harapanrakyat.com,- Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menegaskan bahwa timnya akan tetap tampil maksimal walau sudah terbebas dari ancaman turun kasta. Laskar Mataram mengincar poin penuh dalam laga kandang pamungkas melawan Madura United di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (17/5/2026).
Baca juga: Pemain PSBS Biak Selebrasi Minta Gaji, Bongkar Masalah Finansial Klub, Benarkah?
Dengan koleksi 42 poin, Laskar Mataram kini duduk dengan nyaman di peringkat ke-11 klasemen sementara. Sebaliknya, tim sepak bola Madura United berada dalam situasi kritis di posisi ke-15 zona degradasi lantaran baru mengais 32 poin dari 32 laga.
PSIM berambisi memberikan kado indah bagi para pendukungnya di penghujung akhir musim ini. Oleh karena itu, Van Gastel menginstruksikan anak asuhnya untuk selalu bertarung demi kemenangan di tiap laga.
Beban berat justru berada di pundak Madura United menjelang pertandingan. Situasi pelik ini membuat kemenangan atas PSIM menjadi satu-satunya jalan keluar bagi mereka untuk lolos dari jurang degradasi.
Van Gastel menyadari bahwa hasil pertandingan yang diraih Persis Solo bisa mendongkrak motivasi skuad Madura United. Meski begitu, sang juru taktik memilih meminta anak asuhnya untuk menutup mata dan fokus pada kesiapan tim sendiri. “Kita berdiri untuk tim. Fokus kita hanyalah memenangkan setiap pertandingan,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers, Sabtu (16/5/2026).
Gelandang Muhammad Iqbal diproyeksikan tampil sebagai starter untuk menggantikan posisi Savio Sheva yang terkena sanksi akumulasi kartu. Van Gastel pun melempar pujian dan mengaku sangat puas melihat progres signifikan yang ditunjukkan pemain berusia 25 tahun tersebut.
“Situasi yang bagus. Setelah penantian yang saya tunggu, harapan saya tentang Iqbal saat ini telah berkembang lebih baik dari sebelumnya,” kata Van Gastel.
Bentrok Dua Misi, Mengejar Kemenangan vs Berjuang untuk Bertahan
Madura United dipastikan tampil di bawah tekanan hebat akibat posisi mereka yang masih terjerat di zona merah. Hasil maksimal saat bersua PSIM menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
Baca juga: Persib Bandung Kontra PSM Makassar Tanpa Bojan Hodak, Ini Kata Igor Tolic
Van Gastel sangat paham bahwa calon lawannya tersebut akan bermain habis-habisan dengan motivasi yang berlipat ganda. Namun, ia percaya strategi permainan yang matang di lapangan akan menjadi pembeda dan penentu hasil akhir. “Mereka akan tampil dengan motivasi luar biasa. Taktik bermain akan mempengaruhi hasil dan kita hanya akan fokus pada kemenangan,” ujarnya.
Pertandingan pekan ke-33 Super League ini menjadi pembuktian konsistensi PSIM Yogyakarta di kandang sendiri. Di sisi lain, nasib Madura United di kasta tertinggi dipertaruhkan sepanjang laga hidup-mati ini. (Revi/R6/HR-Online)

1 hour ago
5

















































