteri dan antiinflamasi.
Meskipun sering dikaitkan dengan stamina, konsumsi Anggur Kolesom tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab. Sebagai minuman beralkohol, konsumsi berlebihan dapat memicu efek samping jangka pendek. Seperti pusing, mual, gangguan pencernaan, hingga insomnia.
Untuk penggunaan jangka panjang, patut mewaspadai risiko serius seperti kerusakan hati (sirosis), gangguan irama jantung, hingga ketergantungan fisik dan psikologis. Kelompok lansia sebaiknya berhati-hati karena metabolisme yang lebih lambat dan risiko interaksi obat.
Dosis yang umumnya untuk meminimalkan risiko adalah sekitar 20-40 mililiter sebanyak tiga kali sehari. Sebaiknya konsumsi setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung.
Tren Pasar dan Harga di Tahun 2026
Baca Juga: Minuman untuk Mengatasi Insomnia yang Lezat dan Bermanfaat
Data pasar per Juli 2026 menunjukkan bahwa rata-rata harga Anggur Kolesom di Indonesia berkisar pada Rp 148.185. Variasi produk mulai dari ukuran kecil 275 ml hingga botol besar 620 ml.
Minuman berbasis rempah dan bahan lokal ini akan terus naik daun hingga akhir tahun 2026. Hal itu karena pergeseran minat konsumen pada rasa otentik dan alami.
Bagi para penikmat kuliner, Anggur Kolesom juga mulai banyak dikreasikan menjadi campuran minuman modern. Seperti resep Kolesom Susu yang memadukan 20ml Anggur Kolesom dengan 80 ml susu rasa madu dan sedikit bubuk kayu manis untuk rasa yang lebih creamy dan bold fruity. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

9 hours ago
8

















































