Insentif Kendaraan Listrik Ditunda, Pemerintah Fokus pada Bantuan Pangan dan Diskon Transportasi

12 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan penyesuaian terhadap jadwal peluncuran beberapa program stimulus ekonomi. Meski kebijakan insentif kendaraan listrik harus mengalami pengunduran jadwal, namun berbagai bantuan sosial dan potongan harga transportasi tetap berjalan sesuai rencana.

Kebijakan pemerintah untuk fokus dulu pada bantuan pangan dan diskon transportasi umum demi menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: Pemerintah Guyur Diskon Tarif Transportasi Umum Saat Libur Sekolah 2026, Cek Daftar Lengkapnya!

Insentif Kendaraan Listrik Mundur Satu Bulan

Penerapan program insentif motor listrik yang semula dijadwalkan mulai Juni 2026, kini resmi ditunda selama satu bulan ke depan.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Senin (22/6/2026) di Jakarta. Menurutnya, langkah ini diambil karena pemerintah masih mematangkan skema dan mekanisme penyaluran bantuan fiskal tersebut.

Meskipun pemberian insentif kendaraan listrik mengalami kemunduran jadwal, target pemerintah tetap ambisius dengan sasaran masing-masing 100 ribu unit untuk mobil listrik dan sepeda motor listrik tahun ini.

Besaran bantuan untuk motor listrik mencapai sekitar Rp 5 juta per unit, yang bertujuan untuk menekan ketergantungan pada impor BBM. Serta mempercepat penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Bantuan Pangan dan Subsidi Kedelai Berlanjut

Kabar baik bagi masyarakat, pemerintah memastikan jadwal penyaluran bantuan pangan mulai Juli hingga September 2026. Program ini menyasar sekitar 33,24 juta penerima sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun guna menangkal dampak ketidakpastian geopolitik.

Beberapa poin penting terkait stimulus ini antara lain, untuk anggaran bantuan pangan menguras dana sekitar Rp 17,54 triliun hingga Rp 18,04 triliun.

Baca Juga: Jemput Bola, Kemnaker Rangkul Lulusan Difabel dalam Program Magang Nasional

Kemudian subsidi kedelai (SPHP), yang mana perajin tahu dan tempe akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 2.000 per kilogram dengan kuota mencapai 250 ribu ton.

Pemerintah berharap langkah proaktif ini mampu menjaga stabilitas ekonomi domestik dari potensi risiko eksternal yang muncul.

Diskon Transportasi dan Fasilitas PPN DTP

Menjelang masa libur sekolah dan periode Natal-Tahun Baru (Nataru), pemerintah menyiapkan insentif transportasi besar-besaran senilai total Rp 1,54 triliun hingga Rp 2,04 triliun.

Kebijakan ini mencakup berbagai moda transportasi, yaitu kereta api dan Kapal Pelni mendapatkan diskon tiket sebesar 30 persen pada periode libur sekolah (Juni-Agustus 2026), dan Nataru (Desember 2026-Januari 2027).

Selanjutnya penerbangan domestik, pemerintah memberikan fasilitas PPN DTP 100 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi berjadwal. Serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan melalui ASDP.

Penguatan Sumber Daya Manusia melalui Program Vokasi

Selain bantuan langsung, pemerintah tetap memprioritaskan peningkatan kualitas tenaga kerja melalui program magang dan pelatihan vokasi. Target peserta untuk program magang nasional angkatan kedua tahun 2026 ini sebanyak 150 ribu orang.

Baca Juga: Harga Jual Beras SPHP 2026 Dipastikan Stabil, Bapanas Perketat Pengawasan Mafia Pangan

Sementara pelatihan vokasi akan menjangkau 220 ribu orang, termasuk mereka yang terkena dampak PHK. Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk sektor vokasi dan magang ini totalnya mencapai Rp 6,26 triliun.

Dengan berbagai kebijakan ini, pemerintah optimis aktivitas ekonomi domestik akan tetap stabil di tengah tantangan ekonomi dunia yang terus bergulir. Meskipun harus menunda dulu program insentif kendaraan listrik pada bulan Juni ini. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |