harapanrakyat.com,- Pelarian Nabi Musa ke Madyan merupakan sebuah peristiwa bersejarah yang amat penuh hikmah. Awal mulanya, sang nabi secara tidak sengaja menghilangkan nyawa seseorang di kawasan Mesir. Selanjutnya, beliau memutuskan untuk segera meninggalkan negerinya demi menghindari amukan kejaran bala tentara Firaun.
Baca juga: Kisah Nabi Musa Menampar Malaikat Maut Sebelum Wafat
Perjalanan panjang ini kabarnya ditempuh dengan berjalan kaki selama delapan hari berturut-turut lamanya. Selama masa perjalanan tersebut, beliau hanya bertahan hidup dengan memakan dedaunan yang segar. Pada akhirnya, seorang malaikat datang untuk memandu langkahnya menuju sebuah negeri yang amat aman.
Kisah Menakjubkan Pelarian Nabi Musa ke Negeri Madyan
Setibanya di sana, beliau melihat sekelompok penggembala sedang berebut mengambil air dari sumur. Di samping itu, ada dua perempuan yang berdiri menahan gerak hewan ternak mereka. Oleh karena itu, sang nabi segera mendekat dan menanyakan kondisi kedua perempuan tersebut.
Kedua perempuan itu ternyata adalah putri kandung dari sosok nabi bernama Syu’aib. Mereka terpaksa menunggu para laki-laki selesai karena sang ayah sudah berusia sangat tua. Mendengar hal itu, beliau langsung mengangkat bongkahan batu raksasa yang menjadi penutup sumur tersebut.
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Musa yang Berkhianat Menyesatkan Bani Israil
Kemudian, batu penutup yang sangat besar itu konon wujudnya sangatlah berat dan keras. Bahkan, benda tersebut konon hanya bisa diangkat secara bersamaan oleh sepuluh orang laki-laki. Setelah berhasil menolong mereka, beliau kembali duduk berteduh di bawah rindangnya sebuah pohon.
Sembari beristirahat, beliau memanjatkan sebuah doa yang sangat lirih dari dalam lubuk hatinya. Beliau memohon kepada Tuhan agar segera diberikan suatu kebaikan dan juga ragam kemudahan. Tentu saja, doa ini merupakan bukti keteguhan serta kepasrahan yang tulus kepada sang Pencipta.
Kehidupan Baru dan Pernikahan di Tanah Pengasingan
Tidak lama berselang, salah satu perempuan itu kembali menemuinya dengan sikap sangat malu-malu. Perempuan itu menyampaikan undangan ayahnya untuk memberikan balasan langsung atas kebaikan sang pemuda. Sebagai akibatnya, pemuda tangguh ini bersedia untuk berjalan mendatangi rumah orang tua tersebut.
Sesampainya di sana, beliau menceritakan semua kejadian kelam di Mesir kepada sang tuan. Orang tua yang bijaksana itu segera memintanya agar tidak perlu lagi merasa amat takut. Terlebih lagi, kawasan itu sudah berada sangat jauh di luar jangkauan kekuasaan Firaun.
Selanjutnya, salah satu putrinya menyarankan sang ayah untuk segera mempekerjakan pemuda pemberani itu. Perempuan tersebut menilai sang pemuda sangatlah kuat dan juga amat bisa memegang dipercaya. Kemudian, sang ayah menawarkan sebuah pekerjaan merawat ternak dengan imbalan sebuah janji pernikahan.
Baca juga: Shafura Istri Nabi Musa yang Sopan dan Shalehah
Pemuda tersebut harus bekerja menggembala secara sangat tekun selama delapan hingga sepuluh tahun. Dengan demikian, sang pemuda menyetujui perjanjian mulia tersebut demi memulai rangkaian kehidupan barunya. Selama masa tersebut, beliau belajar banyak hal berharga mengenai keikhlasan bekerja dan nilai kesabaran.
Beliau akhirnya menikahi seorang putri pemalu yang sangat setia bernama Shafura. Kawasan tempat tinggal mereka itu saat ini diperkirakan berada di kawasan provinsi Tabuk. Lokasi bersejarah ini berjarak sangat jauh tepatnya pada arah sebelah barat laut Tabuk.
Petilasan pada masa lalu tersebut saat ini telah dikenal luas dengan nama Maghaer Shoaib. Bahkan, kawasan ini menjadi tujuan wisata sejarah Islam yang amat menakjubkan di Arab. Kisah pelarian Nabi Musa ke Madyan senantiasa mengajarkan seluruh umat mengenai nilai kesabaran. (Muhafid/R6/HR-Online)

18 hours ago
12

















































