Jembatan Cirahong Jadi Destinasi Wisata, Pemprov Jawa Barat Siapkan Penataan Ikonik Berbasis Budaya

7 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat berencana melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jembatan Cirahong. Mengingat, wisatawan seringkali memadati jembatan yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, kondisi jembatan peninggalan kolonial Belanda saat ini terkesan semrawut atau pasolengkrah.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Akui Pemprov Jawa Barat Belum Bisa Bangun Jembatan Cirahong 2 Dalam Waktu Dekat 

Kesemrawutan itu karena PKL di Jembatan Cirahong tidak tertata, sehingga menyebabkan penumpukan sampah dan mengurangi estetika kawasan heritage. 

“Itu heritage, jembatan zaman Belanda. Kalau kereta api lewat kan indah banget, karena jembatannya panjang. Di atasnya ada kereta api, di bawahnya penyeberangan. Tapi dengan situasi pengunjung yang banyak, tapi warung-warung tidak tertata, kan enggak bagus,” kata Herman, Selasa (5/5/2026).

MoU dengan PT KAI untuk Penataan PKL di Jembatan Cirahong

Menindaklanjuti arahan Gubernur Dedi Mulyadi, saat ini Pemprov Jawa Barat sedang menyusun Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) dengan PT KAI.

MoU Pemprov Jawa Barat dengan PT KAI ini menjadi dasar penataan PKL di kawasan Jembatan Cirahong agar tidak lagi semrawut.

“Makanya Pak Gub kemarin menugaskan, saya lagi menyiapkan MOU dengan PT KAI karena tanahnya milik PT KAI,” ujarnya.

Herman berujar, apabila sudah ada penandatanganan MoU Pemprov Jawa Barat dan PT KAI, penataan PKL akan melibatkan Pemkab Ciamis dan Tasikmalaya.

Baca Juga: Demi Melihat Dedi Mulyadi di Kawali Ciamis dari Dekat, Warga Rela Basah Kuyup

Kepala Biro Perekonomian Setda Jawa Barat telah ditunjuk sebagai koordinator lapangan guna memastikan penataan PKL berjalan optimal.

“Kepala Biro Perekonomian, yang mengoordinasikan, membantu di lapangan. Nanti koordinasi dengan Pemkab Ciamis dan Pemkab Tasikmalaya. Nanti saya akan tongkrongin juga untuk memastikan penataannya optimal,” ujarnya.

Fokus pada Kebersihan dan Jadi Objek Wisata Berkelanjutan

Menurutnya, penataan PKL yang pertama berfokus pada kebersihan, lalu membuat desain warung PKL berbasis budaya Sunda agar selaras dengan lingkungan sekitar yang asri.

Penataan ini bertujuan untuk mengubah Jembatan Cirahong dari sekadar tempat singgah menjadi objek wisata yang berkelanjutan.

“Pak Gub tidak hanya ingin ramai tapi berkelanjutan, bukan ramai sesaat. Jadi destinasi unggulan Ciamis dan Tasikmalaya, karena di perbatasan,” tuturnya.

Mengenai nasib para PKL yang ada saat ini, Herman menyebut mereka sangat antusias dengan Pemprov Jawa Barat ini.

Para pedagang menyatakan kesediaan untuk ditata lebih tertib dan disiplin demi kenyamanan pengunjung di kawasan Jembatan Cirahong.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Bakal Sulap Kawasan Monju Jadi ‘Satu Napas’ dengan Gedung Sate

“Kemarin sudah komunikasi, mereka sangat antusias bersedia banget. Nanti kami akan bantu penataan dan sebagainya oleh Pemprov kerja sama dengan Pemda Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis,” katanya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |