Ino Darsono Gabung PSI, Pengamat Sebut Bisa Ubah Peta Politik Pangandaran

4 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Keputusan Wakil Bupati Pangandaran, Ino Darsono bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai menjadi langkah politik yang cukup mengejutkan sekaligus penuh perhitungan. Bahkan bisa mengubah peta politik di Pangandaran.

Pengamat kebijakan publik, Miftah Mujahid menilai langkah tersebut mencerminkan dinamika politik modern yang semakin terbuka dan adaptif terhadap perubahan.

Menurutnya, perpindahan seorang tokoh politik ke partai baru merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Apalagi kalau didasari semangat memperluas ruang perjuangan politik dan kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Alasan Wakil Bupati Pangandaran Gabung ke PSI setelah Sowan ke Solo, Puji Karisma dan Rekam Jejak Politik Jokowi 

“Dalam politik demokratis, perpindahan partai bukan sesuatu yang harus dipandang negatif. Yang terpenting adalah bagaimana seorang tokoh tetap memiliki orientasi pada kepentingan publik dan pembangunan daerah,” kata Miftah, Jumat (29/5/2026).

Ino Darsono Gabung PSI Bisa Ubah Peta Politik Pangandaran

Langkah Ino Darsono bergabung dengan PSI menjadi perhatian publik setelah dirinya terlihat melakukan komunikasi politik bersama jajaran PSI Jawa Barat di Solo.

Kehadiran tokoh dengan pengalaman panjang di Pangandaran itu dinilai dapat memberi dampak besar terhadap perkembangan PSI di daerah.

Miftah menilai, rekam jejak politik Ino Darsono menjadi modal penting dalam membangun kekuatan partai, khususnya di Kabupaten Pangandaran.

Selain pernah memimpin DPD PAN Pangandaran periode 2014-2019, Ino Darsono juga sempat menjabat Wakil Ketua DPRD Pangandaran, dan dikenal sebagai salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Sowan ke Jokowi, Wakil Bupati Pangandaran Ino Darsono Gabung ke PSI

Saat ini, Ino Darsono menjabat Wakil Bupati Pangandaran periode 2025–2030 mendampingi Citra Pitriyami, setelah memenangkan Pilkada Pangandaran 2024 dengan raihan 132.007 suara atau sekitar 51,72 persen suara sah.

“Figur dengan pengalaman politik dan kedekatan sosial seperti Ino Darsono tentu memiliki pengaruh elektoral yang cukup kuat. Ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi PSI untuk memperluas basis dukungan masyarakat,” ujar Miftah.

Tantangan Besar PSI di Pangandaran

Meski demikian, Miftah mengingatkan bahwa PSI tetap menghadapi tantangan besar di Pangandaran. Hingga saat ini, PSI belum memiliki kursi signifikan di DPRD Pangandaran, sehingga perlu konsolidasi organisasi dan penguatan struktur politik hingga tingkat akar rumput.

Menurutnya, popularitas figur tidak selalu otomatis berbanding lurus dengan kekuatan mesin partai di lapangan. Karena itu, kerja politik yang konsisten tetap menjadi faktor penting apabila PSI ingin berkembang di Pangandaran.

“Membangun kekuatan partai tidak cukup hanya mengandalkan figur publik. Perlu konsolidasi internal, penguatan kader. Serta pendekatan langsung kepada masyarakat,” jelas Miftah.

Baca Juga: Ino Darsono Belum Kepikiran Daftar Ketua PAN Pangandaran, Fokus Jalankan Tugas sebagai Wakil Bupati

Ia juga melihat langkah PSI merekrut tokoh daerah sebagai bagian dari strategi politik jangka panjang menjelang Pemilu 2029. Kehadiran figur berpengaruh dinilai dapat mempercepat penetrasi partai di wilayah-wilayah yang belum menjadi basis kekuatan PSI.

“Namun berharap dinamika politik yang berkembang tetap berjalan sehat. Mampu menjaga stabilitas pemerintahan daerah serta keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Pangandaran,” pungkasnya. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |