Rencana Relokasi SDN Baros Mandiri 7, Pemkot Cimahi Akan Evaluasi untuk Pemanfaatan Fasilitas Lebih Optimal 

18 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Pemerintah Kota Cimahi tengah mematangkan analisis mendalam mengenai rencana penataan ulang sejumlah fasilitas pendidikan di wilayahnya. Salah satu fokus yang masuk dalam radar evaluasi adalah relokasi SDN Baros Mandiri 7. Dari hasil pemetaan, sekolah ini dinilai belum mengoptimalkan kapasitas daya tampung ruang kelas yang tersedia.

Baca juga: Wali Murid Protes, Tolak Merger dan Alih Fungsi SDN Baros Mandiri 7 Cimahi

Langkah evaluasi yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Cimahi ini didasari oleh minimnya kuantitas siswa di sekolah tersebut. Kondisi ini memicu ketimpangan pemanfaatan fasilitas. Hal ini terjadi mengingat infrastruktur yang ada tidak berbanding lurus dengan jumlah murid yang aktif mengenyam pendidikan di sana.

Wali Kota Cimahi Soal Rencana Relokasi SDN Baros Mandiri 7

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, membeberkan bahwa faktor minimnya peserta didik mengakibatkan sejumlah ruang kegiatan belajar mengajar di SDN Baros Mandiri 7 menjadi telantar. Fenomena ini kontras dengan situasi di SDN Baros Mandiri 3. Di sekolah itu, justru terjadi kelebihan muatan akibat tingginya minat pendaftar yang tidak tertampung.

“Kesenjangan inilah yang menjadi pertimbangan kami. Hal ini agar fasilitas pendidikan yang sudah dibangun dapat terpakai secara efektif, tepat sasaran. Kemudian benar-benar menjawab kebutuhan warga,” tutur Ngatiyana setelah menyambut kedatangan delegasi CPMU dan Tim Bank Dunia di Mal Pelayanan Publik (MPP) Cimahi, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Tak Hanya Dugaan Penyimpangan Retribusi Kantin Sekolah, Disdik Cimahi Disorot Soal Dana RKB dan O2SN

Sebagai langkah taktis awal dari kebijakan efisiensi ini, pemerintah merencanakan pembatasan dengan tidak membuka keran penerimaan siswa baru untuk jenjang kelas 1 di SDN Baros Mandiri 7. Kendati demikian, pemerintah daerah menjamin bahwa operasional sekolah untuk murid yang ada saat ini tidak akan diusik.

“Namun perlu ditegaskan, bagi seluruh siswa yang sudah terdaftar dan bersekolah di sana, proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya sampai mereka lulus. Tidak ada siswa yang dipindahkan secara paksa di tengah jalan,” lanjut Ngatiyana mempertegas komitmennya.

Di samping urusan efisiensi ruang bangku sekolah, wacana perombakan ini bergulir demi merespons tuntutan publik terkait ketersediaan sekolah tingkat lanjutan. Saat ini, Kota Cimahi memerlukan penambahan unit Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri baru. Penambahan ini diperlukan demi menampung lulusan SD yang terus melonjak setiap tahunnya.

Solusi Pemerintah

Menurut Ngatiyana, letak geografis serta struktur bangunan SDN Baros Mandiri 7 sangat ideal jika dikonversi menjadi gedung SMP negeri baru. Langkah alih fungsi aset ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi para orang tua. Banyak orang tua selama ini mengeluhkan minimnya daya tampung sekolah menengah di zonasi tersebut.

Baca juga: Dugaan Kebocoran Retribusi Kantin Sekolah, BPK Panggil Seluruh Pengelola SD dan SMP Negeri Se-Cimahi 

Merespons riak penolakan yang muncul dari sebagian wali murid, Ngatiyana menekankan bahwa wacana penataan ini masih bersifat dinamis dan belum menjadi keputusan final. Selain itu, Pemerintah Kota Cimahi berjanji akan mengedepankan ruang dialog. Kemduian sosialisasi yang masif bersama komite sekolah, guru, serta perwakilan warga sekitar.

“Segala langkah ini kami ambil agar kebijakan yang nanti ditetapkan dapat dipahami bersama, diterima, dan tetap mengakomodasi kepentingan serta harapan masyarakat Kota Cimahi,” tutupnya. (Juhaeri/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |