Mengejutkan! Timnas Belanda Tersingkir Cepat, Rekor Bersejarah Berakhir di Piala Dunia 2026

3 hours ago 7

Kabar menyedihkan datang dari Timnas Belanda yang harus tersingkir cepat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Belanda harus mengalah dari Maroko dengan perolehan gol 2-3 hasil adu penalti.

Kegagalan ini tentu menjadi luka pahit bagi Belanda. Karena untuk pertama kalinya skuad De Oranje gagal masuk ke Piala Dunia di fase perempat final.

Bukan itu saja, Timnas Belanda yang biasanya main performatif tampaknya harus melakukan evaluasi. Sebab, ini kali kedua De Oranje tidak masuk posisi 8 besar dalam ajang Piala Dunia.

Baca Juga: Inggris vs RD Kongo Piala Dunia 2026; Prediksi Skor, Analisis Taktik dan Peluang Lolos

Padahal, Belanda termasuk negara yang banyak dijagokan untuk Piala Dunia 2026 kali ini. Mengingat mereka masuk perempat final di tahun 2022, finish peringkat tiga di tahun 2014, dan jadi finalis di edisi 2010.

Timnas Belanda Kecewa, akan Lakukan Evaluasi

Dua pemain Belanda, Virgil van Dijk dan Jan Paul van Hecke, mengungkapkan rasa kecewa atas kekalahan yang mereka rasakan. Virgil yang saat ini tengah menjabat sebagai kapten Liverpool mengaku pertandingan tersebut adalah momen terburuk baginya.

Ia berharap ke depannya Belanda tak mengulang lagi kesalahan yang sama. “Pertandingan berlangsung sengit, ini merupakan momen paling mengerikan bagi pesepak bola,” ungkapnya melansir De Telegraaf pada Selasa (30/6/2026).

Serupa dengan Virgil, Hecke juga merasakan kesedihan mendalam. Ia pun merasakan bagaimana frustrasinya para fans atas kekalahan Timnas Belanda tersebut.

Hecke mengungkapkan, teman-temannya sudah berusaha sekeras mungkin untuk mengalahkan Maroko. Namun tetap saja mereka tersingkir dari babak 32 besar kualifikasi Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Presiden Korsel Ngamuk, Minta Selidiki Federasi yang Buat Timnas Gagal di Piala Dunia 2026

“Kami berjuang keras dan mengerahkan segalanya, kami berjuang habis-habisan,” ungkap Hecke. 

Pelatih Akui Tak Maksimal dalam Membuat Strategi

Pelatih Timnas Belanda, Koeman, mengaku memang menggunakan taktik berbeda saat melawan Maroko. Ia menggunakan 5 bek sekaligus setelah menganalisa kekuatan lawan.

Namun, tampaknya kehadiran 5 bek yang Koeman pilih tak memberikan dampak besar bagi tim. Belanda tetap gagal mengalahkan Maroko dalam tendangan adu penalti.

Menurut Koeman, kehadiran 5 bek memang memberikan dampak positif untuk tim. Tapi karena 5 bek terlalu banyak untuk satu tim, skuad De Oranje jadi main kurang ofensif terhadap lawan.

Baca Juga: Prediksi Belanda vs Maroko; Oranje Unggul Statistik, Singa Atlas Punya Mental Giant Killer

Koeman juga mengaku memang caranya tak lazim. Namun keputusan yang ia pilih sudah sesuai dengan pertimbangan atas kekuatan Maroko sebagai lawan Timnas Belanda.

“Saya mungkin akan mendapat cacian karena itu (menggunakan 5 bek sekaligus). Tapi saya memang yakin karena perlu untuk melawan Maroko,” ujarnya pada De Telegraaf. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |