Persib Bisa Panen Trofi dan Cuan jika Turun Kasta? Sekjen BOBOKO Kuningan Beri Analisis

11 hours ago 11

Kalah pada play-off ACL Two tentu bukan skenario yang diinginkan bobotoh. Namun, jika Persib Bandung harus turun kasta, ada jalur lain yang justru bisa membuka peluang lebih besar untuk mengangkat trofi Asia.

Baca Juga: Mengintip Kans Pelatih Persib Igor Tolic Lanjutkan Kejayaan Bojan Hodak Bersama Maung Bandung

Persib Bandung akan menghadapi laga penting melawan Manila Digger pada play-off ACL Two, 31 Agustus 2026, dengan tiket menuju kasta kedua kompetisi Asia menjadi taruhannya.

Secara gengsi, bermain pada ACL Two jelas lebih menarik. Karena, Persib berpeluang berhadapan dengan klub-klub seperti FC Seoul atau Melbourne Victory, yang punya pengalaman panjang di level Asia.

Apa Keuntungan jika Persib Bandung Turun Kasta ke AFC Challenge League?

Namun pemerhati Persib sekaligus jurnalis dan Sekjen BOBOKO Distrik Kuningan, Erix Exvrayanto, melihat persoalan tersebut tidak bisa hanya dihitung dari sisi gengsi. Menurutnya, ada skenario lain yang juga menarik dibicarakan jika Persib gagal melewati play-off, dan harus melanjutkan perjalanan pada AFC Challenge League.

Kasta ketiga Asia tersebut justru bisa memberikan ruang lebih besar bagi Persib untuk mengejar trofi. “Sekaligus juga, membuka peluang pemasukan yang tidak kecil,” katanya, Minggu (23/8/2026).

Hitung-hitungan hadiah yang beredar, menunjukkan Persib berpotensi mendapatkan sekitar Rp4,8 miliar hingga Rp5,4 miliar, jika lolos ACL Two tetapi hanya berhenti pada fase grup. Sedangkan perjalanan hingga perempat final pun disebut menghasilkan kisaran Rp11,4 miliar sampai Rp13,7 miliar. Itu semua tergantung skema hadiah dan bonus performa yang diperoleh.

Sementara itu, jalur AFC Challenge League menawarkan angka yang berbeda jika Persib mampu melaju jauh hingga menjadi juara. Skenario tersebut bahkan disebut berpotensi menghasilkan total hadiah dan bonus sekitar Rp21,68 miliar. Itu termasuk bonus juara yang diklaim mencapai USD 1 juta.

Angka tersebut tentu membuat kasta ketiga tidak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun secara prestise tetap berada satu tingkat di bawah ACL Two.

Persaingan yang lebih realistis juga menjadi faktor lain yang patut diperhitungkan, jika Persib harus turun kasta.

Baca Juga: Persib Jor-joran di Bursa Transfer Pemain, Maung Bandung Siap Mencakar Asia!

Sisi Positif Persib Jika Gagal Lolos ACL Two, Peluang Juara Asia Lebih Terbuka?

Persib diproyeksikan menghadapi tim seperti Shan United dari Myanmar dan Hang Yuan dari Taiwan pada Grup E Zona Timur. Sehingga, peluang melaju lebih jauh secara teori terbuka.

Bukan berarti jalannya kompetisi akan mudah. Tetapi Persib dengan komposisi skuad saat ini, bisa memiliki peluang lebih besar untuk bersaing memperebutkan posisi teratas.

Situasinya berbeda jika Persib tidak turun kasta atau berada pada ACL Two. Sebab klub-klub seperti Seoul atau Melbourne Victory bisa menghadirkan tantangan taktik dan kualitas pemain yang jauh lebih berat.

Erix menilai, kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan posisi Persib saat ini. Sudah dominan pada kompetisi domestik, tetapi masih harus bekerja keras untuk menembus level elite Asia.

Karena itu, pertandingan melawan Manila Digger bukan hanya soal lolos atau gagal. Tetapi juga, menentukan jalur kompetisi yang akan dijalani Persib berikutnya.

ACL Two menawarkan gengsi, lawan-lawan besar dan kesempatan menguji diri pada level lebih tinggi. Sedangkan AFC Challenge League memberikan peluang yang secara teori lebih realistis untuk mengejar trofi Asia pertama.

Bagi Persib, pilihan tersebut akhirnya kembali pada keberanian mengambil risiko, serta kemampuan manajemen membaca target klub untuk jangka panjang. Jika lolos, Persib harus siap menghadapi persaingan yang jauh lebih keras. Namun jika gagal, jalur kasta ketiga bukan berarti perjalanan Asia berakhir.

Baca Juga: Persiapan Singkat Jelang Playoff ACL Two, Igor Tolic Kejar Evaluasi Taktis Persib Bandung

Justru pada jalur turun kasta itulah terbuka kemungkinan Persib memburu trofi Asia pertamanya. Sekaligus, mendapatkan keuntungan finansial yang cukup besar, meski angka hadiah tetap perlu merujuk pada ketentuan resmi AFC yang berlaku. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |