Dua Bersaudara di Sumedang Jadi Korban Dugaan Penyiraman Air Keras, Polisi Kejar Pelaku

11 hours ago 14

harapanrakyat.com,- Dua anak bersaudara menjadi korban dugaan penyiraman air keras di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang pun saat ini masih memburu pelaku penyiraman tersebut.

Baca Juga: Polisi Masih Buru Pelaku Percobaan Curas terhadap Mahasiswi Unpad Jatinangor Sumedang

Korban terbaru merupakan seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun yang menjadi sasaran penyiraman saat bermain di depan rumahnya di Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong, pada Senin (15/6/2026). Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka bakar serius yang meninggalkan kerusakan permanen pada bagian wajah.

Usai kejadian, korban langsung mendapatkan penanganan medis di IGD RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang. Saat dimintai keterangan oleh penyidik di Polres Sumedang pada Rabu (17/6/2026) malam, ibu korban tampak beberapa kali menangis dan harus mendapat pendampingan dari petugas.

Baca Juga: Mahasiswi UNPAD Diduga Jadi Korban Aksi Kekerasan di Jatinangor Sumedang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Korban Dugaan Penyiraman Air Keras Ditempatkan di Rumah Aman

Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah mengatakan, hasil penyelidikan sementara yang dilakukan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sumedang, menunjukkan bahwa kasus serupa sebelumnya juga menimpa adik perempuan korban yang masih berusia enam tahun.

Tanwin mengungkapkan, insiden pertama terjadi pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban perempuan mengalami penyiraman cairan yang diduga sama, namun kejadian tersebut tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Dari penyelidikan sementara diketahui ada dua peristiwa penyiraman yang menimpa dua anak dalam satu keluarga. Kedua korban masih di bawah umur,” kata Tanwin.

Polisi baru mengetahui kasus dugaan penyiraman air keras tersebut, setelah menerima informasi dari masyarakat. Laporan tersebut mengenai seorang anak yang menjalani perawatan di instalasi gawat darurat, akibat luka yang diduga disebabkan oleh air keras.

“Yang pertama menjadi korban adalah adik perempuan berusia 6 tahun. Kejadiannya terjadi saat malam hari, ketika itu tidak ada laporan yang masuk ke kami. Saat ini kedua kasus tersebut sedang kami dalami untuk mengungkap pelakunya,” ungkapnya.

Saat ini, penyidik tengah mengumpulkan berbagai keterangan dari lingkungan keluarga korban untuk mengungkap motif dan mengidentifikasi pelaku. Polisi juga masih mendalami seluruh kemungkinan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

“Pemeriksaan terhadap sejumlah pihak masih berlangsung. Kami fokus mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengungkap siapa pelakunya,” kata Tanwin.

Baca Juga: Aksi TNI Gadungan Terbongkar, Polres Sumedang Ungkap Modus Pelaku

Untuk menjamin keselamatan korban dugaan penyiraman air keras sekaligus mendukung proses penyelidikan, kedua anak tersebut sementara ditempatkan di rumah aman. Mereka mendapat pendampingan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sumedang. (Aang/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |