Jembatan Sodongkopo Viral, Pemkab Pangandaran Diminta Jeli Tata Kawasan Wisata Cijulang

8 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Viralnya Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diharapkan menjadi momentum emas bagi pemerintah daerah untuk segera menata kawasan wisata Cijulang.

Kehadiran infrastruktur megah ini perlu diimbangi dengan konsep pengembangan destinasi yang matang, dan variatif. Serta ramah lingkungan agar impian mewujudkan wisata berkelas dunia tidak sekadar menjadi jargon.

Baca Juga: Jembatan Kayu Rawabogo Bakal Dimodernisasi, Pemkab Bandung Barat Siapkan Dana Rp 8 Miliar 

Potensi Strategis Pengembangan Kawasan Wisata Cijulang Pangandaran

Tokoh masyarakat Cijulang yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Ciamis periode 1999-2024, Opang Abdul Ghofar mengatakan, penataan estetika di sekitar jembatan sudah sangat mendesak. Salah satu poin krusial adalah keberadaan perahu nelayan atau pesiar yang bersandar di dekat jembatan.

“Pemandangan di sekitar jembatan yang cantik itu sebaiknya bersihkan dari perahu yang bersandar di sana. Perahu-perahu tersebut harus pindah, bukan di titik itu,” kata Opang, Jumat (12/6/2026).

Sebagai solusi, Opang menyarankan pemanfaatan tanah kas desa untuk pembuatan kolam perahu yang berfungsi sebagai terminal khusus. Selain itu, area sungai perlu dikeruk karena sedimentasi yang tinggi agar bisa dialihfungsikan menjadi arena olahraga air.

Ia berharap integrasi berbagai potensi ini dapat memperkuat daya tarik kawasan wisata Cijulang. Sehingga mampu menghidupkan destinasi baru yang ramai dikunjungi, termasuk oleh para pemancing dari luar daerah.

“Kawasan itu bisa dipakai untuk main kano atau paddle board. Ini akan menghidupkan destinasi baru yang sangat ramai. Apalagi selama ini, pemancing dari luar daerah seperti Tasikmalaya hingga Bandung, titik berangkatnya memang dari Sodongkopo,” lanjutnya.

Baca Juga: Gemerlap Lampu Warnai Peresmian Jembatan Jaya Perkasa Pangandaran di Malam Takbir Idul Adha

Jika penataan berjalan lancar, Opang optimis daya tarik wisata akan semakin beragam. Mulai dari wisata pantai, edukasi menyusuri sungai hingga Green Canyon, dan wisata alam Cukang Taneuh.

Jalur dari Jembatan Sodongkopo menuju Pantai Batu Karas juga menyajikan pemandangan sawah yang eksotis yang harus tetap dijaga kelestariannya.

“Jangan hilangkan sawahnya. Biarkan wisatawan menikmati pemandangan sawah. Bagi orang kota, melihat sawah, lalu tidak jauh dari situ langsung melihat laut adalah kontras alam yang sangat bagus dan sangat alami,” tegas Opang.

Pengelolaan Pariwisata Masih Minim Kesiapan Fasilitas dan Estetika

Disisi lain, ia pun mengkritisi pengelolaan pariwisata yang ingin menuju panggung internasional namun masih minim kesiapan fasilitas dan estetika.

Baca Juga: Budayawan Pangandaran Soroti Jembatan Sodongkopo: Benarkah Diberi Nama Jaya Perkasa?

Opang mencontohkan potensi Pantai Batu Karas yang memiliki ombak terbaik dunia bagi peselancar pemula. Namun menurutnya, perhatian pemerintah terhadap event internasional di sana masih sangat minim. Justru lebih banyak digerakkan oleh komunitas lokal secara mandiri.

“Waktu ada kompetisi surfing tahun lalu, saya justru tidak melihat kehadiran pejabat Pangandaran. Malah pengurus olahraga tingkat provinsi yang datang ke sini. Sangat disayangkan jika potensi yang jelas menghasilkan perputaran uang bagi pelaku wisata lokal ini kurang mendapat kejelian dan kepekaan dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Melalui perhatian yang lebih besar pada potensi lokal dan event berskala dunia, pemerintah diharapkan tidak hanya membangun infrastruktur fisik. Tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang kuat di kawasan wisata Cijulang. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |