harapanrakyat.com,- Banyak pakar terus mendalami sejarah Candi Lesung Batu yang merupakan peninggalan peradaban masa lampau di wilayah Sumatera Selatan. Reruntuhan kuno ini menjadi salah satu bagian sejarah Indonesia yang sangat bernilai bagi para penerus bangsa. Selanjutnya, situs suci ini terletak tersembunyi di dalam area perkebunan karet milik warga di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara.
Baca juga: Mengungkap Misteri dan Sejarah Candi Bumiayu di Sumatera Selatan
Sebagian ahli purbakala meyakini bahwa peninggalan bersejarah ini dibangun secara megah pada sekitar abad kesepuluh masehi. Kemudian, bangunan sakral ini menjadi bukti nyata terkait pesatnya penyebaran pengaruh kebudayaan Hindu dan Buddha secara berdampingan. Walaupun sezaman dengan kebesaran kerajaan Sriwijaya, tempat suci ini justru menunjukkan gaya arsitektur yang sangat khas dan unik.
Mengkaji Catatan Sejarah Terkait Penemuan Reruntuhan Candi Lesung Batu
Terdapat berbagai macam keunikan terkait asal usul penamaan kawasan peninggalan arkeologi yang sering memicu perdebatan para ahli. Sementara itu, sebagian orang secara langsung mengaitkan namanya dengan kisah budaya megalitik berupa batu pemujaan warisan leluhur. Batu pemujaan kuno tersebut lalu dimodifikasi oleh warga sekitar menjadi sebuah alat penumbuk padi sebagai lambang kesuburan.
Di samping itu, para peneliti telah berhasil menemukan fondasi bangunan utama yang murni terbuat dari susunan bata merah. Fondasi bata kuno tersebut membentuk sebuah struktur persegi panjang dengan adanya ruang terbuka di bagian tengah bangunannya. Lebih lanjut, tim ahli arkeologi juga menemukan sisa tangga yang dahulunya selalu difungsikan sebagai akses utama menuju ruangan.
Baca juga: Mengungkap Pesona dan Sejarah Candi Gumpung di Jambi
Seiring berjalannya waktu, penelusuran lebih mendalam terus dilakukan guna membongkar seluruh rahasia peradaban tua di lokasi tersebut. Berikutnya, tim ahli sukses menemukan sisa empat struktur bangunan kuno yang jaraknya cukup berdekatan dengan reruntuhan utama. Penemuan susunan balok batu napal berlubang semakin memperkuat dugaan adanya penggunaan tiang kayu sebagai penyangga atap bangunan.
Temuan Artefak Kuno Sebagai Bukti Kejayaan Niaga dan Kebudayaan Nusantara
Kawasan situs purbakala ini rupanya banyak menyimpan artefak keramik asing yang sangat bermutu dari era Dinasti Song. Sehubungan dengan hal tersebut, keberadaan keramik mahal ini membuktikan majunya aktivitas niaga masyarakat pribumi pada zaman dahulu. Bahkan, penemuan barang mewah ini sangat menegaskan bahwa wilayah sungai tersebut pernah disinggahi oleh banyak pedagang asing.
Baca juga: Fakta Menarik Sejarah Candi Bahal Sebagai Warisan Kerajaan Sriwijaya
Pada masa keemasannya, para penduduk mendirikan bangunan suci ini di area daratan tertinggi dekat dengan jalur perairan sungai. Selain peninggalan keramik asing, di kawasan bersejarah ini juga pernah ditemukan sebuah yoni tanpa lingga peninggalan umat Hindu. Tentu saja, temuan yoni kuno tersebut semakin menegaskan fungsi utama kawasan ini sebagai sebuah lokasi pemujaan bagi masyarakat.
Kondisi pelestarian kawasan bersejarah ini sekarang masih menghadapi banyak tantangan alam berupa ancaman genangan air hujan yang merusak. Oleh karena itu, perhatian serius dari pihak berwenang sangat diperlukan demi menjaga keutuhan situs budaya ini. Dengan demikian, perlindungan berkelanjutan situs ini akan senantiasa mempermudah kita semua dalam meneliti sejarah Candi Lesung Batu. (Muhafid/R6/HR-Online)

5 hours ago
10

















































