harapanrakyat.com,- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjar, Jawa Barat, Soedrajat Argadireja menyesalkan tidak adanya dukungan anggaran dari pemerintah kota untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jabar tahun 2026.
Alhasil orang tua siswa harus merogoh kocek sendiri hingga Rp 1,5 juta untuk berpartisipasi gara-gara tidak adanya dukungan anggaran dari pemerintah kota untuk ajang tersebut.
Soedrajat mengatakan, untuk ajang Popwilda bukan ranah dan kewenangan dari KONI karena atlet-atlet tersebut masih berstatus tingkatan pelajar.
Baca Juga: Soal Dugaan Galian C di Sinartanjung, DPMPTSP Kota Banjar Tegaskan Bukan untuk Tambang
KONI Nilai Pemerintah Kota Banjar Tak Serius Dukung Atlet Popwilda
Ia pun menilai pemerintah kota tidak serius dalam mendukung keberlangsungan dan prestasi para atlet.
Apalagi, agenda Popwilda merupakan agenda rutin setiap tahun yang selama ini sudah berjalan. Seharusnya, menurut Soedrajat, anggaran sudah disiapkan sejak masih dalam proses perencanaan.
“Kegiatan ini kan sudah agenda rutin tiap tahun dan itu selalu menjadi kendala. Kenapa sesuatu yang sudah menjadi rutinitas dan menyangkut prestasi membawa nama baik daerah tidak dijadikan prioritas,” ujar Soedrajat kepada wartawan, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Tak Ada Dukungan Anggaran Pemkot Banjar, Orang Tua Atlet Diminta Iuran untuk Popwilda Jabar
Lanjutnya berujar, setidaknya pemerintah kota bisa ikut memperhatikan, memberikan dukungan kebutuhan atlet misalnya untuk kebutuhan transportasi, penginapan dan kebutuhan lainnya. Terlebih, atlet masih pelajar.
“Kenapa tidak direncanakan gitu kan dan itu setiap tahun loh. Kalau Koni mah 4 tahun sekali itu juga tidak ada anggarannya. Ini yang sudah jelas setiap tahun kenapa tidak dianggarkan kenapa gitu kan,” ujarnya.
Tanggapan Disporapar Kota Banjar
Merespon hal itu Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Banjar, Kaswad membenarkan tidak adanya Anggaran untuk ajang Popwilda tersebut.
“Betul. Popwilda tidak anggaran dan itu bukan ajang Popwilda saja tetapi juga Porsenitas, Peparda juga sama tidak anggaran dan PSSI informasinya mau memberangkatkan secara mandiri,” katanya.
Adapun adanya iuran ajang Popwilda Cabor olahraga sepak bola hal itu merupakan hasil kesepakatan rapat orang tua atlet yang difasilitasi oleh pihak PSSI Kota Banjar.
Pihaknya mengapresiasi langkah yang diambil oleh PSSI. Kalaupun terdapat orang tua atlet yang merasa keberatan dengan adanya iuran menurutnya hal itu menjadi pilihan dari orang tua atlet.
“Kami senang kalau mereka mau mandiri bisa mengikuti kegiatan. Tapi mungkin ada beberapa orang tua yang keberatan dengan anggaran itu kalau merasa keberatan saya kira enggak usah ikut saja agar tidak menjadi beban,” ujarnya.
Lanjutnya menambahkan, tidak adanya dukungan anggaran tersebut baru tahun ini. Pada tahun lalu masih bisa menyelenggarakan ajang Popwilda, Peparda dan Porsenitas.
Baca Juga: Sumber Air Curug Sarjan Kota Banjar Tak Pernah Kering Meski Kemarau, Jadi Tumpuan Warga
“Tahun kemarin kita masih bisa menyelenggarakan Popwilda Peparda dan juga Porsenitas. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa ada anggaran. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

4 hours ago
6

















































