harapanrakyat.com,- Kisah sejarah Nabi Adam taubat selalu memberikan banyak pelajaran sangat berharga bagi seluruh umat manusia saat ini. Manusia pertama yang diciptakan Allah ini melanggar larangan suci saat tinggal di dalam kenikmatan surga. Kemudian, Allah segera menurunkan beliau beserta istrinya Hawa ke bumi untuk menjalani kehidupan fana yang baru.
Baca juga: Kisah Nabi Adam Haji di Makkah, Ikut Tawaf Bersama Malaikat
Sementara itu, manusia pertama tersebut sangat menyesali kesalahan besar yang telah mereka perbuat akibat godaan halus iblis. Menurut sebuah riwayat, beliau menangisi kesalahannya di dunia selama tujuh puluh tahun tanpa henti. Oleh karena itu, Allah yang Maha Penyayang mengajarkan beberapa kalimat doa pengampunan kepada hamba pilihan-Nya tersebut.
Doa Penuh Makna Saat Nabi Adam Melakukan Taubat
Kemudian, doa memohon ampunan yang penuh makna ini diabadikan secara abadi dalam Surah Al-A’raf ayat 23. Mereka berdua dengan sangat tulus mengakui telah menzalimi diri sendiri karena kelemahan sifat dasar manusiawi mereka. Di samping itu, mereka sama sekali tidak mencari pembenaran atau menyalahkan iblis atas kesalahan fatal tersebut.
Lebih lanjut, ahli tafsir menjelaskan bahwa pengakuan kesalahan ini merupakan bentuk kerendahan hati yang sangat mulia. Hal ini menunjukkan perbedaan yang sangat mendasar antara perilaku manusia pertama dan kesombongan karakter dari iblis. Sebaliknya, iblis menolak mengakui dosanya, enggan menyesal, dan justru berputus asa dari rahmat Allah yang luas.
Baca juga: Keteladanan Nabi Adam, Manusia Pertama di Bumi
Sementara itu, nenek moyang manusia kita segera mengakui dosa mereka dan cepat memohon ampunan kepada Tuhan. Sikap rendah hati inilah yang akhirnya menyelamatkan mereka dari kehancuran abadi di dunia dan juga akhirat. Bahkan, sebuah pendapat para ahli sejarah menyebutkan bahwa masa permohonan ampunan ini berlangsung sangat lama sekali.
Sejalan dengan dalil Al Quran, ulama Ibnu al-Jauzi mencatat bahwa masa tersebut berlangsung selama tiga ratus tahun. Dengan demikian, rentang waktu yang sangat panjang ini membuktikan penyesalan yang sungguh-sungguh dari dasar lubuk hati. Pastinya, proses ini mengajarkan kita bahwa memohon ampunan membutuhkan kesabaran luar biasa dan keteguhan iman sejati.
Waktu Diterimanya Ampunan dan Pelajaran Berharga Kehidupan
Setelah ratusan tahun memohon tanpa lelah, Allah akhirnya menerima permohonan ampunan dari hamba-Nya yang sangat saleh. Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa peristiwa bersejarah penerimaan ampunan ini terjadi tepat pada hari Asyura yang mulia. Akibatnya, tanggal sepuluh Muharram memiliki ragam keutamaan besar dalam catatan sejarah peradaban agama Islam hingga kini.
Selain itu, sebuah riwayat hadits mengisahkan bahwa manusia pertama ini berwasilah menggunakan nama suci Nabi Muhammad. Beliau mengingat pernah melihat nama agung utusan terakhir tersebut tertulis indah di sekitar tiang Arsy Allah. Tentu saja, Allah segera mengampuninya karena beliau menyebut kemuliaan makhluk yang paling dicintai oleh Tuhan tersebut.
Baca juga: Jejak Kaki Nabi Adam, Berdasarkan Temuan Ada di Sri Lanka
Tambahan pula, peristiwa sejarah ini membuktikan bahwa pintu kasih sayang Tuhan senantiasa terbuka lebar bagi hamba-Nya. Agama mengajarkan bahwa Tuhan meluaskan ampunan-Nya setiap siang dan malam bagi siapapun yang bersungguh-sungguh menyesal. Oleh karenanya, manusia modern dilarang keras untuk mudah menyerah saat terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan duniawi.
Akhirnya, setiap manusia yang hidup di bumi ini pasti tidak luput dari berbuat suatu kesalahan besar. Sebagai hasilnya, kita harus senantiasa mencontoh kesungguhan Nabi Adam saat memanjatkan doa taubat kepada Tuhan semesta. (Muhafid/R6/HR-Online)

19 hours ago
13

















































