Tak Ada Anak Putus Sekolah, Pemkab Pangandaran Fasilitasi Pendidikan Tiga Anak Asal Bekasi

10 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) memastikan tiga anak asal Kabupaten Bekasi yang kini tinggal di Pangandaran tetap dapat mengenyam pendidikan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pemenuhan hak dasar anak untuk memperoleh layanan pendidikan sesuai ketentuan perundang-undangan dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan.

Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran Soleh Supriadi menegaskan, meski masih berstatus warga Kabupaten Bekasi, ketiga anak tersebut tetap difasilitasi bersekolah di Pangandaran karena setiap anak berhak mendapat pendidikan selama berada pada usia wajib belajar.

Baca Juga: Peduli Pendidikan, Pemuda di Langkaplancar Pangandaran Dirikan TBM

“Satu anak sudah masuk jenjang PAUD atau TK, satu anak diterima di kelas I SD. Sedangkan satu anak lainnya sebelumnya sudah terdaftar di Dapodik wilayah Bekasi. Kini proses administrasinya kami sesuaikan agar bisa melanjutkan sekolah di Pangandaran,” kata Soleh, Kamis (6/8/2026).

Dukungan Seragam hingga Perlengkapan Belajar untuk Tiga Anak Asal Bekasi

Tak hanya membantu proses administrasi, Disdikpora juga menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pangandaran untuk memenuhi kebutuhan belajar ketiga anak tersebut. Bantuan yang disalurkan meliputi seragam sekolah, sepatu, tas, buku tulis, hingga perlengkapan belajar lainnya. Tujuannya agar mereka dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman.

Baca Juga: Dewan Pendidikan Pangandaran Soroti Kekurangan Ruang Kelas hingga Sengkarut Tabungan Siswa

Selain itu, pihak sekolah juga dilibatkan untuk memberikan pendampingan dan dukungan kepada para siswa asal Bekasi tersebut. Tujuannya agar mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru serta tetap memiliki semangat untuk bersekolah.

Soleh mengungkapkan, perhatian yang diberikan pemerintah mendapat sambutan hangat dari keluarga maupun anak-anak. Bahkan, semangat mereka untuk bersekolah terlihat sejak hari pertama masuk kelas.

Baca Juga: Disdikpora Pangandaran Kembangkan Pendidikan Kepariwisataan

“Orang tuanya bercerita bahwa anak-anak sudah bangun sejak pukul 05.00 WIB untuk bersiap berangkat ke sekolah. Itu menjadi gambaran bahwa mereka sangat antusias mengikuti pendidikan,” tambah Soleh.

Disdikpora menegaskan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan belajar ketiga anak tersebut. Pendampingan akan terus dilakukan agar mereka dapat menjalani proses pendidikan dengan nyaman, merasa bahagia di lingkungan sekolah, serta mampu menyelesaikan pendidikan sesuai jenjang yang ditempuh.

“Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak untuk belajar. Harapan kami, mereka dapat berkembang dengan baik dan menyelesaikan pendidikan dasar secara optimal,” ujarnya. (Kiki/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |