harapanrakyat.com,- Tidak semua transaksi yang datang ke konter milik Rinal Setiawan berakhir dengan bunyi struk keluar dari mesin EDC (Eelctronic Data Capture). Pada sejumlah kesempatan, agen BRILink asal Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat itu malah memilih menghentikan transaksi yang diminta nasabah.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Rinal kerap menemukan warga yang datang untuk mentransfer uang kepada pelaku penipuan online, mulai dari modus hadiah palsu hingga iming-iming mendapatkan sepeda motor.
Alih-alih menekan tombol transaksi, pemuda berusia 26 tahun itu lebih sering memberikan penjelasan dan meyakinkan warga agar tidak menjadi korban.
Modus Penipuan Online yang Digagalkan Agen BRILink di Ciamis
Rinal menuturkan ada modus penipuan yang paling sering membuatnya mengelus dada. Banyak tetangga dan warga desanya sendiri yang datang dalam kondisi panik atau tergiur hadiah muluk, seperti program giveaway fiktif atas nama artis papan atas seperti Baim Wong.
“Ada konsumen yang datang minta transfer uang dalam jumlah besar untuk tebusan hadiah motor. Saya langsung tahu ini penipuan. Saya ingatkan, ‘Ibu atau Bapak, kalau mau ngasih hadiah mah tidak akan minta duit admin dulu.’ Tapi kadang mereka lebih percaya penipu dibanding saya. Bahkan ada yang sampai mau menjaminkan HP-nya di konter saya asal saya mau mentransferkan uangnya dulu,” jelas Rinal kepada harapanrakyat.com, Kamis (18/6/2026).
Pengalaman lainnya yang paling membekas di benak Rinal adalah saat ia harus mengintervensi langsung seorang nasabah yang diduga sedang berada di bawah pengaruh hipnotis atau gendam via telepon.
Nasabah tersebut datang dalam kondisi linglung dan terus-menerus meminta Rinal mengirimkan uang secara berkala. “Kirim 200 ribu, Kang,” lalu tak lama kemudian, “Kirim lagi 200 ribu.”
Melihat gelagat yang tidak wajar dan tatapan mata nasabah yang kosong, naluri kemanusiaan Rinal bergerak. Ia menghentikan transaksi secara sepihak, menolak menekan tombol di mesin EDC-nya, lalu merebut situasi.
“Saya tanya pelan-pelan, ini buat apa? Ternyata dia dijanjikan dapat motor lewat ponselnya. Uangnya sudah keluar banyak di agen lain sebelum ke saya. Akhirnya saya tegaskan ini penipuan, ponselnya saya ambil, lalu nomor penipunya langsung saya blokir di depan dia,” kata Rinal.
Rinal tidak membiarkan nasabah tersebut pulang dalam kondisi syok. Ia memintanya duduk dan menenangkan diri di konternya hingga kesadarannya pulih sepenuhnya sebelum diizinkan pulang ke rumah.
Hampir Jadi Korban Penipuan Modus Struk Palsu
Namun, bukan hanya konsumen Rinal saja yang kerap dijadikan sasaran aksi pelaku penipuan. Rinal sendiri pun sering didatangi pelaku kejahatan yang berusaha menipu dirinya lewat struk tanda transfer palsu.
Rinal menuturkan, ia kerap kedatangan orang asing yang mengaku telah mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya dan meminta dicairkan dalam bentuk uang tunai. Mereka menyodorkan bukti transfer fisik maupun digital.
“Sering sekali ada yang bawa struk. Pas saya cek mutasi di sistem, uangnya tidak ada. Ternyata setelah diperhatikan detail, logonya miring, tulisannya bekas editan atau dihapus. Ada juga yang minta ditransfer duluan tapi uang cash-nya tidak diperlihatkan. Kalau saya tegas menolak sebelum pegang uang fisik, mereka biasanya langsung kabur,” katanya.
Awal Mula Rinal Setiawan Menjadi Agen BRILink di Ciamis
Langkah Rinal menjadi agen BRILink sendiri tidaklah instan. Ia memulai usaha secara mandiri sejak tahun 2020 tepat sebulan setelah ia menikah. Rinal awalnya hanya mengandalkan pendapatan dari servis ponsel dan penjualan pulsa.
Melihat rekan seprofesinya meraih sukses dan membantu perputaran ekonomi warga lewat transaksi perbankan mikro, Rinal pun tergiur. Namun, jalurnya sempat menjumpai jalan buntu.
“Awalnya mah susah, Kang. Pas daftar sendiri ke kantor, katanya kuotanya sudah penuh karena sudah banyak agen di wilayah ini. Berkas saya sempat menumpuk begitu saja tanpa kejelasan,” kenang Rinal.
Titik terang muncul saat seorang Mantri BRI melihat potensi Rinal. Penilaian performa transaksi aplikasi BRImo miliknya yang dinilai bagus dan aktif, Rinal akhirnya mendapat rekomendasi khusus. Pada Januari 2025, mesin EDC BRILink pertamanya resmi mendarat di konter.
Rinal bercerita bahwa awal merintis tidaklah mudah. Dalam sehari, ia hanya mampu mencatatkan maksimal 10 transaksi.
Namun, momentum datang saat pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Dari mulut ke mulut, warga desa mulai menyebarkan informasi bahwa konter Rinal bisa melayani transaksi dengan cepat. Kini, rata-rata 50 transaksi berhasil ia bukukan setiap harinya.
Seiring tingginya transaksi, Rinal pun kerap didatangi warga yang jadi korban calon penipuan. Rinal kerap menyelamatkan mereka. Konter miliknya kini menjelma jadi sarana edukasi literasi keuangan digital bagi masyarakat Desa Budiasih.
Meski terkadang niat baiknya memutus transaksi penipuan dibalas dengan rasa tidak percaya atau kekecewaan dari nasabah yang terlanjur tergiur hadiah, Rinal tidak pernah kapok. Baginya, menjaga keamanan uang warga adalah bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai mitra perbankan.
Baca Juga: Dari Dapur Azmi hingga Lapak PKL, BRI Ciamis Kenalkan QRIS dan Proteksi Usaha sampai Malam
BRI Ciamis Edukasi Agen BRILink agar Terhindar dari Penipuan Online
Infografis Panduan Keamanan untuk Agen BRILink dan Nasabah. (Grafis diolah NotebookLM berdasarkan informasi dari Manajer Bisnis Mikro BRI Ciamis Mochamad Heru Yudha)Sementara itu, peran agen BRILink dalam mencegah penipuan ternyata bukan sesuatu yang kebetulan. BRI Ciamis secara rutin membekali para agen dengan berbagai pengetahuan mengenai modus kejahatan keuangan yang terus berkembang.
Manajer Bisnis Mikro BRI Ciamis, Mochamad Heru Yudha, mengatakan agen BRILink memang didorong untuk tidak hanya menjadi perpanjangan layanan perbankan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari tindak kejahatan finansial.
“BRI secara rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada agen BRILink terkait berbagai modus kejahatan perbankan yang terus berkembang, termasuk modus penipuan dengan skenario transfer terlebih dahulu, impersonasi (pura-pura jadi seseorang) petugas, undian palsu hingga rekayasa sosial atau social engineering,” ujar Heru.
Menurutnya, edukasi tersebut dilakukan melalui pembinaan berkala, pelatihan, grup komunikasi resmi, hingga penyebaran materi digital yang berisi informasi kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan.
Tanda Nasabah Calon Korban Penipuan Online
Heru menjelaskan, terdapat sejumlah tanda yang perlu dikenali agen BRILink ketika melayani transaksi masyarakat. Salah satunya ketika nasabah datang dalam kondisi panik, terburu-buru, atau terlihat berada di bawah tekanan pihak lain.
“Agen juga perlu waspada apabila nasabah terus berkomunikasi melalui telepon atau video call saat bertransaksi, tidak memahami tujuan transfer, atau hanya mengikuti instruksi dari seseorang,” katanya.
Ciri lain yang patut dicurigai, lanjut Heru, ketika nasabah mengaku memperoleh hadiah, bantuan sosial, lowongan pekerjaan, atau menerima ancaman pemblokiran rekening sehingga diminta segera mentransfer sejumlah uang ke rekening yang tidak dikenal.
“Kami mengimbau agen BRILink untuk proaktif melakukan konfirmasi sederhana kepada nasabah. Tanyakan tujuan transfernya, pastikan informasi yang diterima benar, dan ingatkan agar tidak terburu-buru mengambil keputusan,” tuturnya.
Heru menilai langkah-langkah yang dilakukan agen BRILink seperti Rinal Setiawan merupakan bentuk perlindungan kepada masyarakat. Karena itu, BRI memberikan apresiasi kepada agen yang aktif membantu mencegah kerugian akibat penipuan.
“BRI sangat mengapresiasi peran agen BRILink yang aktif melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat penipuan. Apresiasi bisa diberikan dalam bentuk publikasi kisah inspiratif, penghargaan dalam forum pembinaan agen, pengakuan atas kontribusi positif maupun bentuk apresiasi lainnya sesuai kebijakan perusahaan,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada telepon, pesan singkat maupun tautan yang mengatasnamakan BRI. Nasabah juga diminta tidak pernah memberikan PIN, password, kode OTP maupun data pribadi kepada siapa pun.
Baca Juga: Liburan ke Sungai Cireong Ciamis Bayar Rp 5 Ribu, Pengunjung Otomatis Terlindungi Asuransi
“Pesan utamanya sederhana, selalu waspada, jangan terburu-buru, dan pastikan setiap informasi dikonfirmasi melalui kanal resmi BRI,” pungkas Heru. (Fahmi/R7.HR-Online/Editor-Ndu)

3 hours ago
2

















































