harapanrakyat.com,- Perubahan data desil atau peringkat kesejahteraan yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial (bansos) memicu kebingungan di kalangan warga Kota Banjar, Jawa Barat. Sejumlah masyarakat mengaku terkejut, setelah mengetahui status desil mereka berubah secara drastis. Bahkan dinilai tidak lagi mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Baca Juga: Data Desil Berubah, Warga di Kota Banjar Kaget Tak Dapat Bantuan
Salah satu warga yang mengalami perubahan data tersebut adalah Karsono (67), warga Lingkungan Tanjungsukur RT 4/14, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman. Lansia yang sebelumnya tercatat berada pada desil 2 itu, kini mendapati namanya masuk ke dalam desil 9, yang identik dengan kelompok masyarakat berkategori lebih sejahtera.
Perubahan data desil itu membuat Karsono mengaku terkejut. Pasalnya, kondisi kehidupan yang dijalaninya selama ini jauh dari kategori masyarakat mampu. Ia tinggal seorang diri, tidak memiliki rumah pribadi, dan sudah tidak lagi bekerja karena faktor usia.
Menurut Karsono, data yang tercantum dalam sistem juga tidak sesuai dengan kondisi riil. Dalam data terbaru, ia disebut memiliki aset berupa sepeda serta menempati rumah dengan lantai keramik, padahal kenyataannya tidak demikian.
Rumah yang kini ditempatinya, katanya, merupakan milik adiknya yang sedang berada di luar daerah. Ia hanya menempati rumah tersebut tanpa memiliki hak kepemilikan. Sementara sepeda yang tercatat sebagai aset juga bukan miliknya.
“Ini rumah adik. Saya cuma nempatin saja. Untuk aset, saya juga nggak punya. Tapi di data desil jadi punya aset sepeda,” kata Karsono kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).
Karsono mengaku khawatir, perubahan desil tersebut akan berdampak terhadap bantuan sosial. Sementara data perubahan desil tersebut, menurutnya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Terakhir dapat bulan Juni masih dapat bantuan BPNT. Kalau bantuan lansia dan lainnya nggak ada, dari dulu juga nggak pernah dapat. Cuma yang BPNT saja,” ujarnya.
Keluhan Perubahan Data Desil Meluas ke Kelurahan Lain
Fenomena perubahan desil ini tidak hanya dialami warga Kelurahan Hegarsari. Keluhan serupa juga muncul dari masyarakat di sejumlah kelurahan lain di Kota Banjar, yang mempertanyakan perubahan status kesejahteraan mereka, karena dikhawatirkan memengaruhi kelayakan sebagai penerima bantuan sosial.
Baca Juga: Dinsos P3A Kota Banjar Salurkan Bantuan untuk Warga yang Atap Rumahnya Ambruk
Lurah Hegarsari, Angga Tri Permana, membenarkan adanya ketidaksesuaian perubahan data desil dengan kondisi fakta di lapangan yang terjadi di wilayahnya. Menurutnya, berdasarkan data perbandingan desil di bulan Juli tahun 2025 dengan bulan Juli 2026, secara jumlah memang terjadi perubahan desil yang cukup signifikan.
Meski begitu, untuk penyesuaian data tersebut, pihaknya harus penelusuran lapangan. Karena pihaknya tidak memiliki akses untuk melihat secara by name dan by address.
“Kita harus memperdalam secara by name by address, karena kita tidak bisa melihat secara khusus datanya. Tapi sesuai dengan kondisi yang ada, masih ada ketidaksesuaian kondisi eksisting masyarakat dengan perubahan data yang ada di kita,” jelasnya.
Lanjutnya mengatakan, atas kondisi perubahan data desil tersebut, banyak warga yang mempertanyakan ke kelurahan. Pasalnya, data tersebut akan berdampak terhadap penerima bantuan sosial.
Baca Juga: Lansia dan Disabilitas Jadi Prioritas Bansos di Kota Banjar, Penyaluran Dilakukan Bertahap
“Banyak warga yang datang ke kelurahan menanyakan kenaikan desil. Saat ini kami sudah berkirim surat ke Dinas Sosial terkait, hanya saja belum ada jawaban,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

10 hours ago
7
















































