Diduga Jadi Korban Penyekapan dan Penganiayaan di Sumedang, Pria 46 Tahun Warga Bandung Meninggal Dunia

12 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Seorang pria berinisial H (46) meninggal dunia, setelah diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan. H diduga disekap dan dianiaya oleh sejumlah orang, di kawasan Bundaran Alam Sari, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian itu sempat menghebohkan warga sekitar di lokasi kejadian. 

Baca Juga: Aniaya 6 Korban Secara Sadis, 20 Pelajar Asal Garut yang Diduga Gabung Geng Motor Kena Ciduk Polisi 

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Wirahadikusumah Sumedang, untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. Korban dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2026) pagi 

Pasca kejadian, lokasi yang diduga menjadi tempat berlangsungnya peristiwa tersebut masih dipasangi garis polisi pada Minggu (9/8/2026). Sementara itu, jenazah korban penyekapan dan penganiayaan yang diketahui merupakan warga Bandung, telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipadung, Kelurahan Kota Kaler. Sebelumnya, korban menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga mengalami penyekapan dengan kondisi tangan dan kaki diikat. H juga disebut mengalami penganiayaan hingga mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya.

Baca Juga: Terjaring Razia Polisi, Pengendara Motor di Sumedang Hancurkan Knalpot Brong Sendiri

Kondisi Fisik Korban Penyekapan dan Penganiayaan Cukup Parah

Kosasih, keluarga korban mengatakan, dirinya pertama kali mendapat informasi mengenai kondisi H dari Bhabinkamtibmas. Setelah menerima kabar tersebut, ia langsung mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi korban.

“Saya mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas yang datang ke rumah. Setelah itu saya langsung ke IGD rumah sakit, dan melihat ipar saya sudah terkapar dalam kondisi tidak sadarkan diri,” kata Kosasih, Minggu (9/8/2026).

Menurut Kosasih, kondisi fisik H saat ditemukan cukup parah. Korban menderita luka di bagian wajah hingga kedua kakinya. Selain itu sebelum meninggal, korban sedang menjalani pengobatan tradisional di Kabupaten Sumedang. 

“Kondisi luka korban mukanya bengkak semua. Terus yang di atas bawahnya berdarah, dari kaki keluar darah juga kanan kiri,” ungkapnya.

Keluarga sempat menerima informasi yang berbeda mengenai waktu meninggalnya korban penyekapan dan penganiayaan. Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut kepada pihak rumah sakit, keluarga mendapat kepastian bahwa H telah meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB.

Keluarga berharap, aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan mengamankan pihak-pihak yang diduga terlibat. “Kami berharap pihak berwajib segera bertindak. Para pelaku segera diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku, setimpal dengan perbuatannya,” pungkas Kosasih.

Baca Juga: Korban Pembacokan Kerabat Asal Garut Meninggal Dunia, Polisi Temukan Fakta Baru

Dugaan penyekapan dan penganiayaan yang berujung meninggalkan korban berinisial H tersebut, kini sudah ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang. Pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut, untuk mengungkap motif di balik kejadian tersebut. (Aang/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |