Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah, Memahami Perbedaan serta Hubungannya dalam Islam

18 hours ago 17

Tauhid uluhiyah dan rububiyah merupakan dua istilah penting dalam pembahasan akidah Islam. Keduanya sama-sama berbicara tentang keesaan Allah SWT tetapi memiliki penekanan dan makna berbeda. Hal itulah yang sering kali membuat sebagian umat Muslim merasa bingung.

Baca Juga: Rukun Kalimat Tauhid Sebagai Fondasi Utama Keimanan Seorang Muslim

Karenanya mempelajari tauhid rububiyah serta uluhiyah bukan hanya menambah wawasan keislaman. Lebih dari itu, pengetahuan juga memperkuat keyakinan bahkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap orang dapat lebih mampu menempatkan ibadah pada tujuan yang benar.

Mengenal Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah

Secara bahasa, tauhid berasal dari kata “wahhada” yang berarti mengesakan. Dalam istilah syariat, tauhid adalah meyakini bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang memiliki kesempurnaan. Ini berarti, Allah tidak memiliki sekutu serta berhak menerima seluruh bentuk penghambaan.

Tauhid menjadi fondasi utama dalam Islam. Seluruh nabi dan rasul diutus untuk mengajak manusia mengesakan Allah serta meninggalkan segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Semua ibadah, baik sholat hingga amal sholeh lainnya, berpijak pada keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang layak kita sembah.

Dalam pembahasan ilmu akidah, tauhid kerap ulama jelaskan melalui beberapa aspek agar lebih mudah umat pahami. Di antara pembagian yang paling populer adalah rububiyah dan uluhiyah. Kedua istilah ini sering dianggap serupa, padahal masing-masing memiliki fokus pembahasan yang tidak sama.

Perbedaan Mendasar Ada di Fokus Pembahasannya

Pembagian tauhid ke dalam rububiyah serta uluhiyah bertujuan untuk memudahkan pemahaman mengenai hubungan manusia dengan Allah SWT. Tauhid rububiyah menitikberatkan pada keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Pengatur dan Penguasa seluruh alam semesta. Segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya dan tidak ada makhluk yang dapat menandingi kekuasaan-Nya.

Baca Juga: Pengertian Tauhid Asma Wa Sifat dan Maknanya dalam Kehidupan

Sementara itu, tauhid uluhiyah berfokus pada pengesaan Allah dalam seluruh bentuk ibadah. Artinya, segala bentuk doa, permohonan, nazar, tawakal, rasa takut, cinta dan penghambaan hanya tertuju kepada Allah SWT. Umat Muslim tidak seharusnya menyekutukan-Nya dengan apa pun, bahkan termasuk benda-benda keramat.

Dalil Tentang Tauhid Rububiyah serta Uluhiyah

Salah satu ayat yang sering menjadi dasar pembahasan mengenai tauhid rububiyah terdapat dalam Surah Al Ankabut ayat 61. Ayatnya menunjukkan bahwa sebagian kaum musyrik pada masa Nabi Muhammad SAW mengakui Allah sebagai Pencipta alam semesta. Namun, pengakuan tersebut tidak membuat mereka menjadi orang yang bertauhid secara sempurna. Ini karena mereka masih mempersembahkan ibadah kepada selain Allah.

Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah

Hal ini Allah perjelas kembali dalam Surah Az Zumar ayat 3. Tepatnya ketika Allah mengabarkan ucapan orang-orang yang menjadikan selain-Nya sebagai sesembahan dengan alasan agar lebih dekat kepada-Nya. Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa pengakuan terhadap kekuasaan Allah saja belum cukup. Apalagi jika ibadah masih tertuju kepada selain-Nya.

Pentingnya Memahami Tauhid Uluhiyah maupun Rububiyah

Memahami tauhid uluhiyah dan rububiyah membantu seorang Muslim menyadari keimanan tidak cukup pada keyakinan Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Keimanan juga harus terwujud dalam bentuk ibadah yang murni hanya kepada Allah SWT. Pemahaman ini juga menjadi benteng agar seorang Muslim terhindar dari berbagai bentuk syirik. Baik yang tampak maupun tersembunyi.

Selain itu, seseorang akan lebih mudah menumbuhkan rasa tawakal, ikhlas dan keyakinan bahwa seluruh urusan berada dalam kekuasaan Allah. Dengan memahami kedua aspek tauhid tersebut secara seimbang, seorang Muslim dapat menjalani kehidupan dengan akidah yang lebih kokoh. Sekaligus menjadikan setiap ibadah sebagai bentuk penghambaan yang benar kepada Allah.

Contoh sederhana ketika seseorang menghadapi kesulitan hidup, seperti kehilangan pekerjaan atau terus merasa cemas. Dengan memahami makna uluhiyah maupun rububiyah, ia meyakini bahwa Allah adalah sebaik-baik Pengatur segala urusan. Keyakinan tersebut membuat hati lebih tenang, mendorong ikhtiar, serta menghindarkannya dari bergantung kepada selain Allah.

Baca Juga: Perbedaan Aqidah dan Tauhid dalam Ajaran Islam

Tauhid uluhiyah dan rububiyah merupakan dua konsep penting yang saling melengkapi dalam memahami keesaan Allah SWT. Tauhid rububiyah menegaskan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, dan Pengatur alam semesta. Di sisi lain, tauhid uluhiyah menekankan bahwa seluruh bentuk ibadah hanya boleh tertuju kepada Allah semata. Inilah yang membuat tauhid uluhiyah dan rububiyah jadi dasar akidah serta fondasi dalam menjalani kehidupan. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |