harapanrakyat.com,- Proses pembangunan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Ciangir, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dipastikan mandek untuk sementara waktu. Penangguhan proyek pembangunan ini menuai sorotan karena berkaitan langsung dengan kelancaran pelayanan publik dan dampak lingkungan bagi warga Tasikmalaya.
Penangguhan proyek strategis ini lantaran Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya saat ini sedang berada di tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris DLH Kota Tasikmalaya, Ukim Sumantri, pada Selasa (9/6/2026).
“Perihal TPA Ciangir itu di bawah komando kepala dinas. Sementara selama kepala dinas sedang ibadah haji, maka semua kegiatan selain operasional akan ditangguhkan,” ungkap Ukim kepada harapanrakyat.com.
Masalah Delegasi Wewenang, Pembangunan TPA Ciangir Tasikmalaya Jadi Mandek
Persoalan utama yang menyebabkan stagnasi ini adalah posisi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek TPA Ciangir yang dipegang langsung oleh kepala dinas.
Wewenang tersebut sama sekali tidak dilimpahkan kepada pejabat lain, yang mencakup agenda besar seperti proses pengadaan tanah, dan penyewaan alat berat untuk operasional TPA.
“Secara teknis, karena pembangunan di TPA itu dikomandoi awal oleh kepala dinas. Maka jika dilanjutkan oleh orang lain takutnya tidak sesuai perencanaan awal,” jelas Ukim.
Baca Juga: Kota Tasikmalaya Darurat TPS Ilegal: Satpol PP dan DLH Perkuat Sinergi Berantas ‘Illegal Dumping’
Hal ini menunjukkan sistem birokrasi yang masih sangat bergantung pada figur perorangan. Bukan pada kekuatan sistem kerja yang mandiri.
Padahal, agenda pembangunan TPA Ciangir terbilang sangat mendesak demi keberlangsungan sanitasi kota. Proyek yang tertunda ini meliputi penerapan sistem controlled landfill untuk pengelolaan sampah yang lebih baik.
Kemudian, rencana perluasan kawasan TPA. Serta pengembangan infrastruktur pendukung lainnya di masa depan.
Kapan Proyek TPA Ciangir Dilanjutkan?
Lemahnya delegasi wewenang ini memaksa proyek pelayanan publik yang bernilai krusial harus mengalah. Publik kini mengkhawatirkan adanya potensi penumpukan sampah baru akibat terhentinya pengembangan ini.
Baca Juga: Sampah Menumpuk di Pusat Kota Tasikmalaya, Plh Wali Kota Minta Maaf
Kelanjutan proyek penataan sampah di Kota Tasikmalaya ini harus menunggu kepulangan kepala dinas dari ibadah haji yang dijadwalkan pada 15 Juni mendatang.
Masyarakat berharap setelah tanggal tersebut, koordinasi dapat sesegera mungkin agar masalah sampah tidak menjadi krisis lingkungan yang lebih luas. (Rafi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

7 hours ago
6

















































