harapanrakyat.com,- Pengalaman nyaris kehilangan akses rekening pernah dialami Erma Masturoh (33), agen BRILink asal Dusun Guha, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Perempuan yang telah tiga tahun menjadi agen BRILink itu mengaku ancaman tersebut bermula dari kebiasaan yang sering dianggap sepele.
Erma pun membagikan pengalamannya tersebut di media sosial miliknya. Ia menuturkan, sebelum menjadi agen BRILink, ia menggunakan satu nomor telepon untuk berbagai keperluan. Nomor tersebut dipakai untuk akun BRImo sekaligus dicantumkan di media sosial sebagai sarana promosi usaha konter aksesoris dan jualan online yang dijalankannya.
“Saya dulu pakai satu nomor untuk banyak keperluan. Selain terdaftar di BRImo, nomor itu juga saya cantumkan di media sosial untuk promosi usaha,” ujar Erma saat dikonfirmasi harapanrakyat.com, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Kisah Agen BRILink di Ciamis Menggagalkan Penipuan Online
Awalnya, ia menganggap hal tersebut bukan masalah. Namun belakangan, ada pihak yang diduga berusaha memanfaatkan nomor tersebut untuk mengambil alih akses akun perbankannya.
“Awalnya saya pikir biasa saja. Ternyata ada pihak yang mau memanfaatkan nomor itu untuk mengambil keuntungan dan mencoba mengakses akun perbankan saya,” katanya.
Agen BRILink Ciamis Selamat dari Aksi Penipuan karena Tak Beri Kode OTP
Beruntung, upaya tersebut gagal. Erma mengaku beberapa kali menerima kode One Time Password (OTP) melalui SMS pada jam-jam tertentu. Bahkan, menurutnya, saat itu ada pihak yang menghubunginya melalui telepon dan pesan singkat. Meski demikian, ia tidak pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun.
“Alhamdulillah saya tidak pernah memberikan kode OTP. Waktu itu sempat ada SMS kode OTP masuk beberapa kali, ada juga yang menelepon dan mengirim pesan, tapi tidak saya tanggapi,” ungkapnya.
Setelah kejadian itu, Erma langsung mengambil langkah antisipasi dengan mengganti nomor telepon yang terhubung dengan layanan perbankannya. Ia bahkan merahasiakan nomor baru tersebut, termasuk kepada orang-orang terdekat.
“Setelah itu saya putuskan ganti nomor. Bahkan keluarga di rumah juga tidak tahu nomor tersebut. Alhamdulillah sampai sekarang aman,” ujarnya.
Melalui pengalamannya itu, Erma berharap masyarakat Ciamis, khususnya sesama agen BRILink, semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengincar data dan akses rekening nasabah.
“Mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa bermanfaat. Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun dan selalu hati-hati menjaga data pribadi,” katanya.
BRI Ciamis Ingatkan Masyarakat Jangan Pernah Beri Kode OTP
Senada dengan pengalaman Erma, Manajer Bisnis Mikro BRI Ciamis, Mochamad Heru Yudha, mengingatkan masyarakat agar tidak pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun. Menurutnya, OTP merupakan lapisan keamanan penting yang menjadi kunci akses rekening maupun akun perbankan digital.
“OTP adalah kunci rekening dan akun nasabah. Karena itu, jangan pernah memberikannya kepada siapa pun. Termasuk kepada pihak yang mengaku petugas bank, polisi, atau institusi lainnya,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, banyak kasus penipuan digital berhasil terjadi bukan karena pelaku mampu meretas sistem perbankan, tetapi karena korban secara tidak sadar memberikan informasi penting, termasuk kode OTP.
Selain menjaga kerahasiaan OTP, Heru juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mengklik tautan yang diterima melalui SMS, WhatsApp, email, maupun media sosial. Pasalnya, tautan tersebut bisa mengarahkan korban ke situs palsu yang dirancang untuk mencuri data pribadi dan informasi perbankan.
Masyarakat juga diminta waspada apabila menerima pesan atau telepon yang terkesan mendesak. Modus seperti pemberitahuan akun diblokir, hadiah akan hangus, atau permintaan transfer segera kerap digunakan pelaku untuk membuat korban panik dan mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.
“Jika ada pihak yang mendesak untuk segera bertindak atau meminta data pribadi, sebaiknya jangan langsung percaya. Lakukan pengecekan terlebih dahulu melalui saluran resmi,” katanya.
Heru menambahkan, nasabah perlu memastikan identitas pihak yang menghubungi dengan cara menghubungi call center resmi bank atau perusahaan terkait. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran yang terdengar terlalu menguntungkan, seperti investasi dengan keuntungan pasti atau hadiah mendadak tanpa alasan yang jelas.
Baca Juga: Dari Dapur Azmi hingga Lapak PKL, BRI Ciamis Kenalkan QRIS dan Proteksi Usaha sampai Malam
“Pada dasarnya, pelaku penipuan tidak meretas sistem. Mereka berusaha meretas kepercayaan korbannya. Karena itu, sebelum mengklik tautan, melakukan transfer, atau memberikan data pribadi, pastikan terlebih dahulu kebenaran informasinya,” pungkasnya. (Fahmi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

9 hours ago
6

















































