Fakta Mengejutkan Mengapa Bulan Menjauhi Bumi dan Dampaknya bagi Kehidupan

17 hours ago 13

harapanrakyat.com,- Memang benar bahwa fenomena bulan menjauhi bumi sedang terjadi secara perlahan namun pasti. Proses alamiah ini telah dibuktikan secara akurat oleh para ilmuwan astronomi dari berbagai negara maju. Selanjutnya, pergerakan satelit alami planet kita ini rupanya membawa dampak yang cukup signifikan bagi kelangsungan tata surya.

Baca juga: Mengungkap Rahasia Ilmiah di Balik Fenomena Warna Warni Permukaan Bulan

Kemudian, para peneliti menggunakan eksperimen pantulan laser peninggalan misi antariksa lampau untuk menghitung pergerakan tersebut. Menurut data pengamatan ilmiah, benda langit ini bergerak menjauh sejauh 3,8 sentimeter setiap tahunnya. Oleh karena itu, jarak orbit antara bumi dan satelit setianya tersebut terus bertambah panjang seiring berjalannya waktu.

Alasan Bulan Terus Menjauhi Bumi

Pada dasarnya, pergeseran jarak ini sangat dipengaruhi oleh gaya tarik-menarik gravitasi antara kedua benda tata surya tersebut. Tarikan gravitasi satelit alami ini menciptakan fenomena pasang surut air laut yang terus-menerus terjadi di daratan.

Kemudian, interaksi tersebut menimbulkan gesekan alami yang secara rutin terjadi antara perairan dan kerak benua. Akibatnya, gesekan pasang surut ini perlahan memperlambat putaran planet kita bagaikan pemain seluncur es yang merentangkan tangannya.

Di sisi lain, hilangnya energi putaran rotasi planet ini sama sekali tidak lenyap begitu saja ke ruang hampa. Energi tersebut secara perlahan berpindah ke orbit satelit sehingga mendorongnya bergerak ke arah lintasan yang lebih tinggi.

Perpindahan energi orbital ini secara konstan memaksa satelit kita untuk terus memperlebar jarak lintasannya. Tentu saja, interaksi fenomena alam kosmik yang luar biasa ini sudah berlangsung stabil selama miliaran tahun lamanya.

Baca juga: Permukaan Bulan Menyusut, Berpotensi Jadi Sumber Baru Moonquake

Lebih lanjut, menjauhnya lintasan satelit alami ini jelas membuat durasi putaran satu hari kita terasa semakin panjang. Pada masa lampau, satu hari ternyata hanya berlangsung selama delapan belas jam saja karena perputarannya masih sangat cepat.

Akan tetapi, rotasi planet yang terus melambat pasti akan membuat waktu satu hari bertambah cukup signifikan. Bahkan, ahli keantariksaan memprediksi siang dan malam kelak akan menjadi dua puluh lima jam.

Dampak Bagi Manusia

Selain itu, penduduk planet ini suatu saat nanti sama sekali tidak akan bisa menyaksikan pesona gerhana matahari total. Pergeseran jarak yang kian jauh jelas membuat ukuran piringan satelit terlihat terlalu kecil dari pandangan mata.

Baca juga: Fenomena Snow Moon 2026, Bulan Purnama Terang di Tengah Salju

Fenomena pergeseran tersebut menyebabkan benda langit ini gagal menutupi seluruh piringan cahaya raksasa secara sempurna di angkasa. Walaupun begitu, umat manusia yang hidup saat ini tidak perlu khawatir karena prosesnya memakan waktu ratusan juta tahun.

Para ilmuwan terus memantau pergerakan bulan menjauhi bumi ini menggunakan teknologi pemantul canggih dari permukaan daratan. Sementara itu, penelitian lanjutan mengenai pergeseran jarak tata surya ini rutin dipublikasikan oleh berbagai lembaga antariksa. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Berita Rakyat | Tirto News |