Ricuh Piala Soeratin U-15 di Garut Berakhir Damai, Manajemen Tasik Raya Islah dengan Panitia

7 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Kericuhan yang mewarnai pertandingan Piala Soeratin U-15 di Stadion Jayaraga, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berakhir damai. Manajemen Tasik Raya dan panitia pertandingan sepakat menempuh jalan islah untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Pertandingan Tasik Raya kontra Banjar Patroman di Sarana Olahraga (SOR) Jayaraga pada Sabtu (22/8/2026) sempat diwarnai kericuhan. Insiden tersebut terjadi setelah pemain Tasik Raya tersulut emosi akibat keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada tim lawan.

Pasca kejadian, manajemen Tasik Raya bersama panitia pertandingan kemudian melakukan musyawarah. Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan yang muncul, termasuk insiden yang melibatkan pemain dengan perangkat pertandingan, tanpa memperpanjang masalah.

Manajer Tasik Raya, Akbar Stepan Ilhami, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kericuhan yang terjadi. Ia menegaskan, manajemen menghormati hasil musyawarah dan kesepakatan damai yang telah dicapai.

“Kami dari manajemen Tasik Raya meminta maaf kepada seluruh warga dan panitia atas terjadinya kericuhan kemarin. Musyawarah dan islah sudah dilakukan oleh kedua belah pihak secara kekeluargaan,” kata Akbar saat ditemui di Kantor PSSI Garut, Minggu (23/8/2026).

Meski persoalan telah diselesaikan secara damai, Akbar menyampaikan sejumlah evaluasi terkait jalannya pertandingan. Salah satunya mengenai keputusan wasit yang memberikan penalti setelah menganggap kiper Tasik Raya melakukan pelanggaran.

Baca Juga: Ricuh Sepak Bola Piala Soeratin di SOR Jayaraga Garut, Terungkap Panitia Tak Kirim Rekomendasi Pengamanan

Menurutnya, pihak manajemen menilai kejadian tersebut bukan sebuah pelanggaran, tetapi benturan antara kiper dan striker. Keputusan tersebut kemudian memicu ketegangan di tengah pertandingan.

“Berawal dari pelanggaran, itu sudah jelas seharusnya tidak pelanggaran. Mungkin saya sangat dirugikan sama wasit,” ujarnya.

Manajemen Tasik Raya Soroti Aspek Keamanan Piala Soeratin U-15 di Garut

Akbar juga menyoroti aspek keamanan selama pertandingan. Ia menyayangkan tidak adanya petugas yang melakukan pengamanan di sekitar lokasi pertandingan, padahal pertandingan sepak bola dengan tensi tinggi membutuhkan pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan.

“Tadi juga dibahas, disayangkan dari panitia di sini secara keamanan sangat memprihatinkan, tidak ada pengamanan. Seharusnya sesuai regulasi, keamanan itu diutamakan,” jelasnya.

Selain keamanan, manajemen Tasik Raya mempertanyakan pergantian wasit yang disebut tidak diinformasikan kepada kedua tim sejak awal pertandingan.

Akbar mengatakan, apabila terjadi perubahan perangkat pertandingan, semestinya ada pemberitahuan kepada tim yang bertanding. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak dilakukan dalam pertandingan Tasik Raya kontra Banjar Patroman.

“Untuk masalah delegasi wasit tidak tercantum wasit itu. Makanya sangat disayangkan kalau ada perubahan, seharusnya kedua belah pihak, yaitu tim Banjar dan Tasik Raya, ada pemanggilan dulu. Ini tidak ada,” katanya.

Pertandingan Tasik Raya melawan Banjar Patroman sendiri berakhir dengan skor 1-1. Akbar berharap evaluasi tersebut dapat menjadi perhatian agar pelaksanaan pertandingan Piala Soeratin berikutnya berjalan lebih baik.

Baca Juga: Klarifikasi dan Permohonan Maaf Manajemen Tasik Raya U-15 Pasca Kericuhan Piala Soeratin di Garut

“Harusnya ada pemberitahuan sejak awal, ini kan tidak. Itu salah satu diruginya,” pungkasnya. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |