Jelang Pelantikan PC GP Ansor Pangandaran, Puluhan Kader Ikuti Diklatsar Banser Angkatan IX

1 day ago 11

harapanrakyat.com,- Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, resmi membuka Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) angkatan IX.

Kegiatan kaderisasi ini diikuti oleh sekitar 40 peserta dan menjadi bagian dari rangkaian agenda menjelang pelantikan PC GP Ansor Kabupaten Pangandaran. Kegiatan pengkaderan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Fatah, Bojong Jati, Kecamatan Pangandaran, Jumat (10/7/2026).

Prosesi pembukaan diawali dengan apel khidmat yang dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pangandaran, Muhlis Nawawi, selaku instruktur upacara.

‎ Muhlis mengatakan, diklatsar ini merupakan instrumen penting untuk menjaring anggota baru sekaligus memperkuat kapasitas wawasan ke-NU-an.

Baca Juga: Bangun Kemandirian Kader, PC Ansor Pangandaran Launching Penanaman 14.900 Bibit Pohon Balsa

Diklatsar Banser Angkatan IX di Pangandaran

Melalui pelatihan fisik dan mental, para calon anggota diharapkan memiliki keteguhan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Serta militansi yang tinggi terhadap organisasi.

“Proses pengabdian di Ansor maupun Nahdlatul Ulama secara luas tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya ideologi yang jelas dan militansi yang kuat. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi modal utama bagi siapa saja yang ingin bergabung menjadi keluarga besar Ansor dan Banser di Kabupaten Pangandaran,” terangnya kepada Harapan Rakyat.

‎Muhlis menekankan tiga tugas pokok yang wajib diemban oleh setiap kader Ansor dan Banser dalam menjalankan roda organisasi. Tugas pertama adalah Himayatuddin, yaitu menjaga keutuhan agama Islam dengan merawat amaliah. Serta tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sesuai dengan tuntunan para kiai dan ulama.

‎Tugas kedua adalah Himayatuddaulah, yakni komitmen untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai potensi ancaman. Baik yang bersifat ideologis maupun gerakan dari kelompok transnasional.

‎Sementara tugas ketiga adalah Himayatul Ummah, yang mana Ansor dan Banser dituntut memiliki kepekaan sosial serta tanggung jawab besar terhadap kemaslahatan masyarakat.

Kader Banser harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga. Baik dalam ranah keagamaan, sosial, maupun kemasyarakatan lainnya.

“Keberadaan Banser di tengah-tengah masyarakat harus benar-benar memberikan manfaat nyata dan menjadi penolong. Bukan justru menjadi kelompok yang meresahkan. Prinsip ini yang kami tanamkan secara mendalam selama proses pendidikan,” tegasnya.

Baca Juga: Nasab Syekh Mukhtar Paledah Pangandaran Dibuka, Ketum GP Ansor Langsung Ziarah

Tantangan Ideologi di Wilayah Pusat Pariwisata

Sementara Sekretaris PCNU Kabupaten Pangandaran, Fuad Husen, yang mewakili Ketua PCNU. Selain itu, tampak hadir Camat Pangandaran, perwakilan Koramil dan Polsek, pengurus MWC NU. Serta kader Muslimat dan Fatayat NU setempat.

Dalam sambutan tertulis Ketua PCNU yang dibacakan oleh Fuad Husen, pemilihan Pesantren Al-Fatah pimpinan Kyai Muhajir dinilai sangat tepat sebagai lokasi diklatsar Banser angkatan IX penempaan kader. Mengingat, tantangan ideologi di wilayah pusat pariwisata seperti Pangandaran terbilang sangat kompleks.

“Kecamatan Pangandaran adalah wajah utama daerah kita, pusat pariwisata tempat bertemunya jutaan manusia dan berbagai macam budaya. Ada potensi kemajuan, di situ ada potensi ancaman,” ujar Fuad saat membacakan sambutan.

Ia mengingatkan, sebagai daerah pariwisata, potensi masuknya paham yang menyimpang dan kemaksiatan bisa mengancam moral generasi muda kapan saja. Oleh karena itu, kehadiran Banser yang tangguh sangat mutlak diperlukan untuk membentengi umat. Serta menjaga marwah para kiai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Banser Garda Depan NU

Di hadapan puluhan calon anggota Banser, Fuad juga menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dan mental baja selama mengikuti pelatihan beberapa hari ke depan. Menurutnya, Banser sebagai garda depan NU harus memegang teguh prinsip satu komando.

Baca Juga: Setahun Citra-Ino Pimpin Pangandaran, GP Ansor Beri Rapor Hijau dan Merah: Humanis tapi Pemerintahan Kurang Harmonis

“Di Banser, hukumnya hanya satu. Satu komando, sam’an wa tha’atan. Mendengar dan patuh kepada instruksi kiai dan pimpinan. Banser tidak butuh penakut, kita butuh kader yang siap bergerak,” tegasnya memotivasi peserta.

Melalui Diklatsar Angkatan ke-IX ini, PCNU Pangandaran berharap para peserta dapat bertransformasi menjadi kader yang militan, berakhlak mulia. Serta siap berkhidmat demi menjaga kiai, agama, bangsa, dan keutuhan NKRI.

Pelaksanaan Diklatsar ini dijadwalkan rampung sebelum puncak acara pelantikan PC GP Ansor Kabupaten Pangandaran. Acara seremonial pelantikan tersebut rencananya akan berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026, berlokasi di Lapang Merdeka Pangandaran. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |