Kisah Perjuangan Dedi Kusnandar Meraih Trofi Hatrrick Juara Bersama Persib Bandung

6 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Pemain tengah andalan Persib Bandung, Dedi Kusnandar, sukses menorehkan tinta emas usai mengarungi kompetisi domestik yang penuh liku dan menguras air mata. Sosok yang akrab dipanggil Dado itu berhasil mengantarkan tim Pangeran Biru menyabet tiga gelar juara beruntun.

Keberhasilan beruntun ini diraih Dado sepanjang kompetisi musim 2023/2024, 2024/2025, serta 2025/2026. Gelandang jangkar tangguh tersebut tak menyangka bahwa pencapaian fantastis ini sanggup melampaui seluruh target dan impian masa lalunya.

‎Pilar bernomor punggung 11 tersebut merasa kian istimewa karena dipercaya memperkuat skuad bertabur bintang milik Maung Bandung. Baginya, rangkaian trofi bergengsi yang didapatkan secara beruntun itu seolah-olah dongeng indah yang jadi kenyataan.

Perjalanan Karier Dedi Kusnandar Melewati Kritik Hingga Cedera Parah Bersama Persib

‎Mulai merapat ke klub sejak satu dekade silam, Dado memang absen dalam skuad yang memenangkan LSI 2014. Dirinya baru mencicipi podium tertinggi kala mengunci gelar Piala Presiden pada musim 2015.

‎Langkah kakinya dalam menjaga kedalaman lini tengah Persib Bandung diakui dipenuhi kerikil tajam. Dado pernah tersingkir dari susunan pemain inti, menderita cedera fatal, hingga menjadi sasaran empuk kecaman publik.

‎”Perasaan saya sukar dilukiskan dengan kata-kata, yang jelas saya merasa sangat terharu,” ujar Dado dengan mata yang berkaca-kaca, melansir laman resmi Persib Bandung, Sabtu (30/5/2026).

‎Ia kemudian mengenang momen kelam ketika kondisi internal tim sedang memanas dan tuntutan dari suporter membuatnya nyaris ambruk. “Jika menengok ke belakang, saya telah melampaui fase di mana kemampuan saya diragukan orang-orang hingga hampir menyerah. Sama sekali tak menyangka sekarang bisa melesat sejauh ini, bahkan dahulu sempat terbersit pikiran untuk angkat kaki,” ungkapnya.

Buah Kesabaran Gelandang Pangeran Biru Bangkit Dari Cedera Dan Meraih Trofi

‎Rasa cinta yang mendalam terhadap tim asal tanah kelahirannya membulatkan tekadnya untuk tetap setia di Kota Kembang. Ketabahan Dado akhirnya terbayar tuntas pasca menuntaskan laga puncak yang begitu menegangkan.

“Tadinya saya cuma mengharapkan satu piala, namun puji syukur Yang Maha Kuasa memberikan bonus melimpah. Hasil dari keteguhan hati untuk tetap membela Persib berujung sangat manis,” tutur Dado diselimuti rasa haru.

‎Fase paling fatal dalam perjalanan kariernya ialah memulihkan kembali kebugaran badan sekaligus mentalitas bertandingnya pasca dihantam cedera hebat. Beruntung, masa-masa rehabilitasi yang melelahkan tersebut sanggup ia tuntaskan dengan baik.

‎”Saya sempat didera cedera yang tergolong fatal dan memerlukan waktu penyembuhan yang sangat lama. Memulihkan performa seperti sedia kala itu sangat sulit, namun beruntung saya kembali diberikan berkah. Jelas tidak banyak pesepak bola yang sanggup bertahan dalam situasi sesulit ini,” tutupnya.

‎Kesabaran menghadapi kritik dan cedera parah menjadi kunci sukses Dedi Kusnandar meraih hattrick juara. Perjalanan sarat motivasi dari gelandang Persib Bandung ini menjadi bukti nyata bahwa keikhlasan akan berujung pada kejayaan tertinggi. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |