Film Operasi Pesta Copet, Debut Edy Khemod dengan Latar Festival Musik

18 hours ago 14

Edy Khemod, drummer band Seringai, memperluas kiprahnya ke dunia perfilman lewat film Operasi Pesta Copet. Film ini menjadi debutnya sebagai sutradara hasil kolaborasi bersama rumah produksi Imajinari dan festival musik Pesta Pora. Proyek tersebut menghadirkan pengalaman baru yang memadukan dunia musik dengan layar lebar.

Baca Juga: Film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali, Drama Keluarga yang Penuh Pengorbanan

Ide cerita Operasi Pesta Copet berawal dari maraknya aksi copet yang sering muncul pada festival musik lokal. Khemod kemudian menawarkan konsep tersebut kepada produser Dipa Andhika Nurprasetyo dan Ernest Prakasa. Tema yang dekat dengan situasi nyata itu menjadi dasar pengembangan cerita film ini.

Sinopsis Film Operasi Pesta Copet

Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan menghadapi masa sulit setelah kehilangan pekerjaan. Kondisinya semakin rumit karena sang ibu memiliki utang sebesar Rp15 juta yang harus segera terbayar. Bersama Adut yang diperankan Kristo Immanuel, ia mencoba berbagai pekerjaan serabutan, tetapi penghasilan yang terkumpul belum mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tekanan ekonomi akhirnya mendorong Ijal, Adut, Tia yang diperankan Zulfa Maharani, serta Melodi yang diperankan Kawai Labiba menyusun rencana berisiko. Mereka memilih festival musik Pestapora sebagai lokasi aksi pencopetan massal. Sebelum menjalankan rencana tersebut, keempatnya mempelajari budaya konser agar penyamaran sebagai penonton berlangsung meyakinkan.

Rencana itu ternyata tidak berjalan semudah perkiraan. Keramaian festival memunculkan berbagai tantangan, mulai dari aksi kejar-kejaran, suasana moshing, hingga konflik yang menguji kekompakan mereka. Setiap keputusan membawa konsekuensi besar sehingga persahabatan dan kepercayaan antarsahabat ikut berada dalam taruhan.

Keunikan film ini juga terlihat dari proses produksinya yang berlangsung langsung di tengah festival Pestapora dengan puluhan ribu penonton. Latar konser menghadirkan suasana yang berbeda dari film kriminal pada umumnya karena penuh musik, keramaian, dan interaksi antar pengunjung. Perpaduan unsur kriminal, drama, dan persahabatan membuat cerita terasa lebih hidup sekaligus dekat dengan realitas sosial.

Daftar Pemain 

Film Operasi Pesta Copet menghadirkan sejumlah aktor dan aktris yang menghidupkan cerita kriminal berlatar festival musik. Berikut daftar pemainnya.

  • Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal
  • Kristo Immanuel sebagai Adut
  • Zulfa Maharani sebagai Tia
  • Kawai Labiba
  • Ardit Erwandha
  • Fauzan Lubis

Baca Juga: Film Anak-Anak Bambu, Angkat Kisah Haru Tentang Arti Rumah dan Keluarga

Trailer Operasi Pesta Copet Soroti Tekanan Ekonomi dan Persahabatan

Imajinari merilis official trailer terbaru film Operasi Pesta Copet yang menampilkan perjalanan hidup Ijal. Setelah terkena PHK, Ijal kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga. Situasinya semakin berat ketika mengetahui sang ibu memiliki utang sebesar Rp15 juta yang harus segera terlunasi.

Berbagai pekerjaan sempat Ijal jalani bersama Adut yang diperankan Kristo Immanuel, termasuk menjadi badut. Pertemuannya dengan Silet yang diperankan Fauzan Lubis kemudian mengubah arah hidup mereka. Silet mengenalkan aksi pencopetan sebagai jalan keluar dari tekanan ekonomi yang terus menghimpit.

Trailer juga memperlihatkan hubungan Ijal dengan Adut, Tia, dan Melodi. Keempat sahabat itu menyusun rencana mencopet di tengah keramaian festival musik Pestapora yang dipenuhi ribuan pengunjung. Aksi mereka menghadirkan ketegangan melalui gerakan cepat, kejar-kejaran, hingga perselisihan yang menguji persahabatan.

Selain menyuguhkan cerita kriminal, film ini mengangkat sisi manusiawi para tokohnya. Mereka bukan sosok yang sejak awal memilih kejahatan, melainkan anak-anak muda yang merasa kehilangan pilihan hidup. Trailer tersebut sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap aksi pencopetan saat menghadiri konser atau festival musik.

Proses Produksi dan Fakta Menarik

Film Operasi Pesta Copet merupakan debut penyutradaraan film panjang Edy Khemod. Ide cerita lahir dari pengamatannya terhadap maraknya aksi copet di konser musik. Sejak 2022, Khemod telah berdiskusi dengan Kiki Aulia Ucup dari Boss Creator mengenai kemungkinan menghadirkan film berlatar festival musik.

Produser Ernest Prakasa dan Dipa Andhika Nurprasetyo kemudian bergabung untuk mewujudkan konsep tersebut. Menurut Ernest, skala cerita sengaja tetap dipertahankan agar sesuai dengan gagasan awal sang sutradara. Karena itu, tim memilih bermitra langsung dengan Pestapora agar suasana festival tampil lebih autentik.

Persiapan produksi mulai berlangsung sejak 2024 melalui survei lokasi, penyusunan layout, penentuan jumlah stage, serta perencanaan alur pengambilan gambar. Ketelitian itu membuat proses syuting berjalan lebih efisien. Dari jadwal awal selama 24 hari, seluruh produksi selesai hanya dalam 22 hari.

Baca Juga: Film Free Wifi, Tampilkan Keindahan Sulawesi Utara Lewat Kisah yang Menghibur

Film ini sempat memakai judul Operasi Pesta Pora sebelum berganti menjadi Operasi Pesta Copet. Pergantian nama bertujuan memperjelas fokus cerita tentang fenomena pencopetan sebagai dampak ketimpangan sosial. Imajinari juga menghadirkan original soundtrack berjudul Kita Melawan Dunia dari BAALE, moniker Iqbaal Ramadhan. Film Operasi Pesta Copet ini akan tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026 mendatang. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |