harapanrakyat.com,- Ribuan warga dari Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy, Kabupaten Garut, menggeruduk Kantor DPRD Garut, Kamis (20/8/2026). Mereka menuntut keberpihakan pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan kabupaten Garut yang rusak parah.
Massa menilai kondisi jalan di tiga kecamatan tersebut sudah terlalu lama dibiarkan. Mereka meminta pemerintah mengalokasikan anggaran rehabilitasi jalan melalui APBD Garut, terutama untuk ruas jalan yang belum mendapat penanganan pada 2026.
Sebelum tiba di Kantor DPRD Garut yang berada di Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, massa terlebih dahulu berkumpul di kawasan Banjarwangi. Dalam perjalanan, massa juga sempat menghadang kendaraan berpelat merah milik pemerintah daerah yang melintas ketika ada pejabat melintas di jalur tersebut.
Baca Juga: Ribuan Warga akan Kepung DPRD Garut, 220 Elf Bakal Mogok Operasi Tuntut Perbaikan Jalan
Setibanya di Kantor DPRD Garut, massa langsung menyampaikan tuntutan melalui orasi di depan gerbang. Koordinator aksi, Alan Muhtar, mengatakan warga dari tiga kecamatan hanya meminta satu hal, yakni keberpihakan pemerintah daerah terhadap perbaikan jalan.
“Hanya satu permintaan warga Banjarwangi, Singajaya, Peundeuy, yaitu jalan yang layak digunakan masyarakat,” ujar Alan, Kamis (20/8/2026).
Sepuluh Tahun Jalan Rusak di Garut Tanpa Perbaikan
Menurut Alan, masyarakat sudah sekitar 10 tahun merasakan kondisi jalan yang rusak. Ia mempertanyakan alasan ruas Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy tidak masuk dalam alokasi anggaran perbaikan jalan pada 2026.
“Kenapa jalan Banjarwangi tidak masuk anggaran 2026 dari Rp296 miliar?” katanya.
Alan menegaskan, warga tidak meminta seluruh anggaran perbaikan jalan dialokasikan untuk wilayah mereka. Namun, mereka berharap pemerintah memberikan porsi anggaran yang jelas untuk menangani kerusakan jalan di tiga kecamatan tersebut.
“Minimal ada anggaran rehabilitasi yang masuk ke jalan tersebut,” tegasnya.
Ia menyebut kondisi jalan yang menghubungkan Banjarwangi, Singajaya, hingga Peundeuy merupakan salah satu ruas terparah di Kabupaten Garut. Karena itu, warga meminta pemerintah daerah menunjukkan keberpihakannya melalui kebijakan anggaran.
“Jalan tiga kecamatan ini merupakan yang terburuk se-Kabupaten Garut,” ungkap Alan.
Tak hanya menuntut perbaikan jalan, massa juga menyampaikan ancaman untuk memisahkan diri dari Kabupaten Garut apabila pemerintah daerah tidak segera memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Alan mengatakan perbaikan jalan tidak harus dilakukan sekaligus. Warga membuka opsi pengerjaan secara bertahap, asalkan pemerintah memiliki kepastian anggaran dan target penyelesaian.
“Bertahap, tahun 2026 berapa kilometer, tahun 2027 kami meminta diselesaikan,” ujarnya.
Jika tuntutan tersebut tidak mendapat respons, Alan meminta pemerintah membantu masyarakat memperjuangkan pemisahan wilayah dari Kabupaten Garut.
Baca Juga: Pergerakan Tanah di Garut, Satu Rumah Ambruk dan Empat Terancam
“Kalau tidak, bantu kami berpisah dari Kabupaten Garut,” pungkasnya. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

5 hours ago
5

















































