Pangandaran Jadi Tuan Rumah Indonesia Derby 2026, Ribuan Penonton Diprediksi Padati Pacuan Kuda Legokjawa

2 hours ago 2

harapanrakyat.com,- Kejuaraan Indonesia’s Horse Racing Seri 1 Indonesia Derby 2026 dipastikan akan menjadi magnet besar, khususnya bagi pencinta olahraga berkuda nasional. Babak penyisihan kejuaraan ini, rencananya pada Minggu, 12 Juli 2026. Sementara babak final dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026.

Baca Juga: Indonesia’s Horse Racing Merdeka Cup 2025 di Pangandaran Jadi Sorotan, Satu-satunya Pacuan Kuda Tepi Pantai di Indonesia

Ketua Harian PORDASI Jawa Barat Asep Noordin mengatakan, untuk ajang berkuda ini, Pangandaran yang menjadi tuan rumah ajang bergengsi tersebut. Sehingga, ia memprediksi ribuan penonton akan memadati Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa, Kecamatan Cimerak.

Asep mengatakan, berbagai persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan kejuaraan nasional tersebut berjalan sukses. Mulai dari kesiapan lintasan pacuan (track), kandang kuda, tribun penonton, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya kini menjadi fokus utama panitia.

“Saat ini saya melihat langsung kondisi persiapan penyisihan Indonesia Derby 2026. Tentu yang harus disiapkan mulai dari track, kandang, tribun, hingga berbagai keperluan lainnya, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” kata Asep, Sabtu (11/7/2026).

Indonesia Derby 2026 Diikuti Peserta dari 18 Provinsi

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI), Aryo P.S. Djojohadikusumo. Ucapan ini karena telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Pangandaran, sebagai lokasi penyelenggaraan kejuaraan berkuda tingkat nasional.

Menurut Asep, penunjukan Pangandaran sebagai tuan rumah merupakan momen bersejarah sekaligus kebanggaan bagi daerah. Ia mengingatkan, kawasan Legokjawa sebelumnya juga pernah menjadi venue cabang olahraga berkuda pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016.

“Ini menjadi sejarah bagi Kabupaten Pangandaran. Dulu, pada tahun 2016, kawasan ini pernah menjadi venue PON. Kini kembali dipercaya menjadi tuan rumah Indonesia Derby 2026. Saya optimistis ribuan penonton akan datang menyaksikan langsung balapan di Pacuan Kuda Legokjawa,” tambah Asep.

Baca Juga: Berada Pinggir Pantai, Pacuan Kuda Legokjawa Pangandaran Terindah di Dunia

Antusiasme peserta pun terlihat cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat kurang lebih dari 18 provinsi telah terdaftar untuk mengikuti kejuaraan tersebut, dengan dimeriahkan sekitar 200 ekor kuda pacu dari berbagai daerah di Indonesia.

“Atas nama masyarakat Kabupaten Pangandaran dan Jawa Barat, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan, dan partisipasi seluruh peserta dari berbagai provinsi,” ucapnya.

Asep menilai, Pacuan Kuda Legokjawa memiliki daya tarik yang tidak dimiliki arena pacuan lainnya di Indonesia. Lokasinya yang berada tepat di kawasan pesisir pantai, menjadi keunikan tersendiri yang diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan maupun penonton.

“Kami meyakini Pacuan Kuda Legokjawa merupakan satu-satunya arena pacuan kuda di Indonesia yang berada di tepi pantai. Karena itu, event ini bukan hanya menjadi ajang olahraga. Tetapi juga, memiliki potensi besar dalam mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Menggerakkan Ekonomi Lokal

Selain menjadi panggung kompetisi nasional, penyelenggaraan Indonesia Derby 2026 juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran atlet, joki, pelatih, groom, ofisial, hingga keluarga peserta, dipastikan akan menggerakkan sektor usaha masyarakat. Mulai dari UMKM, kuliner, penginapan, hingga jasa penyewaan kandang.

Saat ini, peserta yang telah terkonfirmasi berasal dari berbagai daerah. Seperti dari Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, serta seluruh provinsi di Pulau Jawa.

Menariknya, para peserta Indonesia Derby 2026 tidak datang hanya saat hari perlombaan berlangsung. Sebagian besar kuda beserta tim pendamping telah berada di Pangandaran sejak beberapa pekan sebelum pertandingan dimulai, untuk menjalani proses adaptasi dan latihan.

“Artinya, perputaran ekonomi sudah terjadi jauh sebelum hari pelaksanaan. Para groom, joki, pelatih, hingga ada beberapa pemilik kuda sudah berada di Pangandaran sejak beberapa waktu lalu. Ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Tradisi pacuan kuda yang telah berkembang sejak era 1970-an di Legokjawa juga menjadi modal kuat dalam menjaga eksistensi olahraga berkuda di Pangandaran. Menurut Asep, masyarakat memiliki kedekatan budaya dengan olahraga tersebut, sehingga setiap penyelenggaraan selalu mendapat sambutan antusias.

Di sisi lain, keterbatasan fasilitas kandang juga menjadi peluang ekonomi baru bagi warga. Saat ini panitia menyiapkan sekitar 70 kandang, namun jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk menampung seluruh kuda peserta. Akibatnya, banyak warga yang menyewakan kandang pribadi maupun rumah tinggal kepada peserta dan ofisial.

Baca Juga: Persiapan Jateng Derby 2026, Kuda-Kuda Unggulan Berlatih di Pacuan Cibogo Sumedang

“Masyarakat ikut merasakan manfaatnya. Ada yang menyewakan kandang, rumah, hingga berbagai kebutuhan lainnya. Jadi, event Indonesia Derby 2026 ini bukan hanya soal olahraga prestasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Pangandaran,” pungkasnya. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |