harapanrakyat.com,- Kasus dugaan cabul yang yang menimpa seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan publik, setelah ibu korban mengunggah keluh kesahnya di media sosial. Hampir tujuh bulan sejak laporan resmi dibuat, terduga pelaku yang merupakan ayah tiri korban belum juga tersentuh hukum.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pencabulan Anak 3 Tahun di Garut Viral, Keluarga Minta RDP ke DPR RI
Perhatian publik bermula dari video berdurasi 2 menit 18 detik yang diunggah melalui akun TikTok @tehaiopik. Unggahan tersebut ramai diperbincangkan dan dipenuhi komentar dari pengguna media sosial
Dalam video itu, sang ibu menceritakan, bahwa anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, menjadi korban dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oleh suaminya atau ayah tiri korban. Ia juga menyebut, telah membuat laporan resmi sejak November 2025, namun perkaranya mandek karena terduga pelaku kasus dugaan cabul kabur.
“Nepangken abi ti sancang, kampung ciputat, abi badi nyungen tulung ka para netizen, abi atos ngalaporken murangkalih abi anu dicabul ku caroge abi nyaeta bapa tere. Ti kelas 5 keneh dugi anjena kelas 6, atos bikin laporan ti sasih november 2025. Malahan kasus atos ka bapa bupati basa aya ka Cibalong, di sasih februari 2026. Tapi kasus ie teu aya kamajengan, dikarenakan si pelaku na abur-aburan wae,” ungkap perempuan yang ada dalam video.
(Perkenalkan saya asal Sancang, Kampung Ciputat, saya minta tolong kepara netizen, saya sudah buat laporan anak saya dicabuli oleh suami saya, yaitu ayah tiri korban. Dari kelas 5 SD hingga kelas 6 SD, sudah buat laporan dari bulan November 2025. Malahan kasus sudah disampaikan ke Bupati saat ada di Cibalong bulan februari 2026, tapi kasus ini tidak ada kemajuan, dikarenakan pelaku kabur).
Baca Juga: Gak Ada Akhlak, Ayah Tiri Gauli Anak hingga Hamil di Garut
Alasan Ibu Korban nggah Kasus Dugaan Cabul di Medsos
Ditemui di kediamannya di Kecamatan Cibalong, ibu korban tak malu-malu mengungkap ke media terkait musibah yang dialami anaknya. Ia menceritakan, berbagai upaya telah dilakukan agar pelaku bisa segera ditangkap. Namun sayang, polisi masih jalan di tempat untuk mengungkap kasus ini.
“Saya benar ibunya. Sudah laporan resmi ke Polres, kejadian terakhir perbuatan itu pada 26 November 2025. Sudah sampai ke mana-mana. Malahan, ke pak bupati juga sudah diberi tahu. Sampai saat ini belum ada kepastian,” ungkap Lia Agusti, Selasa (7/7/2026).
Ibu korban tak sekali membuat unggahan kasus dugaan cabul di media sosial. Ia terus mencoba meminta bantuan netizen, agar kasus yang menimpa anaknya ini dapat didorong hingga sang pelaku diamankan petugas kepolisian.
Selain mengunggah bukti laporan, Lia juga berani memperlihatkan foto terduga pelaku yang dianggap telah merusak masa depan anaknya. “Awalnya memang trauma, tapi sekarang sudah membaik dan sempat tak bersekolah selama 3 bulan. Sekarang sudah mau sekolah lagi,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Herman mengaku, bahwa pihaknya sudah melayangkan 2 kali pemanggilan terhadap terlapor. Namun hingga saat ini terduga pelaku tak kunjung datang.
Ia mengungkapkan, bahwa perkara kasus dugaan cabul ini sedang ditangani. Bahkan, para saksi sudah diperiksa termasuk melakukan visum terhadap korban. Kini polisi akan melakukan pemanggilan ketiga. Namun jika terduga pelaku masih juga tidak mau datang, maka akan dijemput paksa.
Baca Juga: Restitusi Korban Pelecehan Oknum Dokter di Garut Dibayarkan, Jumlahnya Berbeda-beda
“Sudah kita periksa saksi-saksi, sudah lakukan visum dan psikolog kepada korban. Terlapor sudah dipanggil 2 kali tapi tidak datang. Memang yang dilaporkan yaitu ayah tiri dari korban, yang juga statusnya suami ibu itu. Kita masih sedang berupaya untuk menemukan terlapor tersebut,” ungkapnya. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

11 hours ago
11

















































