Tianwen-2 capai Kamo’oalewa dengan jarak sekitar 20 km lantas mulai eksplorasi ilmiah. Hal ini jadi kabar bahagia tersendiri sebab wahana antariksa tersebut sudah menempuh perjalanan lebih dari 1 tahun. Jarak yang ditempuh pun sekitar 1 miliar km.
Baca Juga: Asteroid 2026 JN4 Jatuh di Indonesia, Ukuran Sebesar Manusia
Tianwen-2 Capai Kamo’oalewa untuk Jalankan Misi
Pada Senin, 6 Juli 2026, kemarin CNSA atau Badan Antariksa Nasional China menyampaikan pengumuman penting. Dalam pengumuman tersebut, CNSA menyebut Tianwen-2 sudah berhasil mendekati asteroid bernama 2016 HO3. Asteroid tersebut juga terkenal dengan sebutan Kamo’oalewa.
Perjalanan wahana antariksa tersebut tidaklah mudah karena menggunakan waktu hampir 400 hari. Karena tiba di asteroid target, wahana ini langsung menjalankan misinya dengan masuk tahap eksplorasi ilmiah. Hal ini dilakukan sebelum mengambil sampel.
Perlu untuk diketahui bahwa Tianwen-2 meluncur pada tanggal 29 Mei 2025. Wahana tersebut jadi misi pertama China dalam mengambil sampel asteroid. Setelah capai Kamo’oalewa, wahana Tianwen-2 ini akan kembali ke Bumi dengan membawa sampel tersebut.
Selain mengambil sampel dari asteroid yang dekat dengan planet Bumi tadi, wahana ini rupanya juga memiliki misi lain. Adapun misinya yaitu eksplorasi komet sabuk utama bernama 311P. Benda langit tersebut letaknya lebih jauh dari planet Mars.
Perjalanan Tianwen-2
Sebelum capai Kamo’oalewa, Tianwen-2 melalui perjalanan yang tidak mudah. Hal ini karena wahana antariksa tersebut sempat bermanuver di antariksa-dalam. Kemudian melakukan operasi koreksi trajektori.
Baca Juga: Asteroid 2026 JH2 Melintas Dekat Bumi, Buka Peluang Pengamatan dengan Teleskop Amatir
Selanjutnya di tanggal 6 Juni 2026, Tianwen-2 rupanya berhasil deteksi asteroidnya untuk kali pertama. Lalu di tanggal 7 Juni 2026, Tianwen-2 bisa memasuki trajektori koplanar dengan jarak 30.000 km pada asteroid tersebut. Selanjutnya pada tanggal 2 Juli 2026 terungkap potret dari jarak yang jadi semakin dekat karena berkisar 20.000 km saja.
Karena jaraknya sudah sangat dekat, Tianwen-2 lantas lakukan eksplorasi ilmiah secara bertahap dan terperinci. Misi ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang morfologi maupun komposisi material. Bahkan melalui misi tersebut, ilmuwan juga ingin mempelajari bagaimana struktur internal asteroid.
Data yang diperoleh dari misi ini akan jadi landasan untuk operasi mengumpulkan sampel berikutnya. Pada akhirnya, ilmuwan bisa lebih mudah mempelajari asteroid tersebut. Bahkan juga bisa mengungkap berbagai hal menarik lainnya tentang kehidupan di luar angkasa.
Pemanfaatan Data Navigasi Optik
Sesuai dengan penjelasan CNSA, saat fase pendekatan, ternyata wahana Tianwen-2 kala capai Kamo’oalewa sudah berhasil mendapatkan citra asteroid. Hal tersebut rupanya juga berkat bantuan data navigasi optik. Tim misi memanfaatkannya untuk membuat ephemeris asteroid jadi lebih sempurna.
Pada akhirnya, upaya tersebut bisa meminimalisir ketidakpastian posisi sebab sebelumnya hanya ditentukan dari observasi berbasis darat saja. Awalnya posisinya berada pada ratusan km hingga akhirnya jadi skala km. Perhitungan posisi maupun lintasan asteroid pun bisa diperbaiki dengan baik.
Di dalam dunia astronomi itu sendiri, data posisi maupun lintasan benda langit memang terkenal dengan istilah ephemeris. Karena menggunakan data baru dari Tianwen-2, maka tim misi saat ini jadi punya gambaran untuk memadu wahana di tahap berikutnya. Gambarannya pun juga jadi lebih detail dan akurat berkat wahana Tianwen-2 yang sukses capai Kamo’oalewa.
Mengenal Asteroid 2016 HO3
Asteroid yang satu ini dinyatakan jadi satelit kuasi bumi atau satelit semu. Satelit ini sendiri adalah benda angkasa dengan jarak agak terlalu jauh dari Bumi namun mengorbitnya saat bersama-sama mengelilingi matahari. Saat mengelilingi Bumi maupun matahari pun, asteroid ini memiliki orbit cukup stabil. Perihal karakteristiknya, ternyata ukurannya tak sebesar bulan.
Masih seputar asteroid ini, ternyata memiliki jalur orbit yang bervariasi. Bahkan karena mengorbit di bidang orbit miring serta elips, asteroid ini terkadang berjarak sangat dekat dengan matahari. Lalu bergerak lebih cepat jika kita bandingkan dengan planet Bumi.
Untuk saat ini, asteroid tersebut masih terus kelilingi matahari dengan Bumi. Akan tetapi, asteroid tersebut bukan satelit alami seperti halnya bulan. Asteroid ini hanya termasuk satelit kuasi saja.
Baca Juga: Okultasi Asteroid Strenua, Fenomena Langka di Langit Indonesia
Wahana antariksa Tianwen-2 capai Kamo’oalewa bisa membuat ilmuwan semakin mudah dalam mempelajarinya. Mau bagaimanapun itu Kamo’oalewa termasuk asteroid yang mencuri perhatian kalangan ilmuwan. Saat sudah capai Kamo’oalewa, data dari Tianwen-2 bisa mendukung kelancaran ilmuwan untuk meneliti sampelnya. (R10/HR-Online)

6 hours ago
8

















































