Penemuan Uragasaurus kalasinensis, Spesies Dinosaurus Berleher Panjang

1 day ago 16

Penemuan Uragasaurus kalasinensis menyedot perhatian kalangan paleontolog di Thailand. Hal ini karena temuan tersebut termasuk spesies dinosaurus baru yang berbasis fosil. Penemuannya sendiri ada di kawasan timur laut Thailand. Lebih tepatnya di Provinsi Kalasin.

Baca Juga: Penemuan Fosil Bicharracosaurus dionidei di Argentina, Punya Struktur Tubuh Unik

Dalam penemuan ini, tim paleontolog meyakini bahwa spesies tersebut hidup berkisar 150 juta tahun yang lalu. Spesies ini termasuk hewan purba pemakan tumbuhan. Ciri utamanya ialah ukuran leher yang panjang.

Penemuan Uragasaurus kalasinensis di Thailand

Penemuan spesies ini jadi spesies hewan purba ke-15 di Thailand. Keberadaan spesies ini menunjukkan bagaimana gambaran kondisi ekosistem di wilayah tersebut pada zaman dulu. Tampilan hewan purba ini pun sangatlah mencolok dengan bentuk leher menjulang tinggi.

Perlu untuk diketahui pula bahwa temuan ini termasuk Mamenchisaurid pertama yang mendapatkan nama secara resmi di Thailand. Adanya penemuan tersebut bisa memperluas bagaimana penyebaran geografis kelompok spesies tersebut di Asia Tenggara. Dalam temuan ini, para paleontolog juga berhasil mengungkap karakteristiknya lewat penelitian secara mendalam.

Karakteristik Uragasaurus kalasinensis

Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa spesies purba ini memiliki karakteristik khas. Karena ciri khas tersebut, tentu bisa membedakannya dengan spesies purba lainnya. Adapun karakter utama yang paling menonjol dari spesies ini ialah bentuk lehernya tidak lazim.

Lehernya memang sangat panjang. Apabila mencermati penemuan fosilnya pun, memperlihatkan bahwa spesies Uragasaurus kalasinensis ini mempunyai panjang sampai 20 m atau berkisar 66 kaki. Hal ini menunjukkan bahwa ukurannya semasa hidup memang sangat besar.

Bahkan untuk panjang lehernya, ilmuwan meyakini ukurannya mengambil porsi setengah panjangnya. Meski begitu, perihal kenapa kelompok hewan purba tersebut berevolusi dengan bentuk leher sangat panjang masih jadi misteri saat ini. Ilmuwan hanya menduga kondisi leher demikian lantaran jangkauan makannya lebih baik atau ada kemungkinan memiliki fungsi beragam.

Baca Juga: Penemuan Tempurung Otak Dinosaurus di Tailan, Ungkap Evolusi Predator Purba

Dugaan tersebut muncul dari penjelasan pakar evolusi sauropoda yang ada di Natural History Museum, London. Tidak lain bernama Profesor Paul Barrett. Menurut penjelasannya, leher panjang ini ada kemungkinan berfungsi sebagai unjuk pesona saat menarik pasangan.

Bisa juga berfungsi sebagai adu leher antar jantan ketika memperebutkan betina maupun wilayah kekuasaan. Oleh karena itu, hewan ini sekilas mirip jerapah modern saat ini. Kendati demikian, kalangan ilmuwan belum bisa memastikannya sebab masih sebatas spekulasi semata.

Habitat Uragasaurus kalasinensis

Selain karakteristiknya, pastikan juga tidak melewatkan pembahasan seputar habitat dalam penemuan Uragasaurus kalasinensis. Menurut penelitian ilmuwan, habitat yang jadi tempat tinggal spesies purba ini kemungkinan besar berupa dataran banjir. Kawasan tersebut penuh dengan danau dan banyak sungai yang melintasinya.

Pemanfaatan Pemindaian CT

Ketika mempelajari atau meneliti fosil spesies purba ini, kalangan ilmuwan memanfaatkan teknologi mutakhir. Teknologi tersebut juga berguna dalam memastikan posisi maupun hubungan biologisnya. Adapun teknologi yang digunakan ialah pemindaian CT.

Saat memanfaatkan pemindaian CT, kalangan ilmuwan bisa mendapatkan hasil yang mengejutkan. Ilmuwan meyakini spesies purba tersebut masuk famili Mamenchisauridae yang sebagian besar fosilnya ada di China. Oleh sebab itu, temuan di Thailand ini jadi penemuan pertama dari jenis Mamenchisauridae di negaranya.

Menariknya, pemindaian CT yang menggunakan teknologi canggih ini juga berhasil mengungkap pola spesies hewan purba tersebut. Ternyata spesies purba ini memiliki pola berbentuk Y di susunan tulang penyangganya. Pola tersebut terkenal dengan sebutan laminae.

Bukan hanya itu, teknologi CT scan ini juga memperlihatkan struktur rongga udara di bagian terkait. Hal ini terkenal jadi pembeda. Oleh karena itu, spesies purba Uragasaurus kalasinensis ini memiliki struktur rongga udara khas yang bisa membedakannya dengan penemuan dinosaurus pada umumnya.

Melalui teknologi ini pula, ilmuwan bisa memahami bahwa temuan kali ini termasuk spesies baru. Temuan ini sendiri sudah masuk ke dalam jurnal ilmiah Nature. Penemuannya bisa menambah wawasan baru yang berkaitan dengan dinosaurus.

Baca Juga: Penemuan Fosil Tulang Ekor Ornithomimosaurs, Dinosaurus Mirip Burung Unta

Penemuan Uragasaurus kalasinensis mengejutkan kalangan ilmuwan. Hal ini karena Uragasaurus kalasinensis menambah deretan penemuan spesies purba berleher ekstrem di Thailand. Meski begitu, untuk mengungkap berbagai hal menarik lainnya tentang spesies purba ini, ilmuwan masih perlu melakukan penelitian secara mendetail. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |