Kenali Penyebab Sindrom Tourette Beserta Faktor Risikonya

8 hours ago 10

Penyebab Sindrom Tourette merupakan gangguan yang melibatkan berbagai faktor di dalam tubuh manusia. Biasanya, Sindrom Tourette ditandai dengan munculnya gerakan atau suara secara tiba-tiba. Sindrom ini juga terjadi berulang kali tanpa sadar. 

Baca Juga: Empty Sella Syndrome, Gangguan Kesehatan yang Jarang Terjadi

Gejalanya mulai terlihat sejak masa kanak-kanak, kemudian bisa berubah tingkat keparahannya seiring bertambahnya usia. Meski penyebab tunggalnya belum pasti, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan faktor genetik, fungsi otak, serta pengaruh lingkungan tertentu.

Penyebab Sindrom Tourette dan Faktor yang Memengaruhinya

Dugaan penyebab terjadinya Sindrom Tourette karena berasal dari kombinasi beberapa faktor yang saling berkaitan. Penyebab gangguan ini bukan dari kebiasaan tertentu maupun pola asuh, melainkan adanya keterlibatan perubahan pada sistem saraf yang mengatur gerakan dan perilaku.

Para peneliti menunjukkan adanya perbedaan fungsi pada beberapa bagian otak. Terutama di area yang berperan untuk mengendalikan gerakan tubuh. Selain itu, ketidakseimbangan zat kimia otak seperti dopamin juga diduga berkontribusi terhadap munculnya gejala tic.

Sebagai informasi tambahan, setiap penderita juga bisa memiliki penyebab dan tingkat keparahan berbeda-beda. Oleh sebab itu, pemeriksaan oleh tenaga medis sangat penting untuk memastikan diagnosis serta menentukan penanganan yang sesuai.

Faktor Genetik Berperan Penting

Faktor keturunan menjadi salah satu penyebab Sindrom Tourette paling sering dikaitakn dengan munculnya gangguan ini. Mengingat bahwa risikonya bisa meningkat jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat Sindrom Tourette atau gangguan tic lainnya.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Amnesia, Jenis dan Cara Mengatasinya

Meski begitu, ternyata tidak semua orang dengan riwayat keturunan akan mengalami kondisi yang sama. Pola pewarisan gen pada Sindrom Tourette masih cukup kompleks sehingga belum ada penjelasan detail jika hanya melalui satu jenis gen tertentu.

Hingga saat ini, penelitian terus dilakukan untuk menemukan gen yang berperan dalam perkembangan gangguannya. Bahkan hasil studi menunjukkan bahwa beberapa variasi gen kemungkinan bekerja secara bersamaan sehingga memengaruhi fungsi sistem saraf.

Perubahan Fungsi Otak dan Zat Kimia Saraf

Penyebab Sindrom Tourette juga punya kaitannya dengan gangguan pada jaringan otak yang mengatur koordinasi gerakan. Ada dugaan terkait area seperti ganglia basalis, korteks frontal, dan talamus memiliki peran penting dalam munculnya gejala tic.

Selain struktur otak, keseimbangan neurotransmitter juga ikut memengaruhi aktivitas saraf. Sebab, dopamin menjadi salah satu zat kimia yang paling banyak diteliti karena berhubungan dengan kontrol gerakan dan respons tubuh terhadap rangsangan.

Adanya perubahan pada sistem tersebut tentunya bisa membuat sinyal di otak bekerja kurang optimal. Oleh sebab itu, gerakan atau suara muncul bisa secara spontan tanpa bisa penderitanya kendalikan.

Faktor Lingkungan Bisa Memperburuk Gejala

Walaupun bukan penyebab utama, namun beberapa faktor lingkungan bisa memengaruhi munculnya atau memburuknya gejala Sindrom Tourette. Stres emosional sering berkaitan dengan peningkatan frekuensi tic pada sebagian penderita.

Kemudian, kurang tidur juga bisa membuat gerakan atau suara yang tidak mereka sadari menjadi lebih sering muncul. Oleh sebab itu, beristirahat menjadi bagian penting dalam membantu mengurangi kekambuhan gejala.

Selain itu, infeksi tertentu dan komplikasi selama masa kehamilan masih terus para ahli teliti. Hal ini lantaran ada dugaan menjadi faktor yang mungkin berkontribusi terhadap perkembangan Sindrom Tourette. Maka sangat perlu sekali bukti ilmiah yang lebih kuat.

Baca Juga: Gejala Penyakit Demensia, Penyebab, dan Cara Penanganannya

Dari semua itu, kini bisa siapa pun ketahui kalau penyebab Sindrom Tourette bisa berasal dari perpaduan faktor genetik, perubahan fungsi otak, ketidakseimbangan neurotransmiter, serta pengaruh lingkungan. Hanya saja, hingga saat ini belum ada satu penyebab pasti yang dapat menjelaskan seluruh kasus Sindrom Tourette. Dalam hal ini, mendeteksi lebih awal dan melakukan pemeriksaan medis sangatlah penting. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |